Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Melatih Generasi Muda Dalam Mengelola Waktu Keseharian Secara Produktif pada Kehidupan Sekolah Pondok Pesantren Nurul Ihsan Audi Papo; Widia Astuti; Dio; M Ramdhani; Ryandi
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 5 No. 3 (2024): ABDIMAS Agustus 2024
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/ABMAS.v5i3.p71-78.y2024

Abstract

kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan mengelola waktu santriyang nantinya dapat diterapkan dalam dunia kerja atau bermasyrakat. Metode yang kegiatan yangdilaksanakan yaitu mendatangi langsung lokasi Pondok Pesantren Nurul Ikhsan dan studi inimenggunakan pendekatan kualitatif melalui survei, wawancara, dan observasi pada sekelompokresponden santri berusia 9-18 tahun. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh yaknipengetahuan mengenai apa saja yang harus dipersiapkan dalam mengelola waktu kesehariansecara produktif. Ilmu yang didapatkan pada Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini diharapkanmampu memberikan motivasi bagi para santri dan santriwati untuk bisa dalam mengelola waktukesehariannya secara produktif, sehingga para santri dapat meningkatkan fokus dan mengurangistress akibat tidak dapat mengelola waktu dengan baik. Penelitian ini menggarisbawahipentingnya edukasi manajemen waktu dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan remaja untukmempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik
KAJIAN SEMANTIK AL-QUR’AN TENTANG KEMATIAN Sitorus, Gustina Zulfiani; Wirman; Ryandi
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 4 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i4.10199

Abstract

Kajian semantik adalah cabang linguistik yang fokus pada makna dalam bahasa termasuk bagaimana makna dibentuk dan digunakan dalam komunikasi. Penelitian ini menggunakan studi Pustaka dan analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu untuk menggali makna dasar, relasional dan makna sinkronik dan diakronik. Hasil penelitian menunjukkan pada kata maut dalam al-Qur’an memiliki makna dasar sebagai mati atau diam, namun juga memiliki makna relasional yang merujuk pada perih dan kesulitan sebelum ruh meninggalkan jasad. Sementara itu, kata wafā memiliki makna dasar sebagai menyempurnakan sesuatu, dengan makna relasional mencakup perintah beriman, menepati janji, menyempurnakan balasan, keadilan, kematian, dan tidur. Kata ajal memiliki makna dasar sebagai batas waktu, dengan makna relasional mencakup jiwa, kematian, waktu yang ditetapkan, kehidupan, dan kerusakan. Secara pra-Qur’anik dan pasca-Qur’anik, ketiga kata ini mengalami perkembangan makna yang signifikan, dengan cakupan yang semakin luas mencakup aspek spiritual dan ketuhanan.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA: FOKUS PADA SLOW LEARNER DI SD Ryandi; Ecca, Suleha; Saifullah; Hanafi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i1.4857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan belajar Bahasa Indonesia yang dialami siswa kelas IV UPT SD Negeri 1 Rappang. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui penggunaan pendekatan deskriptif kualitatif dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, dengan melibatkan 52 siswa kelas IV dan guru kelas sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar jenis slow learner, dengan karakteristik seperti lambat dalam memahami materi, kesulitan membaca dan menulis, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas. Faktor internal, seperti motivasi rendah dan keterbatasan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal, seperti penggunaan pendekatan pembelajaran konvensional, berkontribusi terhadap kesulitan ini. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pentingnya pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih individual dan inovatif untuk mendukung siswa slow learner. Guru disarankan untuk menerapkan metode pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada siswa, sementara orang tua diharapkan memberikan dukungan emosional dan stimulasi belajar di rumah. Pendekatan kolaboratif antara guru dan orang tua diperlukan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA: FOKUS PADA SLOW LEARNER DI SD Ryandi; Ecca, Suleha; Saifullah; Hanafi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i1.4857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan belajar Bahasa Indonesia yang dialami siswa kelas IV UPT SD Negeri 1 Rappang. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui penggunaan pendekatan deskriptif kualitatif dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, dengan melibatkan 52 siswa kelas IV dan guru kelas sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar jenis slow learner, dengan karakteristik seperti lambat dalam memahami materi, kesulitan membaca dan menulis, serta membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas. Faktor internal, seperti motivasi rendah dan keterbatasan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal, seperti penggunaan pendekatan pembelajaran konvensional, berkontribusi terhadap kesulitan ini. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pentingnya pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih individual dan inovatif untuk mendukung siswa slow learner. Guru disarankan untuk menerapkan metode pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada siswa, sementara orang tua diharapkan memberikan dukungan emosional dan stimulasi belajar di rumah. Pendekatan kolaboratif antara guru dan orang tua diperlukan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Tradisi Sima’an Bil Ghaib pada Santri Tahfizh : Studi Living Qur’an Pondok Pesantren Tahfizh Ulumul Qur’an Sei Rotan, Deli Serdang Lubis, Shofiyatun Nafisah; Ryandi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55612

Abstract

ABSTRACT This research focuse to the implementation of sima’an bil ghaib as a Qur’anic memorization preservation practice at Pondok Pesantren Tahfizh Ulumul Qur’an Sei Rotan (PTUQSR), Deli Serdang. As an Islamic boarding school specializing in Qur’anic memorization, PTUQSR incorporates this tradition into its regular educational activities to support the accuracy of recitation, maintain the quality of students’ memorization, and cultivate discipline in engaging with the Qur’an. Since 2024, sima’an bil ghaib has been consistently practiced and has become an essential element of the institution’s memorization development program.This research adopts a qualitative design grounded in the Living Qur’an perspective, which seeks to examine how Qur’anic values and teachings are manifested through religious and social practices within the pesantren community. Data were obtained through participant observation, semi-structured interviews with teachers and students, and the examination of relevant institutional documents related to the implementation of sima’an bil ghaib. The collected data were interpreted using a descriptive-analytical approach to uncover the meanings, functions, and educational significance of this tradition in the context of Qur’anic memorization.The findings indicate that sima’an bil ghaib plays an important role in enhancing the retention and accuracy of students’ memorization, strengthening the regular practice of muraja’ah (revision), and encouraging learners to expand their memorization achievements. Moreover, the activity contributes to the development of a stronger spiritual connection between students and the Qur’an while fostering a supportive academic environment centered on tahfizh education. The tradition also serves as a collective evaluation mechanism through which teachers and students can continuously monitor and assess memorization performance. These results demonstrate that sima’an bil ghaib extends beyond its instructional function and contributes to the establishment of a Qur’anic culture that sustains and enriches the long-term development of tahfizh programs within the pesantren setting.