Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Metode Tahfizul Qur’an pada Anak Kelompok B di Taman Kanak-Kanak Islam El-Fathin Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Purnamasari; Istikomah; Hidayah, Novita Nurul
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2023): (Februari 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v3i1.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penigkatan perkembangan kemampuan kognitif melalui metode Tahfizul Quran di TK Islam El Fathin Rimbo Ulu. Kemampuan kognitif yang akan ditingkatkan adalah kemampuan mengingat materi pembelajaran yang menjadi kendala guru karena anak mengalami masalah rendahnya kemampuan kognitif dalam mengingat dan mengulang kembali materi pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) secara kolaboratif. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelompok B TK Islam El Fathin Rimbo Ulu yang berjumlah 12 anak. Objek penelitian adalah kemampuan kognitif anak melalui metode Tahfizul Quran. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar penelitian, untuk dokumentasi menggunakan kamera foto untuk mendokumtasikan segala aktivitas anak selama kegiatan dan wawancara menggunakan pedoman wawancara dengan guru kelompok B untuk mengetahui kondisi dan permasalahan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan kognitif anak berkembang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan awal kognitif anak prasiklus dengan tingkat perkembangan 25%. Dari pertemuan siklus I tingkat perkembangan kognitif anak sudah mencapai 66,66%. Sedangkan pada siklus II peserta didik menunjukan tingkat perkembangan kognitif anak sudah mencapai 83,33%.
Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Teknik Membatik dengan Media Pelepah Pisang Pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Pelita Hati Kabupaten Bungo Sadi, Putri Permata; Istikomah; Adilla, Ulfa; Hidayah, Novita Nurul; Misnawati
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2023): (September 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v3i2.607

Abstract

Sebagian besar anak belum mengetahui kreativitas dalam pelajaran membatik, kurang nya pengetahuan, keterbatasan bahan ajar, dan tidak menggunakan media saat mengajar sehingga proses belajar mengajar sedikit terhambat dengan menggunakan media pelepah pisang bertema tanaman di harapkan mampu menjawab tujuan dalam penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anak melalui teknik membatik dengan media pelepah pisang di PAUD Pelita Hati Limbur Baru. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Model Kemmis and Taggart merupakan model kedua yang dikembangkan atas dasar ide ahli Kurt Lewin. Dalam model ini masing-masig mencakup sejumlah siklus, terdiri dari tahap-tahap: perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi dan perencanaan ulang. Proses pembelajaran di PAUD Pelita Hati oleh 20 anak dengan usia 4-5 Tahun. Penggunaan media pelepah pisang dalam pembelajaran kreativitas anak, membuat anak-anak antusias untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penelitian dibuktikan adanya peningkatan kreativitas anak dalam membatik. Kondisi sikilus I persentase rata-rata meningkat menjadi 58,74%dan persentase rata-rata pada siklus II mampu meningkat hingga 85,62%dan melebihi nilai acauan atau standar dari skolah yaitu 75%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi penigkatan terhadap kemampuan kreativitas anak melalui membatik dengan pelepah pisang.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menjahit pada Anak Usia Dini Kelompok A TK Pertiwi Sidorejo Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo Utami, Tri; Istikomah; Hidayah, Novita Nurul; Misnawati; Ayu Pertiwi, Linda
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2024): (Februari 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v4i1.615

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pencapaian kemampuan fisik motorik anak usia dini kelompok A di TK Pertiwi Sidorejo Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo sebelum di adakannya kegiatan menjahit baju menggunakan kertas origami rendah yaitu 31,8% atau sebanyak 4 siswa. Setelah di lakukan perbaikan melalui PTK dengan kegiatan menjahit pola baju menggunakan kertas origami tingkat pencapaian motorik halus siswa meningkat secara signifikan. Pada akhir siklus I sebanyak 10 siswa atau 76,9% berhasil mencapai tahap BSB yang di tetapkan. Pada siklus II terjadi peningkatan sehingga jumlah siswa mencapai BSB menjadi 13 orang atau 100%. Hasil penelitian ini telah melampaui indikator kinerja. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tindakan kelas ini, hipotesis yang menyatakan “di duga dengan kegiatan menjahit dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini kelompok A di TK Pertiwi Sidorejo Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo” terbukti dan dapat di terima kebenarannya.
Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Permainan Bisik Berantai di Kelompok B Raudhatul Athfal Al Falah Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Purnama, Dewi; Istikomah; Hidayah, Novita Nurul
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): (September 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v4i2.624

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa melalui permainan bisik berantai. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B Raudhatul Athfal Al falah yang berjumlah 15 anak. Penelitian ini meliputi 2 siklus terdapat 3 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan Tindakan dan pengamatan,serta refleksi. Untuk pengumpulan datanya berupa lembar observasi, dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada pra siklus terlihat persentase kemampuan dalam mengenal permainan bisik berantai anak pada pra siklus sebesar 13% mengalami peningkatan pada Siklus I sebesar 33,3% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 86,6% dari jumlah keseluruhan anak di kelompok B Raudhatul Athfal Al falah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa melalui permainan bisik berantai yang dilakukan telah terbukti dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak kelompok B Raudhatul Athfal Al falah.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Realia Sekolah Dasar Negeri 138/II Daya Murni Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Wandira, Silviana Ayu; Misnawati, Misnawati; Hidayah, Novita Nurul; Dewi, Yurnalisma
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v5i2.1097

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Proses dan hasil peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan media realia pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 138/II Daya Murni Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 13 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian difokuskan pada pembelajaran materi "Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan" menggunakan media realia seperti tumbuhan asli yang dicangkok, distek, dirunduk, dan dienten. Media realia yang digunakan berupa spesimen tumbuhan yang dapat dicangkok, distek, dirunduk, dan dienten. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek hasil belajar siswa secara kognitif. Pada tahap pra-siklus, ketuntasan belajar siswa sebesar 62,3%. Pada siklus I meningkat menjadi 67,67%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 89,46%. Penggunaan media realia terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perkembangbiakan vegetatif buatan, serta meningkatkan keterlibatan aktif dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Peran guru menjadi lebih aktif dan pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa melalui kegiatan pengamatan langsung, diskusi kelompok, dan praktik nyata. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media realia efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS.
Literature Review: Pendekatan Berdiferensiasi di Perguruan Tinggi Muzakki, M.; Hidayah, Novita Nurul; Istikomah, Istikomah; Anshori, Muhammad
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 12 No. 2 (2025): (October 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v12i2.1160

Abstract

Keberagaman mahasiswa di perguruan tinggi—meliputi perbedaan gaya belajar, kemampuan, minat, dan latar belakang—menuntut pendekatan pembelajaran yang responsif dan fleksibel. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yang menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis 11 artikel ilmiah terkait penerapan pendekatan berdiferensiasi di perguruan tinggi (2021–2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan berdiferensiasi dapat diterapkan secara efektif di perguruan tinggi melalui berbagai strategi inovatif seperti Picture and Picture, Brain-Based Learning, dan integrasi teknologi; (2) penerapannya berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, keterlibatan mahasiswa, literasi keberagaman, kepercayaan diri, serta sikap moderasi beragama; dan (3) terdapat peluang luas untuk mengintegrasikan pendekatan ini dengan model pembelajaran lain (seperti PBL, PjBL, atau blended learning) serta memperluasnya ke kegiatan ekstrakurikuler. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berdiferensiasi layak dikembangkan lebih lanjut sebagai respons terhadap keragaman dan kebutuhan belajar di perguruan tinggi.
Pustaka Pintar: Pendampingan Pendirian Perpustakaan Desa untuk Meningkatkan Literasi Anak Desa Mekar Sari Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Hidayah, Novita Nurul; Khamim, Siti; Anshori, Muhammad; Istikomah, Istikomah; Sundari, Gadis
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.22315

Abstract

Program PKM "Pustaka Pintar: Pendampingan Pendirian Perpustakaan Desa untuk Meningkatkan Literasi Anak di Desa Mekar Sari" bertujuan meningkatkan akses dan minat baca anak di pedesaan. Keterbatasan bahan bacaan dan sarana pendidikan menghambat budaya membaca. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaan. Survei awal menunjukkan minat baca tinggi pada anak, namun akses terbatas. Program ini mendirikan perpustakaan desa dengan koleksi buku dan fasilitas membaca yang nyaman. Kegiatan literasi seperti bimbingan membaca dan mendongeng meningkatkan kunjungan perpustakaan. Tantangan seperti koleksi buku terbatas, kurangnya staf, dan keberlanjutan operasional masih ada. Rekomendasi program adalah kerja sama dengan komunitas literasi dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan koleksi buku dan mengembangkan program literasi yang inovatif.
Principal Accountability In Enhancing The Quality Of Islamic Religious Education Instruction: A Qualitative Study At SMK-S Al-Inayah Nur Aulia, Ratu Candra; Muttaqin; Narti, Wiwin; Hidayah, Novita Nurul; Mabruri
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v1i2.1599

Abstract

Sustained efforts to elevate the quality of Islamic Religious Education (IRE) in vocational secondary schools depend critically on the managerial accountability exercised by the school principal, yet most Indonesian studies still treat principal accountability as an administrative checklist rather than as an instructional driver linked to specific subject domains. This study examines how principal accountability operates as an integrated mechanism of planning, supervision, evaluation, and culture-building that shapes the quality of IRE instruction at SMK-S Al-Inayah, Rimbo Bujang, Jambi Province, Indonesia. A qualitative case-study design was employed, with informants selected purposively, comprising one principal, one IRE coordinator-teacher, and one twelfth-grade student. Data were generated through non-participant classroom observation across four sessions, three semi-structured interviews of 45–60 minutes each, and documentary analysis of school work plans, supervision records, and learning achievement reports. Analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, and trustworthiness was established through source and method triangulation and member checking. The findings reveal that principal accountability is enacted through six concrete practices: setting competence standards, supervising instruction, evaluating learning outcomes, facilitating teacher professional development, partnering with parents, and producing periodic performance reports. Instructional quality is perceived along three dimensions: innovative methods, character formation, and management-curriculum alignment. The principal’s role is distributed across the planning, implementation, and evaluation phases of the instructional cycle, indicating that accountability functions less as bureaucratic compliance and more as instructional leadership. The study concludes that subject-specific, cyclical, and culture-embedded accountability is a feasible model for strengthening IRE quality in private vocational schools.
Wordwall-Based Gamified Instruction for Enhancing Primary Students’ Learning Interest in Islamic Religious Education: A Two-Cycle Classroom Action Research Hidayati, Tasyha; Andryadi; Hidayah, Novita Nurul; Kurniawan, Sugeng; Baili; Khairunnisa, Isti Fajri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Februari 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persistently low learning interest among Indonesian primary-school pupils in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) constrains the depth of moral and cognitive engagement that the subject is intended to develop. Although Wordwall, a browser-based gamified-learning platform, has been examined in thematic, science, and mathematics instruction, its behavioral effect within the PAI context of Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) remains underexplored. This study examined whether structured Wordwall use raises learning-interest indicators across two action-research cycles. Following the Kemmis and McTaggart spiral model, planning, action, observation, and reflection phases were enacted with 19 fourth-grade pupils (5 male, 14 female) at SDIT Mutiara Hati, Tebo Regency, during the even semester of 2024/2025. Wordwall activities (matching pairs, true-or-false, gameshow quiz) were embedded into PAI lessons on Praiseworthy Conduct (Akhlak Terpuji). Three behavioral indicators attention, active participation, and feelings of enjoyment were rated by two co-observers using a four-point rubric (±1 scale point inter-rater tolerance), supported by semi-structured interviews and photographic documentation. Quantitative scores were summarised as percentages; qualitative records were analysed through reduction, display, and verification. Mean learning interest rose from 38.0% (poor) at baseline to 56.5% (sufficient) after Cycle I and 81.0% (very good) after Cycle II, an absolute gain of 43.0 percentage points. All three indicators improved monotonically, with attention exhibiting the largest single-cycle gain (26.5 points, Cycle I). Wordwall-based gamified instruction is therefore an effective behavioural intervention for primary-school PAI in resource-constrained settings, and merits replication on larger samples and across different content domains
Teacher-Mediated Curriculum Negotiation: Integrating Islamic Values and the National Curriculum through Digital Learning at an Indonesian Madrasah Khairunnisa, Amalia Dinda; Adilla, Ulfa; Hidayah, Novita Nurul; Khamim, Siti; Hikmayani; Faliza
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v1i3.1601

Abstract

Perluasan pedagogi digital di sekolah-sekolah Islam telah mengintensifkan ketegangan antara transmisi nilai-nilai agama dan pemenuhan persyaratan akademik dan berbasis kompetensi dari kurikulum nasional Indonesia, namun bukti empiris tentang bagaimana guru benar-benar mendamaikan keduanya di tingkat kelas masih langka. Penelitian ini meneliti bagaimana guru di MTsS Minhajul Ishlah Tebo, sekolah menengah pertama swasta Islam di Provinsi Jambi, menegosiasikan nilai-nilai Islam dan tuntutan kurikulum nasional melalui praktik pembelajaran digital. Desain studi kasus kualitatif digunakan, berdasarkan data dari 14 informan, kepala madrasah, enam guru mata pelajaran agama dan umum, dan tujuh siswa dari kelas VIII dan IX yang dipilih secara sengaja. Data dihasilkan melalui 14 wawancara semi-terstruktur selama 45-60 menit, 12 observasi kelas menggunakan protokol terstruktur, dan analisis 21 dokumen perencanaan pelajaran dan bahan ajar digital. Analisis tematik mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan kredibilitas yang terjamin melalui triangulasi sumber dan metode dan pemeriksaan anggota. Lima tema yang saling terkait muncul: konvergensi kurikulum terjadi pada tingkat implementasi pedagogis daripada revisi dokumen formal; guru bertindak sebagai mediator nilai di seluruh mata pelajaran agama dan umum; media digital (grup WhatsApp, video instruksional, dan e-modul) berfungsi sebagai pembawa pesan moral dan agama; pembelajaran digital memperkuat motivasi siswa, pembentukan karakter, dan literasi digital; dan integrasi terkendala oleh kesenjangan infrastruktur dan kompetensi digital guru yang tidak merata. Studi ini menyimpulkan bahwa negosiasi tingkat kelas, yang didukung oleh agensi guru dan mediasi digital, menawarkan model yang layak untuk pengembangan pelajar holistik di sekolah-sekolah Islam dan menunjukkan perlunya pengembangan kapasitas kelembagaan.