Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Education Research

Pengaruh Sarana Prasarana dan Prasarana terhadap Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Rudin, Akhmad; Kusrina, Tity; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1093

Abstract

Pendidikan tidak dapat dilaksanakan tanpa kurikulum, bahwa kurikulum menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Sederhananya, kurikulum menjadi pedoman dalam pelaksanaan sekolah, karena kurikulum menjadi dasar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah hail ini salah satu faktor penyebab.kualitas pendidikan d Indonesia,sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia  masih tergolong rendah dikarenakan juga disebabkan  beberapa hal  yang lainnya  pertama, kurangnya sarana dan prasarana yang menjadi penunjang pembelajaran Misalnya  kurangnya gedung kelas pada  suatu sekolah menyebabkan jumlah murid disetiap melebihi kapasitas  Kedua,tenaga pendidik yang kurang profesional. Fasilitas pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan baik.dimaksud meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6) Penggunaan, (7) Pemeliharaan, dan (8) Penghapusan. Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolok ukur dari mutu sekolah. Tetapi fakta dilapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk itu diperlukan pemahaman dan pengaplikasian  manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan berbasis sekolah Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia.Peneliti menggunakan metode Kualitatif. ,teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah,sumber data primer ,dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam ,dan dokumentasi.Langkah langkag tang dilakukan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal adalah Pengelolaan sarana prasarana di SD Negeri Kecamatan suradadi Kabupaten Tegal, Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Negeri kecamatan suradadi kabupaten tegal
Analisis Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Kemandirian di Sekolah Dasar Nurbani, Anieq; Suriswo, Suriswo; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1394

Abstract

Dalam pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kemandirian dan kreatifitas peserta didik tidak dapat tumbuh begitu saja, akan tetapi perlu adanya dorongan atau stimulus yang diberikan baik dari wali murid, guru maupun lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi, tantangan, tindakan dan refleksi yang dilakukan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitian merupakan sampel empat SD beradasarkan letak geografis dan perwakilan dari masing masing daerah binaan yang ada di Koordinator Wilayah Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menemukan bahwa guru yang mengajar di  SD Negeri di Kecamatan Talang Kabupaten Tegal melakukan berbagai cara untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas peserta didik di lingkungan sekolah seperti mempelajari lebih dalam tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila agar lebih fleksibel dalam memilih model, metode, bekerjasama dengan guru lain dan melakukan pendampingan pada peserta didik.
Pengaruh Sarana Prasarana dan Prasarana terhadap Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Rudin, Akhmad; Kusrina, Tity; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1093

Abstract

Pendidikan tidak dapat dilaksanakan tanpa kurikulum, bahwa kurikulum menjadi bagian integral dari proses pendidikan. Sederhananya, kurikulum menjadi pedoman dalam pelaksanaan sekolah, karena kurikulum menjadi dasar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah hail ini salah satu faktor penyebab.kualitas pendidikan d Indonesia,sehingga mengakibatkan kualitas pendidikan di Indonesia  masih tergolong rendah dikarenakan juga disebabkan  beberapa hal  yang lainnya  pertama, kurangnya sarana dan prasarana yang menjadi penunjang pembelajaran Misalnya  kurangnya gedung kelas pada  suatu sekolah menyebabkan jumlah murid disetiap melebihi kapasitas  Kedua,tenaga pendidik yang kurang profesional. Fasilitas pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture). Agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan, hendaknya dikelola dengan baik.dimaksud meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengadaan, (3) Inventarisasi, (4) Penyimpanan, (5) Penataan, (6) Penggunaan, (7) Pemeliharaan, dan (8) Penghapusan. Sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi salah satu tolok ukur dari mutu sekolah. Tetapi fakta dilapangan banyak ditemukan sarana dan prasarana yang tidak dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk itu diperlukan pemahaman dan pengaplikasian  manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan berbasis sekolah Secara umum sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan di dalam pelayanan publik, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia.Peneliti menggunakan metode Kualitatif. ,teknik pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah,sumber data primer ,dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam ,dan dokumentasi.Langkah langkag tang dilakukan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal adalah Pengelolaan sarana prasarana di SD Negeri Kecamatan suradadi Kabupaten Tegal, Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa di SD Negeri kecamatan suradadi kabupaten tegal
Analisis Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Kemandirian di Sekolah Dasar Nurbani, Anieq; Suriswo, Suriswo; Apriani Fr, Dewi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1394

Abstract

Dalam pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kemandirian dan kreatifitas peserta didik tidak dapat tumbuh begitu saja, akan tetapi perlu adanya dorongan atau stimulus yang diberikan baik dari wali murid, guru maupun lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi, tantangan, tindakan dan refleksi yang dilakukan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitian merupakan sampel empat SD beradasarkan letak geografis dan perwakilan dari masing masing daerah binaan yang ada di Koordinator Wilayah Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menemukan bahwa guru yang mengajar di  SD Negeri di Kecamatan Talang Kabupaten Tegal melakukan berbagai cara untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas peserta didik di lingkungan sekolah seperti mempelajari lebih dalam tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila agar lebih fleksibel dalam memilih model, metode, bekerjasama dengan guru lain dan melakukan pendampingan pada peserta didik.