Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Sterilizer Oil Losses through Variations in Pressure and Boiling Time with Dominated Fresh Fruit Bunch Overripe Fraction Renjani, Rengga Arnalis; Panjaitan, Boy Doli; Fadhillah, Nabillah Nissya; Purwoto, Harsunu
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v12i1.598

Abstract

The problem is that not all FFBs processed daily are more than 90% ripe fruit, causing the yield not to reach the target. This study aims to analyze condensate oil losses from non-standard FFB quality (FFB overripe as much as 25-26%) against time and pressure variations in the sterilizer. The observed indicators include oil losses, moisture content, and non-oil solids (NOS). The study was conducted in 2 stages; the first stage was to test the length of boiling time for each peak stew. The second stage is divided into two pressure variations treatments at each stew's peak. The quantitative presented data is analyzed using simple statistics. All data analyzed statistically is presented in graphical form to visualize the data distribution. In overripe FFB conditions, as much as 25-26% shows that the three best times for peak 1 are 10 minutes with a pressure of 1.0 kg/cm2, peak 2 is 15 minutes with a pressure of 1.5 kg/cm2, and peak 3 is 65 minutes with pressure 3.1 kg/cm2. he best boiling based on the right boiling time to achieve the lowest oil losses is 90–100 minutes in one boiling cycle. If a boiling cycle of 90-100 minutes is carried out, the oil losses achieved are 0.78-0.98%. The longer the boiling process is under FFB overripe, the more oil comes out of the mesocarp and finally comes out mixed with condensate water.
Manajemen Operasional Penggantian Alat Otomatis Pada Isi Digester Terhadap Keuntungan Perusahaan Di Pabrik Kelapa Sawit Suparman, Suparman; Purwoto, Harsunu; Sukino, Sukino
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.27-34

Abstract

Sistem manajemen operasional pada perusahaan pabrik kelapa sawit sangat menentukan keuntungan perusahaan. Salah satu stasiun untuk mengolah kelapa sawit adalah stasiun digester dan press. Pengendalian kehilangan minyak pada mesin press  ini sangat penting karena kalua kehilangan minyak pada mesin ini melebihi standart yang sudah ditentukan bisa mengakibatkan kerugian Perusahaan. Target kehilangan minyak pada Press Cage Fibre di Pabrik Kelapa Sawit adalah 4,00 % to sample (oil in wet material) atau 0,46% terhadap tandan buah segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan minyak pada mesin press dengan cara menjaga isi digester selalu penuh (paling tidak lebih dari ¾ ) supaya pelumatan bisa optimal. Metode yang dipakai pada penelitian ini ialah dengan cara memasang alat otomatisasi agar isi digester selalu penuh. Hasil penelitian ini adalah telah berhasil memasang alat pengendali kehilangan minyak di  Press Cage Fibre dengan cara otomatisasi operasional press, implementasi otomatisasi operasional mesin screw press secara “on – off” berdasar isi level tangki digester  bisa menurunkan oil losses, keuntungan dari penurunan oil losses press cage fibre dengan TBS diolah pada bulan Januari 2024 sebesar 23.463.871 kg,  maka keuntungannya adalah Rp. 95.239.852,00.  Biaya pemasangan otomatisasi adalah sebesar Rp. 93,408,424,00  sehingga investasi kembali modal dalam waktu 1 bulan dan msih ada keuntungan  Rp. 1.831.428,00. Berdasarkan hasil penelitian simpulan dalam penelitian ini yaitu manajemen operasional penggantian alat otomatis pada isi digester memberikan keuntungan pada perusahaan pabri kelapa sawit.
Perbandingan Kinerja Pemupukan Manual dan Mekanis terhadap Efisiensi Biaya dan Tenaga Kerja di Perkebunan Kelapa Sawit Renjani, Rengga Arnalis; Mulyadi, Dede; Ermansyah, Yogi Akbar; Sembiring, Ngesahken; Hermantoro, Hermantoro; Uktoro, Arief Ika; Purwoto, Harsunu
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pemupukan yang efisien penting untuk meningkatan produktivitas kelapa sawit. Namun pemupukan yang dilakukan secara manual menghadapi berbagai kendala, antara lain: biaya yang tinggi, ketidaktepatan dosis, dan distribusi pupuk yang tidak merata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efisiensi pemupukan mekanis menggunakan fertilizer spreader dibandingkan menggunakan pemupukan manual ditinjau dari segi biaya operasional, penggunaan tenaga kerja, dan distribusi pupuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen lapangan dengan pendekatan komparatif antara dua metode pemupukan: secara manual menggunakan tenaga kerja (control) dan pemupukan mekanis menggunakan fertilizer spreader (perlakuan). Data disajikan dan dianalisis dalam bentuk grafis perbandingan biaya dan waktu aplikasi. Perkebunan sawit dengan areal datar, mengakibatkan traktor berjalan lebih cepat sehingga bukaan hopper harus lebih besar. Pada areal sawit bergelombang traktor berjalan lebih lambat, diperlukan flow control yang lebih kecil agar pupuk tidak berlebihan. Pemupukan manual membutuhkan 15–20 orang tenaga kerja per siklus, dengan output rata-rata 850 kg/hari atau 2.4 ha/hari. Selain itu, tenaga kerja tambahan dibutuhkan untuk proses pembagian pupuk ke lokasi tanam dengan output 2,500 kg/hari. Pemupukan mekanis hanya memerlukan 3 orang (1 operator traktor dan 2 helper), dengan kemampuan memupuk 25 ha/hari dalam waktu kerja 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan mekanis lebih efisien dengan penghematan biaya (selisih) sebesar Rp 57,429/ha/rotasi. Jika pemupukan dilakukan setahun dua kali maka penghematan total adalah Rp 110.966/Ha/tahun dibandingkan dengan pemupukan manual.