Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kecacatan Produk Tungku Kompor dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT. Elang Jagad Vaundra Cunning Hangesthi; Rr. Rochmoeljati
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i4.291

Abstract

Di era globalisasi kontemporer dengan berbagai persaingan, perusahaan dituntut untuk bersaing dengan segala resiko yang akan dihadapi. Cacat produksi yang minimal dan produk berkualitas adalah jaminan yang perlu dipenuhi perusahaan kepada konsumen. Oleh sebab itu, standard kualitas harus terus terjaga. Salah satu upaya menjaga kualitas adalah dengan mengendalikan tingkat kerusakan produk (Product Defect). PT. Elang Jagad adalah perusahaan yang memproduksi tungku kompor di daerah Sidoarjo. Lingkup pemasarannya adalah daerah DKI Jakarta. Perusahaan yang bergerak di bidang ini rentan terjadi adanya kecacatan produk dan memiliki jumlah kecacatan yang pada bulan Januari – Desember 2020 sebesar 7.59%. Perusahaan menargetkan hanya ada 5% cacat dari keseluruhan total produksi. Masalah yang terjadi pada PT. Elang Jagad adalah proses produksinya yang mengakibatkan terjadinya cacat produk yang terdiri dari produk permukaan kasar, produk cuwil, enamel terkelupas dan produk permukaannya peyang/bergelombang/tidak rata karena terlalu lama di oven. Dalam hasil dan pembahasan ini, jumlah kecacatan yang paling sering terjadi adalah adalah Enamel Terkelupas (26.86%), Cuwil, (25.79%) dan peyang karena terlalu lama di oven (23.39%). Dari hasil FMEA, nilai RPN terbesar terdapat pada kurangnya ketelitian di dalam mengerjakan dan SOP tidak dijalankan dengan baik sehingga berakibat cuwil sebesar 175. Usulan perbaikan adalah melakukan pengawasan lebih ketat dan briefing sebelum proses produksi dilakukan.
Analisa Pencegahan Reject Pada Produksi Roll Karet dengan Fault Tree Analysis (FTA) dengan Rekomendasi Perbaikan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) di PT. Ustegra (Usaha Tehnik Grafika) Benedictus V.B.P.; Rr. Rochmoeljati
JUMINTEN Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i5.297

Abstract

PT. Ustegra (Usaha Tehnik Grafika) adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembuatan dan layanan service rol karet yang berada di Indonesia. Permasalahan yang sering terjadi di dalam perusahaan adalah terdapat produk reject yang menyebabkan proses produksi tidak efektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dengan rekomendasi perbaikan Failure Mode and Effect Analysis. Penelitian dengan menggunakan metode ini agar dapat mengetahui penyebab reject atau reject pada produk dan dapat memberikan solusi pencegahan agar reject tersebut tidak terjadi. Terdapat 5 jenis reject pada PT. Ustegra yaitu reject melembung dengan peluang terjadi sebesar 1,137%, reject kotoran bahan dengan peluang terjadi sebesar 1,18%, reject ambles dengan peluang terjadi sebesar 1,16%, reject hardness dengan peluang terjadi sebesar 1,54%, reject PU dengan peluang terjadi sebesar 1,152%. Akar masalah penyebab reject tersebut terjadi diantaranya operator terburu-buru, operator kelelahan, mesin yang memerlukan perawatan, deadline kerja produksi yang terlalu singkat, operator malas, sarana prasarana kebersihan lingkungan yang kurang lengkap, dan operator yang bergurau saat melakukan pekerjaannya. Adapun rekomendasi untuk mengurangi dan mencegah kelima reject tersebut terjadi kembali, diantaranya melakukan perawatan mesin secara berkala, memberikan estimasi waktu pengerjaan yang lebih lama kepada konsumen dari estimasi pengerjaan yang sebenarnya, memberikan reward bagi operator yang bisa memenuhi target tanpa melakukan kesalahan.
Implementasi Value Stream Mapping dan Value Stream Analysis Untuk Meminimalisir Pemborosan Waktu Pendistribusian di PT. Nur Jaya Energi Berliana D. Novitasari; Rr. Rochmoeljati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.336

Abstract

PT. Nur Jaya Energi adalah perusahaan non-manufaktur yang mengkhususkan diri pada logistik transportasi. PT Nur Jaya Energi ingin mengurangi pemborosan terkait distribusi untuk meningkatkan pendapatan bersih lebih besar dan tetap kompetitif di pasar. Mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan dalam proses distribusi bahan bakar minyak adalah tujuan riset ini. Pendekatan “Failure Mode dan Effect Analysis (FMEA)” serta tools value stream mapping dipakai pada riset ini. Berdasarkan hasil riset dalam value stream mapping penelitian menunjukkan pengurangan waktu dari 590 menjadi 510 menit. Menurut FMEA, akar penyebab masalah pada pemborosan terbesar yang diketahui ialah terjadinya kesalahan operator dan pengaturan mesin yang salah dengan prosedur. Rekomendasi perbaikan yang dapat diusulkan yaitu melakukan koordinasi antara perusahaan saat terjadi kerusakan pompa agar tidak terjadi bottleneck berkepanjangan yang dapat memperlambat waktu pengiriman.
Pengendalian Kualitas Pengelasan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) di PT. PAL Indonesia Nafa Artha Cahaya Mulia; Rr. Rochmoeljati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.346

Abstract

PT. PAL Indonesia merupakan sebuah perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia. Hasil produksi perusahaan adalah pembuatan kapal dan perancangan kapal berdasarkan permintaan konsumen. Pada proses produksi kapal BRS W-303 masih ditemukan cacat saat pengelasan seperti incomplete penetration, incomplete fusion, slag inclusion, dan porosity yang mempengaruhi kuali-tas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kecacatan yang paling dominan dan faktor penyebab cacat serta memberikan usulan tindakan perbaikan kualitas pengelasan. Metode yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Alat bantu SQC yakni check sheet, stratifikasi, histogram, diagram pareto, scatter dia-gram, peta kendali atribut, dan diagram sebab akibat. Kemudian melanjutkan analisis FMEA ber-dasarkan diagram sebab akibat untuk usulan tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian pada Statistical Quality Control (SQC) diketahui cacat pengelasan kapal yang paling dominan ada-lah incomplete penetration (32,81%), lalu incomplete fusion (25,47%), slag inlclusion (23,26%), dan porosity (18,36%). Berdasarkan hasil penelitian pada Failure Mode Effect Analysis (FMEA) diketahui akar penyebab masalah tertinggi dengan RPN 288 adalah penetapan root gap terlalu kecil/sempit. Rekomendasi perbaikan yang dapat diusulkan yaitu menegaskan kepada welder untuk wajib membaca dan memahami WPS yang digunakan untuk mengelas dengan benar.
Pengendalian Kualitas Produk Kendang Jimbe dengan Menggunakan Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) pada UD. Budi Luhur Pratama, Alief Wahyu; Rr. Rochmoeljati
JUMINTEN Vol. 3 No. 2 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v3i2.407

Abstract

UD. Budi Luhur ialah suatu perusahaan yang bergerak dibidang industri pengolahan dan kerajinan. Salah satu produk tersebut adalah kendang jimbe. Pada proses produksi Kendang Jimbemasih ditemukan cacat seperti kayu pecah, kayu berlubang, cat retak, dan kulit robek yangmempengaruhi kualitas. Tujuan penelitian ini ialah guna mengetahui persentase defect yang palingsering terjadi dan faktor penyebab cacat serta memberikan usulan tindakan perbaikan kualitas kendang jimbe. Metode yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) dan Failure ModeEffect Analysis (FMEA). Alat bantu SQC yakni check sheet, diagram pareto, peta kendali, dan fishbone diagram. Kemudian melanjutkan analisis FMEA untuk usulan tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian pada Statistical Quality Control (SQC) diketahui cacat pada kendang jimbeyang paling dominan adalah kayu pecah (38,81%), kemudian kayu berlubang (30,49%), cat retak(19,4%), dan kulit robek (11,30%). Berdasarkan hasil penelitian pada Failure Mode Effect Analysis(FMEA) diketahui penyebab masalah tertinggi dengan RPN 343 yakni pekerja kurang berhati-hatisaat proses pembubutan. Saran perbaikan yang dapat diusulkan yakni melakukan pembinaan untuk para pekerja sampai pekerja terampil saat melakukan pembubutan, serta menetukanjadwal rehat agar mesin bubut tidak overheating.
Analisis Kualitas Produk Patung Budha Cor Semen Menggunakan Metode Six-Sigma Dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Di UD. XYZ Surya M Ramadhan; Rr. Rochmoeljati
JUMINTEN Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v4i1.644

Abstract

XYZ ini merupakan sebuah perusahaan di Kabupaten Mojokerto yang memproduksi berbagai macam patung dengan teknik semen cor. Permasalahan yang terjadi di UD. XYZ ini yaitu masih banyak kecacatan pada produk patung yang dibuat telah melebihi batas toleransi untuk semua jenis kecacatan sebesar 4%, padahal dari Januari 2022 sampai dengan Desember 2022 terdapat kecacatan yang melebihi batas toleransi hingga 8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas patung budha cor semen dan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas dari produk patung budha. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dan Failure Mode Effec Analysis (FMEA). Six-sigma adalah metode yang disarankan untuk menganalisa cacat produk, dan metode FMEA disarankan untuk perbaikan. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai six sigma sebesar 3,69 dan faktor yang paling dominan adalah faktor manusia yang disebabkan penempatan produk yang tergesa-gesa dengan nilai RPN sebesar 192 dan diusulkan saran perbaikan berdasarkan nilai RPN berupa melakukan pengawasan dan pengecekan ulang yang tepat bersa-maan dengan mengarahkan dan memperingatkan karyawan ketika melakukan kesalahan.
Optimalisasi Perencanaan Produksi untuk Meminimalisasi Biaya Produksi dengan Menggunakan Metode Sales and Operations Planning di PT.XYZ Sastya, Nur Cholifah; Rr. Rochmoeljati; Isna Nugraha
Tekmapro Vol. 19 No. 2 (2024): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v19i2.416

Abstract

PT XYZ merupakan produsen keramik, mengatasi tantangan dalam perencanaan produksi dengan menerapkan metode Sales and Operations Planning (S&OP) untuk memperkirakan permintaan dengan akurat, mengelola persediaan dengan efisien, dan merespons dengan cepat terhadap perubahan pasar. Melalui S&OP, yang mengintegrasikan aspek penjualan dan operasional, PT XYZ bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara permintaan pelanggan dan kapasitas produksi. Strategi yang dipilih, Strategi Chase, meminimalkan biaya dibandingkan dengan opsi lainnya dengan total biaya sebesar RP27.321.035.884, sedangkan dengan metode perusahaan sebesar Rp27.622.020.605, level strategy sebesar Rp27.373.675.763, dan mix strategy sebesari 27.373.151.541. Meramalkan periode masa depan melibatkan penggunaan regresi linier untuk memprediksi permintaan, yang menghasilkan ramalan 12 periode. Perencanaan produksi agregat dalam Strategi Chase menyesuaikan jumlah produksi untuk memenuhi permintaan yang diprediksi, mempertimbangkan hari kerja dan lembur untuk mengimbangi kekurangan produksi. Hasil dari peramalan perencanaan produksi mendatang dengan Chase strategy sebesar Rp.30.246.005.414.
Optimalisasi Kinerja Operasional Gudang Menggunakan Theory Of Constraints (TOC) Dan Discrete Event Simulation (DES) : (Studi Kasus: PT PLN (Persero) Up3 Madura) Ike Jihan Nabila; Rr. Rochmoeljati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja operasional gudang PT PLN (Persero) UP3 Madura dengan mengidentifikasi dan mengurangi bottleneck pada alur proses menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) dan Discrete Event Simulation (DES). Metode TOC digunakan untuk menemukan aktivitas yang menjadi kendala utama dalam sistem, sedangkan simulasi DES dengan perangkat lunak ProModel digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem serta menguji beberapa skenario perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas pemuatan material pada Stasiun Kerja 2 (Outbound) merupakan bottleneck utama dengan waktu baku 15,83 menit dan tingkat utilisasi sumber daya mencapai 90%. Model simulasi yang telah tervalidasi digunakan untuk menguji tiga skenario perbaikan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa Skenario 3, yaitu perbaikan tata letak gudang (re-layout) dengan pengurangan jarak antar area sebesar 25%, menghasilkan peningkatan throughput sebesar 15,4% dan penurunan waktu siklus sebesar 23,6%. Dengan demikian, integrasi metode TOC dan DES terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi aliran material dan kinerja operasional gudang secara keseluruhan.
Analisa Pemborosan Pada Proses Produksi Bok Travo Dengan Metode Value Stream Mapping Di PT XYZ Ferraldo Kusuma Artono Putra; Rr. Rochmoeljati
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): April: Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v1i2.11

Abstract

PT. XYZ, sebuah perusahaan manufaktur, memproduksi berbagai produk, termasuk Bok Travo. Perusahaan bertujuan untuk mengurangi limbah dalam proses produksinya untuk meningkatkan keuntungan dan tetap kompetitif di industri. Untuk mencapai hal tersebut, sebuah penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi, mengurangi, dan mengusulkan perbaikan limbah dalam proses produksi Bok Travo. Studi ini menggunakan konsep lean manufacturing dengan menggunakan alat pemetaan aliran nilai dan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil pemetaan aliran nilai menunjukkan bahwa waktu produksi Bok Travo dapat dikurangi dari 2559 menjadi 2159 menit. Dengan menggunakan metode FMEA, akar penyebab pemborosan tertinggi diidentifikasi sebagai cacat seperti permukaan material yang tidak rata, kebocoran, kerataan, dan goresan pada produk. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan antara lain penambahan waktu pengelasan dan pemberian support selama pengelasan, serta pengecekan silang dimensi sebelum proses perakitan.
Optimalisasi Perencanaan Dan Pengendalian Produksi Rak Palet Menggunakan Metode Cutting Plane Fadilla Umeida Putri; RR. Rochmoeljati
Jurnal Kendali Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Kendali Teknik dan Sains
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jkts-widyakarya.v2i1.2386

Abstract

PT Atlantic Anugrah Metalindo is a manufacturing company that produces costumize products, steel door systems and fireproof doors. Currently PT Atlantic Anugrah Metalindo is producing 100 units of pallet rack manufacturing with customers from PT X so that proper material requirements planning is needed. The purpose of this research is to determine the material requirements of pallet racks optimally and efficiently. This research requires calculating the Bill of Materials (BOM) using the Cutting plane method and controlling the production process to run effectively and efficiently. Based on the calculations that have been carried out, the results show that for 2 mm thick mild steel material requirements, 6 sheets of plate are needed, 3 mm thick mild steel requires 173 sheets of plate, 3.6 mm thick mild steel requires 12 sheets of plate and 5 mm thick mild steel requires 12 sheets of plate. So that from these calculations PT Atlantic Anugrah Metalindo is expected to minimize the material requirements of pallet rack products.