Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Development of Community Economic Potential through Soybean Commodities in Sidorukun hamlet, West Stabat Lama Village, Langkat Regency Alvi Khaira; Muniruddin
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 11 No. 2 (2024): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmb.v11i2.941

Abstract

Most of the people in Sidorukun Hamlet depend on their livelihoods through the soybean commodity business which is then produced into tempeh, tofu, soy milk and tempeh crackers. This research aims to find soybean commodity products that have the most potential in developing the community's economy, as well as ways to increase the selling power and quality of soybean commodity products. This research is descriptive research using a qualitative approach. Data collection techniques in this research were carried out through observation and interviews. There were 6 informants in this study. The soybean commodity with the most potential is tempeh crackers, due to its longer shelf life and flexibility in distribution. To increase selling power, this can be done through e-commerce, diversifying products and brand image. In improving product quality, producers must have high quality human resources and routine quality control.
Strategi Pengembangan Kader Dai Melalui Program Forum Dai & Ustadz Muda (FODIUM) Sumatera Utara Hanirwan, Rizqi; Muniruddin
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v6i4.2723

Abstract

This study aims to see how the FODIUM cadre strategy is capable of printing or creating competent Dai in North Sumatra. Researchers used qualitative research methods, data collection techniques were carried out through an interview process by understanding the formulation in depth, dynamically and meaningfully so that it would produce descriptive data in verbal words from what had been observed. The author observes North Sumatra FODIUM activities through social media and the internet then participates directly by visiting the location of the North Sumatra FODIUM secretariat on Jl. Kritura, Medan City to conduct direct interviews involving several informants at FODIUM. The results of this study indicate that there are several strategies carried out by the FODIUM organization in forming young Dai in North Sumatra, namely (1) Selection of Dai, (2) Coaching of Dai & (3) Placement of Dai in remote parts of North Sumatra. This strategy was formed in such a way with the hope of having a positive impact on the development of young Dai in North Sumatra.
BULLYING HANDLING STRATEGY IN REALIZING ISLAMIC SOCIALISM IN BANDAR KLIPPA VILLAGE, PERCUT SEI TUAN DISTRICT Panjaitan, Naura Hamidah; Muniruddin
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v6i1.1020

Abstract

Bullying is a complex problem that significantly impacts individuals' mental, social, and spiritual development. This research aims to analyze the causative factors of bullying, its effects on victims and perpetrators, and to formulate handling strategies based on Islamic values in Percut Sei Tuan District. Using a descriptive qualitative method, data were obtained through in-depth interviews with five key informants, participatory observation, and documentation study, which were then analyzed thematically. The results show that bullying is caused by disharmonious family factors, social environmental pressure, and weak supervision from educational institutions and the community. The impacts include psychological disturbances such as trauma and anxiety, social isolation, and decreased academic performance in victims, while perpetrators develop continuous aggressive behavioral patterns. Effective handling strategies identified include character education based on Islamic values, cooperation between schools and parents, community education, and religious-based approaches through Islamic counseling. This research concludes that the integration of Islamic values such as rahmah (compassion), 'adl (justice), and ukhuwah (brotherhood) in bullying handling strategies can create a more harmonious and conducive social environment for individual development.
Art Festival: Student Program Field Studies and Community Service in Enhancing Community Spirit in Nagori Bukit Rejo Village, Simalungun Regency Muniruddin; Maysaroh; Mawar Ayuni; Anisa Hafizah Siregar; Hikmatul Fadhilah Nst; Iga Nailah Aulia BR Lubis; Eka Septiana; Putri Khofifah Rambe
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i4.7225

Abstract

The purpose of this study is to examine how the art festival organized by students participating in the Community Service Program (KKN) of the State Islamic University of North Sumatra in Nagori Bukit Rejo serves to enhance social interaction, promote diversity, and encourage the development of the village community.  This research was conducted using qualitative methods with a Participatory Action Research (PAR) approach, which involved observation, interviews, and documentation during the Art Festival activities. The results of the study show that the art festival not only serves as a place of entertainment, but also as a social and educational tool that can help strengthen solidarity among residents across age, ethnicity, and religion. Overall, the art festival helps preserve local culture, foster a sense of community, and raise awareness of the importance of diversity in social life.
Etika Islam dalam Praktik Komunikasi: Kajian Etika Komunikasi Antarpribadi dan Komunikasi Kelompok dalam Perspektif Islam M Ilham Lutfhi; Muniruddin; Muktaruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.877

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan fundamental manusia yang berperan dalam membangun hubungan antarindividu, kelompok, maupun masyarakat. Dalam praktiknya, komunikasi tidak hanya menuntut efektivitas penyampaian pesan, tetapi juga memerlukan landasan etika agar tercipta interaksi yang harmonis, saling menghormati, dan bertanggung jawab. Perkembangan komunikasi modern menghadirkan berbagai tantangan etis, seperti menurunnya kualitas komunikasi antarpribadi, konflik dalam komunikasi kelompok, penyebaran informasi yang tidak benar, serta lemahnya sikap saling menghargai dalam ruang komunikasi. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas etika komunikasi Islam dalam konteks dakwah, media sosial, maupun komunikasi publik, namun kajian yang mengintegrasikan etika komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok dalam satu kerangka konseptual berdasarkan perspektif Islam masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika komunikasi Islam serta mengkaji implementasinya dalam praktik komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi Islam merupakan sistem nilai yang mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan sosial dalam praktik komunikasi. Prinsip-prinsip seperti ṣidq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabayyun (verifikasi informasi), keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, musyawarah, dan tanggung jawab moral menjadi landasan dalam membangun komunikasi antarpribadi yang saling menghargai sekaligus komunikasi kelompok yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Penelitian ini menawarkan sintesis konseptual mengenai etika komunikasi Islam yang mengintegrasikan dimensi komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok sebagai kerangka normatif dalam menjawab berbagai tantangan praktik komunikasi di masyarakat modern.
TEKNOLOGI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT DAN ISLAM: ANALISIS ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, AKSIOLOGIS, DAN ETIS DI ERA DIGITAL Syaifullah; Muniruddin; Muktaruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.878

Abstract

Perkembangan teknologi media komunikasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, memperoleh pengetahuan, dan membangun kehidupan sosial. Teknologi media tidak lagi berfungsi sebagai alat penyampai informasi semata, tetapi telah menjadi ruang yang membentuk pengalaman, pola pikir, dan orientasi nilai masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan filosofis dan etis yang memerlukan kajian yang lebih mendalam, terutama dalam konteks masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat teknologi media komunikasi dari perspektif filsafat dan Islam dengan meninjau dimensi ontologis, epistemologis, aksiologis, serta problem etis yang muncul dalam perkembangan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap buku, artikel ilmiah, jurnal, dan berbagai literatur yang relevan dengan filsafat komunikasi, media digital, serta komunikasi Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan perspektif filsafat komunikasi dan nilai-nilai etika Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi media komunikasi telah berkembang menjadi medium yang membentuk realitas sosial dan cara manusia memahami dunia. Secara ontologis, media menjadi ruang eksistensial baru bagi manusia; secara epistemologis, media memengaruhi proses produksi dan distribusi pengetahuan; sedangkan secara aksiologis, media membawa nilai dan kepentingan yang dapat memberikan manfaat maupun dampak negatif. Di sisi lain, era digital melahirkan berbagai problem etis seperti disinformasi, pelanggaran privasi, kekerasan simbolik, komodifikasi perhatian, serta ketimpangan kuasa platform digital. Perspektif Islam menawarkan landasan normatif berupa prinsip tabayyun, amanah, adab, keadilan, dan kemaslahatan sebagai pedoman dalam mengarahkan penggunaan teknologi media komunikasi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, teknologi media komunikasi perlu dipahami tidak hanya sebagai instrumen teknis, tetapi juga sebagai arena moral yang harus berpihak pada martabat manusia dan kemaslahatan sosial.
MEDIA DAN KONFLIK KEPENTINGAN DALAM MEMBENTUK ISI DAN ARAH PEMBERITAAN Zainul Abdi Nasution; Muniruddin; Muktaruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.881

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola produksi dan penyebaran informasi sekaligus memperkuat pengaruh kepentingan ekonomi, politik, dan ideologi terhadap institusi media. Berbagai penelitian telah membahas bias media melalui perspektif ekonomi politik, framing, dan agenda setting, namun kajian yang mengintegrasikan perspektif tersebut dengan etika komunikasi Islam sebagai kerangka normatif dalam memahami konflik kepentingan media masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konflik kepentingan memengaruhi pembentukan isi dan arah pemberitaan serta mengkaji relevansi etika komunikasi Islam dalam mewujudkan praktik komunikasi yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh melalui berbagai buku, artikel ilmiah, dan literatur akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses klasifikasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan merupakan konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi antara pemilik media, pemerintah, pengiklan, jurnalis, dan audiens melalui mekanisme framing serta agenda setting, sehingga media tidak sepenuhnya bersifat netral. Selain itu, etika komunikasi Islam yang berlandaskan prinsip ṣidq, amanah, dan tabayyun menawarkan landasan etis yang mampu meminimalkan bias informasi, memperkuat profesionalisme jurnalistik, dan mendorong terciptanya komunikasi publik yang lebih bertanggung jawab di era digital