Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa Khomaria, Lailatul; Chadra, Ratnasari Dwi Ade; Dewi, Eka Olivia
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1524

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui permainan tradisonal egrang batok kelapa pada anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Wonogriyo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis & Tanggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Wonogriyo yang berjumlah 30 anak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yakni observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun melalui permainan tradisional egrang batok kelapa meningkat sangat baik. Hal ini terlihat dari keberhasilan pada setiap siklus, yang mana perolehan hasil penelitian pada pra siklus sebesar 30%, pada siklus 1 sebesar 56,7% dan siklus II sebesar 86,7%.
Implementasi Game-Based Learning untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Andini, Septia; Dewi, Eka Olivia; Pinanta, Raden Roro Maya Candra
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.6502

Abstract

Keterampilan sosial merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini, karena berperan dalam membentuk kemampuan anak untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi GBL dalam pembelajaran anak usia dini, mengetahui dampaknya terhadap keterampilan sosial anak, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GBL mampu meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini secara signifikan, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, dan empati. Persentase anak dengan keterampilan sosial berkembang baik meningkat dari 30% pada pra-siklus menjadi 85% setelah siklus II. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan GBL sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, ketersediaan media permainan, serta desain pembelajaran yang relevan dengan karakteristik anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa GBL merupakan strategi pembelajaran yang efektif dan layak diterapkan untuk mendukung perkembangan sosial anak usia dini.
Peningkatan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Puzzle Pada Anak Usia 4-5 Tahun di KB Mutiarahati Purnamasari, Ayu; Kharismawati, Indah; Dewi, Eka Olivia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4834

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menarik dan bermakna. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bentuk geometri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam mengenal berbagai bentuk geometri melalui aktivitas eksploratif yang berpusat pada anak dengan memanfaatkan media permainan puzzle di KB Mutiara Hati, Desa Karangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus selama empat minggu dengan subjek sebanyak 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indikator keberhasilan >75% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, mengelompokkan, dan menyebutkan bentuk-bentuk geometri secara bertahap hingga mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media permainan puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN MERONCE DENGAN MEDIA DAUN TEMBAKAU DI SPS KEMUNING 37 LAMPEJI MUMBULSARI Himah, Faikatul; Ashadi, Firman; Dewi, Eka Olivia
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8213

Abstract

Upaya mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak usia 4–5 tahun memerlukan kegiatan yang memberikan pengalaman langsung melalui koordinasi gerakan yang terarah. Penelitian ini memanfaatkan aktivitas meronce dengan bahan daun tembakau sebagai media untuk melihat perubahan capaian keterampilan tersebut dalam konteks pembelajaran di kelas. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pola siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang dilaksanakan pada 12 anak kelompok A di SPS Kemuning 37 Lampeji Mumbulsari. Data dikumpulkan melalui observasi selama kegiatan berlangsung serta dokumentasi sebagai pendukung, kemudian dianalisis menggunakan persentase untuk melihat kecenderungan perubahan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan adanya pergeseran capaian kemampuan anak secara bertahap dari kondisi awal ke tahap akhir tindakan, yang ditandai dengan meningkatnya ketepatan gerakan, kerapian hasil, serta kemampuan menyelesaikan aktivitas tanpa ketergantungan penuh pada bantuan guru. Penggunaan bahan alami dalam kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mendorong keterlibatan dan fokus anak selama proses berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas manipulatif yang dikombinasikan dengan media berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.