Sungai Karang Mumus merupakan salah satu sumber air utama bagi masyarakat Kota Samarinda yang saat ini mengalami tekanan pencemaran akibat aktivitas domestik dan industri di sepanjang daerah aliran sungai. Masuknya limbah organik dan anorganik ke badan air menyebabkan penurunan kualitas air, sehingga diperlukan sistem pemantauan kualitas air yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil pengukuran kualitas air Sungai Karang Mumus menggunakan sistem Online Monitoring (Onlimo) dan uji laboratorium berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP). Metode penelitian meliputi pengumpulan data parameter fisika dan kimia, yaitu pH, BOD, COD, DO, amonia, TDS, temperatur, kekeruhan, dan TSS. Data Onlimo diperoleh melalui Stasiun KLHK 344 Karang Mumus sebanyak satu kali per minggu dan pengambilan sampel manual untuk uji laboratorium juga dilakukan satu kali per minggu selama satu bulan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai masing-masing parameter antara hasil pengukuran Onlimo dan uji laboratorium. Nilai Indeks Pencemaran yang diperoleh dari kedua metode berada pada kisaran 3,81–5,51, yang menunjukkan status kualitas air Sungai Karang Mumus termasuk dalam kategori cemar ringan.