Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Challenges and Opportunities for the Development of Green Sukuk in Indonesia Eka Septiana; Gemala Dewi
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.5835

Abstract

Indonesia's future economic development is directed at sustainable development that considers environmental aspects. This sustainable development requires funding support from both the government and the private sector. Sharia instruments in the capital market have the opportunity to be developed as sharia investment products that are environmentally sound, both green sukuk, blue sukuk, and green sharia mutual funds. Green sukuk are sukuk that are oriented towards development in land areas, while blue sukuk are focused on marine ecosystems. The diversification of thematic sukuk issuance can increase the choice of investors who have a preference for environmental concerns. On the other hand, there are still challenges from the issuance of these two types of instruments. These challenges include the identification of underlying assets that meet the sustainability requirements, the interest and readiness of the issuing company, as well as the limited number of parties conducting environmental assessments/certifications. In 2018, the Indonesian government issued a green sukuk which is the first green sukuk issued by a country in Asia. The issuance of the sovereign green sukuk was offered specifically for global investors and received appreciation from the international community. In 2019, the government again issued green sukuk intended for retail investors in Indonesia. The use of green sukuk that have been issued by the government is for the construction of new irrigation networks, drainage management in urban areas, as well as for the use of railway lines. After being initiated by the government with the issuance of green sukuk, it is expected that the development of environmentally friendly sukuk will be carried out by corporations, both green and blue sukuk. In addition, it is necessary to develop an environmentally friendly sharia index along with encouragement to investment managers to create sharia mutual fund products with environmental insight, such as green sharia mutual funds. OJK needs to work together with stakeholders in order to support the availability of adequate infrastructure to develop these environmentally sound investment products.
Layanan Bimbingan Konseling Di MA Miftahul Huda Lampung Tengah Riza Rizkiyah Anur Azizah; Eka Septiana; Yuyun Yunita
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 2 : Desember (2023): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan positif peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di MA Miftahul Huda untuk mengungkapkan peran dan manfaat layanan tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan dan prestasi akademik siswa. Dalam menghadapi tantangan ekonomi dan tekanan sosial, layanan ini diharapkan dapat meredakan dampak negatifnya. Faktor-faktor seperti perbedaan pola pikir antara orang tua dan anak, tekanan ekonomi, dan tantangan pendidikan memerlukan pendekatan holistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan, melibatkan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Guru Bimbingan Konseling di MA Miftahul Huda berperan penting dalam memberikan dukungan akademis, panduan karir, dan konseling pribadi. Tujuh jenis layanan konseling diterapkan sesuai kebutuhan siswa. Hasil wawancara menunjukkan peningkatan pemahaman diri, keaktifan, dan kepercayaan diri siswa. Siswa kelas XII khususnya merasakan dampak positif layanan informasi karir, membantu merencanakan langkah setelah lulus. Layanan ini tidak hanya memberikan solusi bagi siswa dengan masalah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Dengan pemahaman peran penting layanan ini, diharapkan kerja sama semua pihak dapat memaksimalkan manfaatnya bagi siswa secara pribadi, emosional, dan akademik. Penelitian ini menggambarkan dampak positif dan tantangan layanan bimbingan konseling, menekankan perlunya dukungan yang kuat untuk memastikan keberlanjutan layanan tersebut.
Optimalisasi Manajemen Produksi Pupuk Bokashi Di Ud. Tani Makmur Tulungagung Eka Septiana; Achmad Syaichu; Denny Kurniawati
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP) Vol. 3 No. 02 (2025): Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Pomosda (JTMIP)
Publisher : Program Studi Teknik Industri STT POMOSDA Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM UD.Tani Makmur merupakan usaha yang bergerak dibidang industri pertanian dengan salah satu produknya adalah pupuk bokashi. Pada proses produksi pupuk bokashi tidak maksimal. Hal ini dikarenakan UMKM UD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data mulai observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya produktivitas terkai kurangnya pelatihan tenaga kerja terkait standar oprasional, efisiensi terkait kurangnya pengawasan dan pegendalian mutu dan efektifitas terkait tidak konsistennya kualitas bahan baku dalam produksi pupuk bokashi. Biaya bahan baku produksi pupuk bokashi mencapai Rp.6.893.500, harga jual produk pupuk bokashi yaitu Rp.25.000.000, laba produksi sebesar Rp.18.106,500. Produktivitas hasil produksi pupuk bokashi mencapai 5 ton dalam waktu yang sama atau dengan sumber daya yang lebih sedikit. Efisiensi berkaitan dengan biaya produksi, melakukan proses produksi dengan cara yang lebih hemat degan cara menjual pupuk bokashi dengan harga Rp.20.000/pcs. Tujuannya adalah untuk meminimalkan pemborosan dan biaya produksi yang digunakan Rp.6.893.500. Efektivitas menghasilkan pupuk dengan kualitas yang lebih tinggi, kandungan nutrisi yang lebih lengkap, dan waktu fermentasi yang digunakan 1-4 minggu (28hari). Peningkatan kapasitas produksi (melakukan pelatihan bagi tenaga kerja dan meningkatkan kualitas alat produksi untuk mempercepat proses produksi). Penerapan standar operasional prosedur (SOP) (membuat panduan kerja untuk setiap tahapan produksi dan mengawasi proses fermentasi untuk menjaga kualitas pupuk). Pengelolahan bahan baku (bekerja sama dengan pemasok lokal untuk memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas). Pengendalian mutu (melakukan pengujian kualitas produk secara rutin sebelum disribusi).