Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prinsip Pendidikan Islam Perspektif Omar Mohammad Al-Toumy Asy-Syaibani Helmy Abdullah Helmy; Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Rosmayati Rosmayati; Salma Rahma Dina; Muhamad Parhan; Syahidin Syahidin
Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024): Februari : Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tarim.v5i1.982

Abstract

Principles of Islamic Education Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibani's views reflect the philosophical basis of education in Islam. According to Asy-Syaibani, education is based on the principles of monotheism, the Koran and Hadith, with an emphasis on forming a personality with noble character. Furthermore, Islamic education, in his view, combines knowledge about the world, promotes social justice, and maintains balance between religion and the world. Intercultural cooperation is also an important value in this educational model. These principles provide a foundation for the development of individuals who have faith and integrity and play an active role in building a better society.
Fenomena Childfree Terhadap Bonus Demografi Islam Di Indonesia Ayu Wulandari; Finfi Azahro; Hilman Fadhilah; Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Siti Hamidah
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): April : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v3i1.2039

Abstract

In the last few decades, Indonesia's birth rate has been declining, raising concerns about an unattainable demographic dividend. This decline in birth rates is partly due to the decision of several muslim couples who choose not to have children or what is known as childfree. The purpose of this research is to discuss the child-free phenomenon among muslim communities in Indonesia and its implications for the sustainability of muslims in Indonesia. The method used in this research is a qualitative method that emphasizes literature study. The results of this study present an overview of society's view of the childfree phenomenon based on stigma and social pressure which generally assumes that the choice not to have children cannot be normalized. The conclusions obtained from this research are that the childfree phenomenon is still common in Indonesia, these differences in views are generally influenced by religious and demographic factors which have concerns about the reduced number of generations of Muslims in Indonesia. Recommendations that need to be considered are conducting further research, because the childfree phenomenon is still relatively new in Indonesia, and further research is still needed to understand the perspective of society as a whole.
Prinsip Keseimbangan dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dalam Pembelajaran (Studi atas Konsep Tawazuniyyah dalam QS. Ar-Rahman Ayat 4-13) Ritonga, Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Restu Rizki Amanda; Helmy Abdullah Helmy
Mu'allim Vol 8 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/z2e9sr81

Abstract

Penelitian ini membahas prinsip tawâzuniyyah (keseimbangan) dalam Al-Qur’an dan relevansinya dalam pembelajaran dengan fokus kajian pada QS. Ar-Rahman ayat 4–13 melalui pendekatan tafsir tarbawy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna keseimbangan yang terkandung dalam ayat tersebut serta bagaimana prinsip tersebut dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang integratif dan holistik. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data primer QS. Ar-Rahman ayat 4–13 dan data sekunder berupa tafsir-tafsir Al-Qur’an serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan induktif untuk menemukan pola-pola konseptual terkait penerapan prinsip tawâzuniyyah dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rahman ayat 4–13 menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek spiritual dan material, dunia dan akhirat, teori dan praktik, serta manusia dengan lingkungannya. Prinsip ini memberikan paradigma baru dalam pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan ekologis. Dengan demikian, tawâzuniyyah dapat dijadikan dasar untuk merancang model pembelajaran yang lebih seimbang, adil, dan sesuai dengan tujuan penciptaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi