Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Gelombang Cahaya Lampu Dan Cahaya Biru Dengan Kualitas Tidur Remaja Dewasa Hidayat, Muhamad Taufik; Muto'an, Adha Syarief; Nurmaulid, Aghnia; Aditya, Danda; Wulandari, Dhea Suci
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v10i1.233

Abstract

Tidur merupakan bagian penting dari siklus sirkadian manusia. Kualitas dan kuantitas tidur mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Hormon melatonin, yang berperan penting dalam regulasi tidur, diproduksi seiring dengan penurunan intensitas cahaya yang diterima mata. Saat ini, penggunaan lampu dan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru sangat umum, terutama di kalangan remaja hingga dewasa. Cahaya biru ini dapat mengganggu produksi melatonin, sehingga berpotensi mengganggu kualitas dan pola tidur. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain sequential explanatory, menggabungkan kuesioner kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan data dan mengukur dampak cahaya lampu terhadap durasi dan pola tidur. Responden penelitian ini berjumlah 71 orang, berasal dari berbagai universitas dan program studi di Kota Bandung, dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun, Di kelompok usia ini, sebagian besar adalah mahasiswa aktif dengan jadwal yang padat. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa 38,6% responden mengalami gangguan tidur saat lampu menyala, yang berdampak pada penurunan kualitas tidur. Sebaliknya, peningkatan kualitas tidur terjadi pada 81,4% responden saat tidur dengan lampu dimatikan. Penggunaan mode malam pada perangkat elektronik, yang dirancang untuk mengurangi emisi cahaya biru, berdampak positif terhadap kualitas tidur, seperti yang dirasakan oleh 38% dari 67,1% responden yang menggunakan fitur mode malam.
Hubungan Gelombang Cahaya Lampu dan Cahaya Biru dengan Kualitas Tidur Remaja Dewasa Hidayat, Muhamad Taufik; Nurmaulid, Aghnia; Wulandari, Dhea Suci; Muto'an, Adha Syarief; Aditya, Danda
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 1 (2024): Bhinneka
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v2i1.621

Abstract

Sleep is a crucial part of the human circadian cycle. The quality and quantity of sleep significantly influence various aspects of health, both physical and psychological. The hormone melatonin, which plays a vital role in sleep regulation, is produced as the intensity of light received by the eyes decreases. Currently, the use of lights and electronic devices emitting blue light is widespread, especially among teenagers to adults. This blue light can interfere with the production of melatonin, potentially disrupting sleep quality and patterns. In this age group, most are active students with busy schedules. This study uses a sequential explanatory design approach, combining quantitative and qualitative questionnaires to collect data and measure the impact of light on sleep duration and patterns. The respondents of this study were 71 people, coming from various universities and different study programs in Bandung City, ranging in age from 18 to 25 years. The research data results show that 38.6% of respondents experience sleep disturbances when the light is on, impacting sleep quality. Conversely, sleep quality improvement occurs in 81.4% of respondents when sleeping with the light off. The use of night mode on electronic devices, designed to reduce blue light emissions, positively impacts sleep quality, as felt by 38% of the 67.1% of respondents who use the night mode feature.
Dekadensi Demokrasi dan Seruan Moral: Analisis Wacana Etika Politik Islam di Indonesia Nurmaulid, Aghnia; Junjunan, Bintang Akalla; Ul’haq, Dhiya; Apriliyani, Dita; Cahyadi, Merdifa Chiquita Kayla; Taufiq, M.; Parhan, Muhamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36313

Abstract

Demokrasi Indonesia yang semula dipandang stabil sejak Reformasi 1998 kini menghadapi krisis serius. Fenomena seperti korupsi yang masif, politik dinasti, politik uang, lemahnya penegakan hukum, hingga polarisasi identitas menunjukkan adanya kemunduran yang tidak sekadar prosedural, melainkan juga etis dan moral. Dalam kerangka pemikiran Islam, krisis ini dapat dikritisi sekaligus ditanggapi melalui penguatan etika politik Islam yang menekankan amanah (akuntabilitas), ‘adl (keadilan), syura (musyawarah), dan maslahah (kemaslahatan umum). Artikel ini menggunakan pendekatan analisis wacana untuk menelaah bagaimana prinsip-prinsip tersebut diposisikan dalam diskursus politik kontemporer di Indonesia. Pemikiran Ibnu Khaldun, Abid Al-Jabiri, dan Ahmad Syafii Maarif dijadikan rujukan guna menunjukkan relevansi etika Islam sebagai landasan normatif sekaligus praksis bagi demokrasi. Hasil kajian memperlihatkan bahwa nilai-nilai etika Islam tidak hanya berfungsi sebagai seruan moral, tetapi juga dapat dioperasionalkan dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan inklusif. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menghindari instrumentalisasi agama yang menjadikan etika sekadar retorika politik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi demokrasi Indonesia membutuhkan internalisasi etika politik Islam sebagai komitmen nyata dari elit, institusi, dan masyarakat sipil demi terwujudnya demokrasi substantif yang bermartabat.