Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMANFAATAN LAHAN BERKELANJUTAN MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK BERBASIS MASYARAKAT KELURAHAN SUMURREJO GUNUNGPATI SEMARANG Subekti, Sri; Sasmito, Adi; Chasanah, Ummi; Soehartono; Baswindro; Apriyanti, Eny
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 1 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/miji.v4i1.156

Abstract

Lahan merupakan sebagian atau sekumpulan material tanah, beberapa jenis bebatuan, jenis mineral, cairan yang terkandung didalamnya. Lahan berkelanjutan merupakan pengelolaan lahan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dapat dinikmati juga oleh generasi mendatang. Permasalahan masih adanya lahan kosong yang belum di manfaatkan dengan baik pada wilayah Sumurrejo Gunungpati Semarang, masyarakat kurang memiliki pemahaman pentingnya melestarikan lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat di RW/RT 01 agar lahan yang belum di manfaatkan dengan baik dapat digunakan sebagai media tanam dengan memanfaatkan kompos hasil olahan sampah organik sampah rumah tangga. Pelaksanaan dilakukan bersama mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pandanaran tentang pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk. Pemanfaatan lahan secara baik dan berkelanjutan yang dilakukan oleh warga masyarakat memberikan dampak positif pengelolaan lahan menjadi salah satu sarana untuk melakukan penanaman tanaman buah, sayur. Simpulan menerapkan zero waste meminimalkan sampah yang di bawa ke tempat pemrosesan akhir, memanfaatkan sampah organik rumah tangga di jadikan kompos. Memanfaatkan kompos untuk proses pemupukan tanaman buah, tanaman pangan dapat meningkatkan perekonomian. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi suatu gerakan dan upaya peduli lingkungan secara berkelanjutan Keterlibatan masyarakat secara keseluruhan berkesinambungan, peran pemerintah setempat, partisipasi pendidik yang di mulai pada usia dini sampai perguruan tinggi menambah wawasan pada masyarakat.
PENANAMAN CEMARA LAUT DI PANTAI TIRANG UNTUK MITIGASI BENCANA ABRASI PANTAI Subekti, Sri; Sasmito, Adi; Chasanah , Ummi; Soehartono; Baswindro
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.414

Abstract

Pantai Tirang Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Kota Semarang, yang memiliki daya tarik berupa panorama alam Pantai Tirang yang dipenuhi tanaman bakau serta pasir hitam dan gemuruh ombak. Pantai Tirang berada di Kecamatan Tugu yang tepatnya terletak di Kelurahan Tugurejo Kota Semarang. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan melakukan penanaman cemara laut bersama dengan mahasiswa Pecinta Alam Komplid dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Pasir Tirang, partisipasi dalam rangka “Mageri Segoro”, yang menjadi program gerakan lingkungan hidup di Provinsi Jawa Tengah.
PENGGUNAAN K3 PADA PEKERJAAN PILE CAP PEMBANGUNAN GEDUNG IBRAHIM TOWER 13 LANTAI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Chasanah, Ummi; Baswindro; Pangestuti, Vivi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vm7zpz35

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3) diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 8 Tahun 2010 Tentang Alat Pelindung Diri. Dalam Pasal 1 disebutkan bahwa alat pelindung diri atau APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Lambang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berarti makna yang terdapat dalam Kepmenaker RI 1135/MEN/1987 tentang Bendera Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Berikut penjelasan mengenai arti dan makna lambang/logo/simbol K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin,  pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan atau penyakit yang diderita oleh seseorang akibat melakukan suatu pekerjaan atau ditimbulkan oleh lingkungan kerja (Payaman, 1994). Rambu-rambu K3 ini pada prinsipnya harus mematuhi standar yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Salah satu acuan yang digunakan adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 05 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pada pekerjaan pile cap telah dilaksanakan sesuai dengan aturan rencana kerja. Perlu kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu ditingkatkan dengan cara melakukan pendekatan yang melibatkan peningkatan edukasi, pengawasan ketat, penyediaan APD yang nyaman, dan meminimalkan resiko kecelakaan kerja. Pekerjaan pile cap pada proyek Pembangunan Gedung Ibrahim Tower 13 lantai untuk K3 adalah zero accident.
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUS UIN MAULANA MALIK IBRAHIM KAMPUS 3 MALANG - JATIM Soehartono; Chasanah, Ummi; Baswindro; Zamawi, Irvan
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/kd0ghf74

Abstract

Proyek Pembangunan Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan software Building Information Modelling (BIM). Software ini diupayakan untuk meningkatkan efisiensi dalam hal kebutuhan tenaga kerja, waktu, dan biaya. Sistem informasi ini memiliki potensi mengubah struktur, budaya, politik, dan pola kerja organisasi, sering kali muncul hambatan dalam proses penerapan software. Building Information Modelling (BIM) merupakan pendekatan sistematis dalam proses perencanaan, desain, konstruksi, dan pengelolaan bangunan atau infrastruktur. BIM menggunakan model digital yang terintegrasi dan komprehensif untuk menggambarkan semua aspek dari proyek, termasuk geometri, fungsi, informasi geografis, dan data lainnya. Building Information Modelling berperan dalam perencanaan operasional, fabrikasi digital, manajemen dan perencanaan, pemodelan as-built, analisis konstruksi, manajemen fasilitas, pemeliharaan dan rencana rekonstruksi, manajemen ruang, serta manajemen krisis. Dimensi Building Information Modelling antara lain : BIM 2D, BIM 3D, BIM 4D, BIM 5D, BIM 6D, BIM 7D, BIM 8D dan BIM 10D. Beberapa jenis LOD yang biasanya digunakan dalam industri konstruksi antara lain : peningkatan konsistensi Level of Development (LOD), optimalisasi penggunaan BIM 4D dan 5D, penguatan kolaborasi antar tim, pengembangan kompetensi tim, dan evaluasi rutin dan pembelajaran berkelanjutan. Beberapa jenis LOD yang biasanya digunakan dalam industri konstruksi antara lain : LOD 100, LOD 200, LOD 300, LOD 400, dan LOD 500. BIM dapat digunakan untuk penjadwalan Autodesk Naviswork dan untuk clash detection yang berfungsi untuk mengetahui element model revit yang mengalami overlapping atau yang saling tumpeng tindih.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG PARKIR 5 (LIMA) LANTAI DI KAWASAN STASIUN KERETA API TAWANG JL. TAMAN TAWANG NO. 1 SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Yudha Pamungkas, Satria; Novendra Priambodo, Bastiam; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/ewk1by75

Abstract

Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah terus berkembang menjadi kota metropolitan dengan aktivitas ekonomi, transportasi, dan kepadatan penduduk yang tinggi. Salah satu permasalahan yang timbul dari perkembangan tersebut adalah keterbatasan fasilitas parkir, khususnya di kawasan Stasiun Kereta Api Tawang. Lahan parkir yang tersedia saat ini tidak mampu menampung volume kendaraan, sehingga menyebabkan kendaraan parkir di bahu jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, direncanakan pembangunan gedung parkir bertingkat lima lantai untuk meningkatkan kapasitas parkir dan menata kembali kawasan stasiun. Perencanaan struktur atas gedung parkir ini dilakukan dengan luas total bangunan 3.000 m² dan tinggi antar lantai 3,80 meter. Struktur utama menggunakan sistem beton bertulang dengan mutu beton f’c = 30 MPa dan mutu baja tulangan polos fy = 240 MPa serta ulir fy = 390 MPa. Perencanaan dan analisis struktur mengikuti peraturan SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa, SNI 2847:2019 untuk struktur beton, dan PPPURG 1987 untuk pembebanan gedung. Analisis dilakukan secara manual dan pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000 v.14. Lokasi bangunan berada di zona gempa 3 dengan tingkat risiko gempa menengah, sehingga desain struktur mempertimbangkan beban gempa secara seksama.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG OFFICE GRAHA PRAMUKA 5(LIMA) LANTAI Jl. UTAN KAYU RAYA KOTA JAKARTA TIMUR Febriansyah, M. Dhony; AHS, AwaludinA; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/5s2mgv70

Abstract

Perkembangan pesat dalam dunia konstruksi sejalan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks menuntut adanya perencanaan bangunan yang efisien dan efektif. Salah satu aspek penting dalam proyek konstruksi gedung adalah perencanaan struktur atas yang berperan besar dalam kestabilan dan efisiensi biaya proyek. Perencanaan struktur atas Gedung Office Graha Pramuka yang terdiri dari 5 lantai, berlokasi di Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, mengacu pada Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 03–2847-2019), Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1726-2019) dan Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 03-1727-2019). Perencanaan struktur gedung beton bertulang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Struktur Atas Gedung Office Graha Pramuka 5 (Lima) Lantai Jalan Utan Kayu Raya Kota Jakarta Timur. Perencanaan struktur atas menggunakan SAP2000.v.14. Struktur atas meliputi perencanaan balok, kolom, dan pelat lantai gedung. Pembebanan yang ditinjau untuk perencanaan elemen struktur adalah beban mati, beban hidup dan beban gempa. Beban gempa yang dimasukkan adalah beban gempa dinamis.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI RUMAH SAKIT JL. KH. HASYIM ASYARI – KABUPATEN SEMARANG (PERHITUNGAN DENGAN PROGRAM SAP2000.v.14) Saleh, Rahmat; Adi Kurniawan, Eka; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/g14wd913

Abstract

Perencanaan struktur atas Gedung Rumah Sakit KH. Hasyim Asyari 5 lantai yang berlokasi di Kabupaten Semarang. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan harus memiliki struktur yang kuat, aman, dan tahan terhadap gempa, sesuai dengan SNI 1726:2019 yang menyebutkan bahwa struktur gedung rumah sakit harus memiliki kekuatan 1,5 kali lebih besar dibandingkan bangunan biasa. Perencanaan struktur meliputi pelat, balok, kolom, dan inti tangga dengan beban rencana berdasarkan fungsi ruangan. Spesifikasi material yang digunakan yaitu beton mutu f’c = 30 MPa dan baja tulangan polos fy = 240 MPa serta ulir fy = 390 MPa. Metode perhitungan pembebanan dilakukan secara manual mengacu pada PPPURG 1987, dan pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000 v.14. Struktur atas dirancang agar memenuhi kriteria kekuatan, kekakuan, dan stabilitas sesuai peraturan SNI 03-2847-2019. Hasil dari perencanaan ini diharapkan dapat menghasilkan desain struktur bangunan rumah sakit yang efisien, ekonomis, dan sesuai standar keamanan, serta tetap berdiri dalam kondisi gempa tanpa mengalami keruntuhan.