Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGKAJIAN MANAJEMEN BENCANA MELALUI ANALISIS ANGKA KEMATIAN DAN WAKTU TUNGGU PEMERIKSAAN PENUNJANG PASIEN DI IGD RSSA DALAM MENGHADAPI INSIDEN KORBAN MASAL TRAGEDI KANJURUHAN Agung, Suryanto Eko; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.13802

Abstract

Abstrak: Pengkajian Manajemen Bencana Melalui Analisis Angka Kematian dan Waktu Tunggu Pemeriksaan Penunjang Pasien di IGD RSSA dalam Menghadapi Insiden Korban Masal Tragedi Kanjuruhan. Departemen emergensi merupakan aspek yang esensial dalam suatu rumah sakit dimana kesiapsiagaan darurat rumah sakit penting untuk menjaga integritas sistem pelayanan kesehatan selama bencana maupun insiden korban masal (MCI). Penelitian ini bermaksud untuk melakukan penilaian terhadap manajemen kedaruratan instalasi gawat darurat (IGD) RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) melalui analisis angka kematian dan waktu tunggu pemeriksaan penunjang (foto toraks - CXR) seluruh pasien di IGD RSSA sebelum dan ketika fase respon pada MCI tragedi Kanjuruhan dengan studi potong lintang dimana analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan didapatkan bahwa Jumlah pasien pada 7 hari sebelum MCI di IGD RSSA sebanyak 440 pasien (45,98%) dan dalam 7 hari fase respon sebanyak 517 pasien (54,02%) dengan p=0,021 (p<0,05). Rata-rata angka kematian IGD sebanyak 4 dan 5 kasus, p=0,186 (p>0,05). Sedangkan waktu tunggu CXR adalah 2.60 dan 2.16 jam dengan p=0.73 (p>0,05). Peningkatan jumlah pasien yang signifikan pada MCI tragedi Kanjuruhan dan tidak diikuti peningkatan angka kematian dan waktu tunggu CXR pasien IGD RSSA pada periode yang sama menunjukkan bahwa manajemen mutu  pelayanan IGD tetap kondusif dalam menghadapi tragedi kanjuruhan
Laporan Kasus: KERACUNAN SENG FOSFIDA TERKAIT PERCOBAAN BUNUH DIRI Abdullah, Taufiq; Zaiyanah, Munsifah; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.04.7

Abstract

Seng fosfida telah lama digunakan sebagai rodentisida. Seng fosfida yang tertelan dapat berubah menjadi gas fosfin di dalam tubuh sehingga setelah diabsorbsi melalui gaster dan intestinal akan terdistribusi melalui sistem sirkulasi  hingga mencapai hepar dan paru-paru. Gas fosfin memiliki sejumlah efek toksik metabolik dan non metabolik. Kolaps sirkulasi, hipotensi, gejala syok, miokarditis, perikarditis, edema paru akut, dan gagal jantung kongestif adalah gejala klinis yang sering ditemukan. Artikel ini mempresentasikan kasus seorang laki-laki berusia 44 tahun dengan keracunan seng fosfida terkait percobaan bunuh diri. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan bahwa perawatan simtomatik dan suportif di Unit Gawat Darurat dapat menyelamatkan hidup walaupun tidak didapatkan riwayat keracunan yang memadai dan tidak ada antidot khusus untuk agen yang dikonsumsi.
Gambaran Kasus Intoksikasi Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Tahun 2021-2022 Abdullah, Taufiq; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16476

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan populasi yang padat dan masuk dalam 5 besar negara dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Sampai saat ini belum ada basis data terkait kasus keracunan yang tercatat secara resmi di Indonesia. Sudah saatnya kasus keracuanan mendapatkan perhatian lebih terkait diagnosis dan penatalaksanannya. Menggunakan metode penelitian deskriptif, peneliti mengumpulkan 68 sampel pada tahun 2021-2022, yang semuanya adalah pasien dengan intoksikasi yang datang ke IGD RS Saiful Anwar Malang. Berdasarkan variabel jenis kelamin, terdapat 38 pasien laki-laki dan 28 pasien perempuan.. Pada variabel triase didapatkan 6 pasien kategori hijau, 46 pasien kategori kuning, dan 16 pasien kategori merah Pada variabel dokter penanggung jawab yang merawat pasien kasus terbanyak di disposisi pada bagian penyakit dalam 56 kasus, bagian bedah 4 kasus, bagian mata 4 kasus, bagian anak 2 kasus, dan bagian paru 2 kasus. Pada variabel penyebab keracunan, yang terbanyak yaitu alkohol sebanyak 26 kasus, obat obatan sebanyak 15 kasus, agen kaustik sebanyak 14 kasus, pestisida sebanyak 5 kasus, asfiksian sebanyak 4 kasus, hidrokarbon 2 kasus, dan NAPZA sebanyak 2 kasus. Variabel terakhir mengkategorikan status keluar dari IGD RSSA, rawat inap (MRS) 41 kasus, pulang ats permintaan sendiri (PAPS) 16 kasus, KRS (dipulangkan) 9 kasus, meninggal 1 kasus dan masuk ruang operasi 1 kasus. Kasus keracunan terbanyak di IGD RSSA pada periode penelitian ini adalah keracunan alkohol dengan proporsi P1 yang lebih besar dibandingkan dengan intoksikasi lainnya. Sebagian besar pasien dengan kasus keracunan memerlukan rawat inap untuk observasi dan penanganan lebih lanjut
EDUKASI PENANGANAN AWAL GIGITAN ULAR DI DESA KEDUNGSALAM DAN BANJAREJO KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG Putra, Exgha Dwi; Prasetyadjati, Ari; Zaiyanah, Munsifah; Hevy, Nuretha; Mustafa, Ahmadal; Fitriyani, Insan; Kinanda, Erka Wahyu; Lian, Johnatan De; Analisa, Sabrina
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2213

Abstract

Snake bites are classified as a "Neglected Tropical Disease" by the WHO, with over 100,000 deaths occurring annually worldwide, primarily in densely populated developing countries, including Indonesia. Farmers are the most vulnerable group to snake bites, especially during the rainy season and when agricultural activities increase. In implementing programs to control incidents, several factors are needed, including the necessity for educational programs to enhance public understanding of the dangers of snake bites and preventive measures. Donomulyo is a district in Malang Regency, East Java Province, Indonesia. Donomulyo is located in the southwest part of Malang Regency, with the majority of its population working as seasonal farmers who cultivate various commodities such as rice, sugarcane, corn, and coconuts. The methods used in this activity include outreach, pre-tests and post-tests, educational videos, and practical sessions. After these activities, an evaluation will be conducted comparing pre-test and post-test scores, followed by normality tests and difference tests using the Wilcoxon test.The results showed that there were 46 participants, consisting of 44 males and 2 females, where most participants were farmers—a profession with a high risk of snake bites. From the normality test results, it was found that the data were not normally distributed; therefore, the Wilcoxon test was used. The results indicated a significant difference between pre-test and post-test scores with a value of 0.002 (<0.005).
Model Prediktor Prognosis Pasien Trauma Multipel Berdasarkan Lokasi Anatomis Cedera di RSSA Malang, Indonesia: Sub-Studi dalam Penyusunan Model Multikomponen: Hasil Penelitian Prasetyadjati, Ari; Setijowati, Nanik; Irsan, Istan Irmansyah; Zaiyanah, Munsifah; Johan, Willy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 9 (2025): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i9.1316

Abstract

Introduction: Management of trauma still poses a challenge in Indonesia without significant improvement in mortality rates in the last 12 years, especially in multiple trauma involving at least 2 organ systems. This study aims to predict the prognosis of multiple trauma patients treated at Saiful Anwar Hospital (RSSA) Malang based on the anatomical location of the injury. Methods: Retrospective cohort study of 506 multiple trauma patients in RSSA during 2021-2022. The analyses used a chi square test and logistic regression test to obtain a regression equation. Results: Multiple trauma cases in RSSA were dominated by males in productive age (15-54 years). Head injury was the most influential variable in predicting the prognosis of multiple trauma patients in hospital, followed by thoracic injury, spinal injury, and abdominal injury. The logistic regression model was quite capable of explaining the data (p=0.931; Hosmer-Lameshow test), while the area under the curve (AUC-ROC) for prognosis in hospital care from this equation was 0.706 with a 95% confidence interval of 0.653-0.759 (good category). Conclusion: Head injuries, thoracic injuries, abdominal injuries, and spinal injuries are predictors of mortality of trauma cases in hospital care in RSSA, Malang, Indonesia.
Gejala Akut Abdomen Terselubung pada Pasien Gagal Jantung Akut: Identifikasi Awal dengan Ultrasonografi Darurat: Laporan Kasus Nugroho, Hari Adityo; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 4 (2025): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i4.1274

Abstract

Background: The use of USG (ultrasonography) in the ED (emergency department) has grown rapidly to aid decisions on management. Case: A 71-year-old woman with a history of heart disease, in shock condition, fever for 2 days, and diarrhea was referred with diagnosis of cardiogenic shock. On physical examination there were no signs of an acute abdomen, with suspicion of sepsis. Chest x-ray and urine examination did not find signs of infection. During treatment, consciousness and vital signs worsened; abdominal ultrasound showed signs of acute abdomen which was confirmed by 2-position abdominal x-ray. Discussion: In this case, the final diagnosis was septic shock with cardiogenic shock due to secondary peritonitis due to perforated viscous organ and electrolyte imbalance (mild hyponatremia and hypochloremia), altered mental state and geriatric problem. Surgery was not possible due to the patient’s condition. The patient succumbed on the 2nd day of treatment. Conclusion: Bedside ultrasound examination helps to establish an earlier diagnosis in patients especially with atypical symptoms and may be the key to providing better medical decisions in the ED.