Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDUGAAN STATUS STOK DAN INDIKATOR BIOEKONOMI PERIKANAN KERAPU DI TELUK SALEH, NUSA TENGGARA BARAT: Estimating Stock Status and Bioeconomic Indicator of Grouper Fishery in the Saleh Bay Waters, West Nusa Tenggara Province Efendi, Diding Sudira; Karyoto, Karyoto; Irawan, Andi; Priyadi, Hermawan Gatot; Misuari, Muhammad Nur; Mulyandari, Nunik
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 2 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i2.47638

Abstract

One of the challenges in managing small-scale fisheries with limited data is the need for indicators to estimate the stock status and the total allowable catch for sustainable utilization of fish resources. This study aims to estimate the stock status, catch, and optimal fishing effort of the grouper fishery in Saleh Bay, West Nusa Tenggara Province by using the Length-based Spawning Potential Ratio analysis, production surplus model, and bioeconomic approach. Based on the results of this study, it is known that Plectopomus leopardus and Epinephelus coioides are in overexploited condition, while Plectropomus maculatus is in fully exploited status. This study also shows that with a bioeconomic approach, optimal conditions for grouper fisheries in these waters are achieved when the catch is 3,862.1 tonnes per year. The results of this study underline the importance of maximum economic yield-based management as a framework for a fishing quota-based system as an additional instrument in implementing sustainable fishery management in the future. The success of applying the quota system and the total allowable effort is determined by the accuracy of the catch data of small vessels around Saleh Bay under regulatory provisions, supervision and effective law enforcement, the socio-cultural conditions of local communities and the level of compliance with regulations.Keywords: fishing effort, grouper, overfished, quota system.
Uji Penerimaan Produk Kue Sus dengan Subtitusi Tepung Sukun (Artocarpus altilis) dan Penambahan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Anam, Khoerul; Febriyanti, Putri; Supriyatin, Tintin; Mulyandari, Nunik; Satriyanto, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7383

Abstract

Choux pastry atau kue sus merupakan salah satu jenis produk pastry yang memiliki tekstur ringan, rongga berpori di bagian dalam, serta umumnya diisi dengan vla atau berbagai jenis isian lainnya. Produk ini cukup populer di kalangan masyarakat karena memiliki cita rasa yang khas dan tekstur yang lembut. Inovasi dalam penelitian ini adalah pengembangan kue sus melalui substitusi tepung sukun (Artocarpus altilis) serta penambahan daging ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis bahan lokal sekaligus meningkatkan nilai gizi produk. Pemanfaatan tepung sukun diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu, sedangkan penambahan ikan nila berpotensi meningkatkan kandungan protein pada produk kue sus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan panelis terhadap kue sus yang dimodifikasi dengan substitusi tepung sukun dan penambahan ikan nila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain true experiment. Pengujian dilakukan menggunakan uji hedonik untuk menilai tingkat kesukaan panelis terhadap aspek sensoris produk, meliputi bentuk, penampilan, warna, aroma, rasa, kerenyahan, tekstur, dan kesan keseluruhan. Penilaian menggunakan skala Likert lima poin yang melibatkan 37 panelis, terdiri dari 6 panelis ahli (individual expert) dan 31 panelis tidak terlatih (untrained panel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue sus dengan substitusi tepung sukun dan tambahan ikan nila secara umum dapat diterima oleh panelis dengan tingkat kesukaan sebesar 67,6% pada kategori suka terhadap kesan keseluruhan produk. Aspek sensoris yang paling disukai adalah aroma dengan persentase 62,2%, sedangkan parameter warna dan kerenyahan memperoleh tingkat penerimaan yang relatif lebih rendah.