Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Teknik Modeling pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di PAUD Harapan Baru Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo Elaniati; Noviriani; Pajrini, Ani
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): (September 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alayya.v4i2.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak PAUD Harapan Baru melalui teknik modeling dengan (syimbolic modeling) atau dengan menonton film. Keterampilan berbicara pada anak-anak dilihat dari kemampuan anak dalam berbicara lancar dengan kalimat sederhana dan dipahami orang lain, menjawab pertanyaan, dan kegiatan monolog yang bercerita mengenai film yang telah mereka lihat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, subjek yang diteliti anak-anak di PAUD Harapan Baru Dusun Baru Lubuk Mengkuang yang berjumlah 12 anak, terdiri dari 6 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Objek dalam penelitian ini kemampuan berbicara. Tindakan yang dilakukan berupa pembelajaran melalui teknik modeling (syimbolic modeling) dengan menonton film. Teknik modeling dengan menonton film dilakukan dalam siklus I dan II yang berupa kegiatan dialog dan monolog, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbicara pada anak, hal ini dibuktikan pada kemampuan awal kemampuan berbicara yaitu 74,3% kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan perolehan 1 orang anak (MB), 5 orang anak (BSH), dan 6 orang anak (BSB). Pada siklus I ini kemampuan berbicara anak belum tercapai. Hasil analisis pada siklus II dari 12 orang anak terdapat 10 orang anak yang memiliki kemampuan berbicara (BSB) dan 2 orang anak memiliki kemampuan berbicara (BSH). Pada siklus ini kemampuan berbicara anak sudah tercapai sebesar 85,5%. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa teknik modeling dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini di PAUD Harapan Baru T.A 2023/2024.
Pelaksanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Bagi Anak Suku Anak Dalam di Desa Pematang Kabau II Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Yuisman, Dedi; Juliana, Rina; Noviriani
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2023): (April 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v10i1.494

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan pembelajaran baca tulis al-Qur’an bagi anak Suku Anak Dalam di Desa Pematang Kabau II, proses pembelajaran baca tulis al-Qur’an bagi anak Suku Anak Dalam di Desa Pematang Kabau II, evaluasi pembelajaran baca tulis al-Qur’an bagi anak Suku Anak Dalam di Desa Pematang Kabau II. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach), penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi dan untuk menganalisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil temuan peneliti, dapat diambil kesimpulan bahwa perencanaan pembelajaran baca tulis al-Qur’an bagi anak Suku Anak Dalam belum maksimal disebabkan karena guru belum berpengalaman dan merencanakan. Proses pembelajaran baca tulis al-Qur’an bagi anak Suku Anak Dalam juga berdampak karena guru tidak merencanakan apa yang harus dicapai. Evaluasi pembelajaran baca tulis al-Qur’an dilakukan perminggu dengan menguji anak satu persatu membaca, menulis al-Qur’an.
Membentuk Akhlak Anak dengan Menghafal dan Tadabbur Al-Quran di Madrasah Alam Ya Bunayya Muara Bungo Awaluddin; Solihin, Muhammad; Noviriani
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2022): (Oktober 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v9i2.508

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci pedoman hidup yang dijaga keasliannya oleh Allah SWT dengan banyak cara, salah satunya adalah melalui para penghafal al-Qur’an yang dipilih untuk menjaga kalam Allah yang Mulia di dalam fikiran dan hatinya. Oleh karena itu, banyak Madrasah yang berbasis Islam mengadakan program hafalan al-Quran sebagai salah satu program unggulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode al Jawarih di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo dan mengetahui implikasi metode al Jawarih dalam menghafal dan mempelajari al Qur’an terhadap akhlak santri di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo. Metode penelitan ini adalah deskriptif kualitatif.Penelitian ini di RA Alam Yaa Bunayya. Teknik pengumpulan data diambil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan menghafal ayat-ayat al Qur’an dengan menggunakan gerakan, tadabbur makna ayat perkata dan keseluruhan, dan implementasi memahami kandungan ayat dengan cara visual secara langsung membuat pembelajaran tahfidz sangatlah menyenangkan, tidak membosankan, dan sangat berkesan bagi para peserta didik di Madrasah Alam Ya Bunayya Bungo. Dan dari proses pembelajaran tersebut peserta didik merasakan kehadiran Allah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha penyayang selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada manusia sehingga muncullah rasa berkasih sayang sesama manusia serta syukur yang di aplikasikan dengan mengerjakan sholat, mengaji, belajar yang baik, berbuat kebajikan kepada orangtua guru dan kawan-kawan di Madrasah maupun di rumah.
Pengaruh Keteladanan Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Etika Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo (Studi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Bungo) Puji Lestari, Devi; Noviriani; Sungkowo
MUTAADDIB : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/mutaaddib.v2i1.638

Abstract

Pendidikan bagi siswa bersumber dari konsep-konsep yang ada dalam ajaran Islam, etika sangat berkaitan dengan diri, orang tua, guru, teman dan masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keteladanan guru (X1) terhadap etika siswa (Y) serta budaya sekolah (X2) terhadap etika siswa (Y) serta keteladanan siswa dan budaya sekolah terhadap etika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif metode survey, analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji t, uji anova. Pada penlitian ini populasi sebanyak 48 siswa, sampel yang diambil adalah kseluruhan siswa yaitu 48. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket (kuisioner), observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan analisis data dan uji hipotesis menggunakan bantuan program SPSS didapatkan nilai pada uji t X1 terhadap Y yaitu thitung sebesar 12,683. Maka diketahui bahwa thiting (12,683) > ttabel (2,05183) dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru (X1) berpengaruh terhadap etika siswa (Y) atau Ha diterima dan Ho ditolak serta hasil dari nilai korelasi (r) adalah 0,951,hal tersebut menunjukkan bahwa antara keteladanan guru (X1) terhadap etika siswa (Y) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Kemudian nilai uji t pada X2 terhadap Y yaitu thitung sebesar 12,300. Maka diketahui bahwa thitung (12,300) > ttabel (2,05183) dapat disimpulkan bahwa budaya sekolah (X2) berpengaruh terhadap etika siswa (Y) atau Ha diterima dan Ho ditolak serta hasil dari nilai korelasi (r) adalah 0,944, hal tersebut menunjukkan bahwa antara budaya sekolah (X2) terhadap etika siswa (Y) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Selanjutnya nilai uji anova pada X1 dan X2 terhadap Y yaitu nilai sig 0,824 maka diketahui bahwa sig 0,824 > 0,05 maka keteladanan guru (X1) dan budaya sekolah (X2) berpengaruh terhadap etika siswa (Y) atau Ha diterima dan Ho ditolak serta hasil dari nilai korelasi (r) adalah 0,972, hal tersebut menunjukkan bahwa antara keteladanan guru (X1) dan budaya sekolah (X2) terhadap etika siswa (Y) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh posituf dan signifikan antara keteladanan guru (X1) terhadap etika siswa(Y) serta ada pengaruh positif dan signifikan antara budaya sekolah (X2) terhadap etika siswa (Y) dan terdapat juga pengaruh positif dan signifikan antara keteladanan guru (X1) dan budaya sekolah (X2) terhadap etika siswa (Y).
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih di Kelas X (Studi Pada Madrasah Aliyah Swasta Al-Fattah Bungo) Erwindi; Noviriani; Sungkowo
MUTAADDIB : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2024): (October 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/mutaaddib.v2i2.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan model Project Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar siswa pada mata Pelajaran fikih materi pengurusan jenazah dikelas X MA Al-Fattah Sungai Binjai Kabupaten Bungo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Experiment dengan desain Pre experiment (non-desain). dan bentuk dari desainnya adalah pretest postest one grup design. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, karena mengambil seluruh populasi dari siswa kelas X di MA Al-Fattah Sungai Binjai dengan jumlah subyek penelitian 15 responden, penelitian ini hanya menggunakan satu kelas saja tanpa adanya kelas perbandingan. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif dan statistika analitik. Dan dua variabel yang ada yaitu variabel X (Model Project Based Learning) dan variabel Y (Hasil Belajar Siswa). Kemudian data peneliti dari dua variabel tersebut diolah untuk mengetahui dan menjawab pertanyaan peneliti. Peneliti melakukan Pretest dan Postest untuk memperoleh data variabel X dan Variabel Y. Dari Hasil analisis statistik dengan paried sample t-test dengan mengunakan uji t dapat diketahui bahwa nilai t tabel sebesar 1,753. Dengan frekuensi (dk) sebesar 15-1=14 pada taraf signifikan 0,05% diperoleh -4.381. oleh karena itu -t hitung < - t tabel pada taraf signifikan 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima yang berarti bahwa ada pengaruh dalam menerapkan model project-based learning terhadap hasil belajar siswa.
STRATEGIES FOR INTERNALIZING MORAL VALUES IN GENERATION Z THROUGH AKIDAH AKHLAK LEARNING AMID DIGITAL DISRUPTION Nadiroh, Reva Safa’atun; Noviriani; Mabruri; Farizi, Ahmad Al; Yani, Ahmad; Adilla, Ulfa
Irfani Vol. 19 No. 2 (2023): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v19i2.7863

Abstract

Generation Z students in Indonesian madrasah are growing up in a learning environment saturated with social media, short-form video, and algorithmically curated content, conditions that have shifted how they encounter and weigh moral information. This study examined how Akidah Akhlak teachers internalized moral values amid such digital disruption at Madrasah Tarbiyah Islamiah, Bungo Regency, Jambi Province, Indonesia. A qualitative case study was conducted between July and October 2025 with 8 teachers and 15 Grade IX students; data were collected through 24 classroom observations, semi-structured interviews recorded with a Sony ICD-PX470 voice recorder (±0.01% time-base accuracy), and document analysis of lesson plans and assessment artifacts. Transcripts were coded thematically using a constant-comparison procedure, with inter-rater agreement at Cohen’s kappa = 0.83 across two coders. Four operative strategies emerged: Islamic digital literacy, teacher exemplarity (uswah hasanah), technology-based spiritual habituation, and adaptive curriculum integration. The proportional distribution across 24 sessions showed direct exemplarity at 28%, digital storytelling at 22%, group reflection at 18%, Quranic-text contextualization at 16%, and habituation routines at 16%. A four-stage workflow (diagnostic, content design, classroom enactment, reflective evaluation) supported coherent application of these strategies and fed iterative refinement into subsequent cycles. The findings indicate that internalization works best when digital pedagogy and prophetic exemplarity reinforce one another rather than compete. The study contributes a context-grounded operational template for moral education in madrasah settings facing accelerating digital pressures and offers a basis for future quasi-experimental testing of strategy combinations
TECHNOLOGY AND GENERATION Z SPIRITUALITY IN INDONESIA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW WITH KEYWORD CO-OCCURRENCE MAPPING Muallim, M. Nuri; Andryadi; Noviriani; Aulia, Nila; Adilla, Ulfa; Narti, Wiwin
Irfani Vol. 19 No. 2 (2023): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v19i2.7864

Abstract

Generation Z Indonesians, born between 1997 and 2012, navigate religious meaning-making inside an information environment in which TikTok, Instagram, prayer-reminder apps, and online da’wah communities have become primary spiritual venues. This study reviewed how the published literature has characterised that shift and where the evidence base remains uneven. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 protocol across the Scopus and SINTA databases, supplemented by Google Scholar hand-searching, with a search window from January 2014 to October 2023. Of 359 records identified, 287 remained after duplicate removal; title-and-abstract screening excluded 168, and full-text assessment excluded a further 67, leaving 52 articles for qualitative synthesis. Bibliometric mapping with VOSviewer produced a five-cluster keyword co-occurrence network around digital da’wah and platforms, Generation Z identity and community, Islamic education, digital risks, and literacy and ethics. Thematic distribution shifted noticeably across four year-bands: digital da’wah accounted for 44% of the 2014–2016 articles but only 21% of the 2022–2023 articles, while literacy and ethics grew from 12% to 13% and risks from 11% to 17%. A typological quadrant of fourteen digital practices placed Quran-reader apps, prayer-reminder apps, verified online kitab archives, webinar kajian, and digital muhasabah journals in the Adopt quadrant; TikTok short da’wah clips, Instagram preacher celebrities, and online hijrah communities in the Guarded Adopt quadrant; and unverified fatwa forums, algorithmic feed scrolling, and auto-play religious entertainment in the Defer quadrant. The synthesis suggests that Generation Z spirituality in Indonesia has become a hybrid practice in which institutional authority, peer affirmation, and platform affordances jointly shape religious experience.
DHUHA PRAYER HABITUATION AS A PATHWAY TO SPIRITUAL INTELLIGENCE: A QUALITATIVE STUDY AT A VOCATIONAL HIGH SCHOOL Sulistia, Nita; Noviriani; Narti, Wiwin
Irfani Vol. 20 No. 2 (2024): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v20i2.7866

Abstract

This study investigates the implementation of the Dhuha prayer program at SMK Negeri 3 Bungo, focusing on its operational mechanism, the constraints encountered, and the strategies developed to optimize its impact on students’ spiritual intelligence. A qualitative descriptive design was employed. Data were obtained through participatory observation across forty consecutive prayer sessions, semi-structured interviews with six purposively selected key informants (two vice principals, two Islamic-education teachers, and three students), and documentation of attendance logs and assessment records. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, and credibility was established through source and method triangulation. Findings reveal that the program is delivered through a rotational class schedule, supervision by first-period teachers, and integration with religious-attitude assessment. Observable outcomes include increased discipline, improved emotional stability, and reduced rule violations. Operational constraints concentrate around facility limitations, low intrinsic motivation among students, prayer-hall positioning, and limited mentoring by religiously qualified teachers. The school responded through self-reliant prayer-gear policies, educational sanctions, teacher modeling, and reinforced attendance accountability. The study concludes that Dhuha prayer, when systemically managed, functions as an effective spiritual-habituation mechanism that strengthens spiritual intelligence and supports the affective dimension of vocational education
Internalizing Islamic Educational Philosophy Epistemology to Construct Generation Z Religiosity in the Post-Truth Era: A Qualitative Study at an Indonesian Islamic University Husnul Khotimah; Noviana; Abadi, Rahman; Noviriani; Mualimin; Mabruri
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v2i2.1602

Abstract

The post-truth era, in which emotional resonance and identity-driven narratives often outweigh factual verification, has reshaped how Generation Z students access, interpret, and internalize religious knowledge through digital platforms. While prior studies have examined religious digital literacy and value-based character education in Indonesian Islamic schools, the role of the epistemology of Islamic educational philosophy in mediating Generation Z religiosity within non-state Islamic universities remains underexplored. This study investigates how the epistemological foundations of Islamic educational philosophy are internalized into the religiosity construction of Generation Z students at Universitas Islam Yasni Bungo, Jambi, Indonesia. Adopting a qualitative field-research design grounded in an interpretive paradigm, data were generated through semi-structured in-depth interviews with twelve students and six lecturers (purposively sampled), three months of participant observation across four academic and student-organization settings, and document analysis of curriculum syllabi, lecture materials, and student-organization records collected between February and April 2025. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model with both source and method triangulation to enhance trustworthiness, and member-checking with seven informants to verify interpretive accuracy. The analysis identified four interrelated mechanisms of epistemological internalization: dialogical and critical classroom practice rooted in the Qur'anic ḥiwār tradition; curricular integration that reconciles revelation, reason, and experience; lecturer modeling functioning as a hidden curriculum; and faith-based digital literacy emphasizing tabayyun. These mechanisms jointly cultivate a student religiosity that is reflective, rational, and resistant to disinformation rather than merely ritualistic. The study concludes that Islamic educational epistemology operates as a cognitive and normative filter that mediates students' engagement with digital religious discourse, offering a contextually grounded model for strengthening authentic religiosity in post-truth higher education.