Mardiyanto, Ibnu
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tinjauan Viktimologi Terhadap Kejahatan Bunuh Diri (Victimless Crime) Mardiyanto, Ibnu
Jurnal Hukum Non Diskriminatif Vol. 1 No. 2: Januari 2023
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.132 KB) | DOI: 10.56854/jhdn.v1i2.137

Abstract

Bunuh diri merupakan upaya yang dilakukan dengan sadar untuk mengakhiri kehidupan, dimana seseorang secara sadar berkeinginan dan berusaha melaksanakan keinginannya untuk mati. Tindakan bunuh diri sendiri, hingga saat ini masih merupakan suatu misteri dengan beragam teori yang melandasinya. Pemaparan mengenai tinjauan hukum dari tindak pidana bunuh diri masih menjadi berbincangan di kalangan ahli hukum. Teori viktimologi mencoba untuk memberikan penjelasan kepastian hukum terkait bunuh diri sekaligus menjelaskan upaya preventif untuk mencegah bunuh diri. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan menganalisa suatu permasalahan hukum melaui studi kepustakaan untuk mengkaji dan menganalisa solusi terhadap permasalahan yang dibahas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dapat diklarifikasi bahwa dalam kajian viktomologi bunuh diri dapat dikategorikan ke dalam sebagai kejahatan tanpa korban dan untuk itu, bunuh diri sebagai kejahatan tanpa korban dapat ditangani dengan menggunakan sarana penal maupun non penal yang bertujuan untuk meminimaliris terjadinya bunuh diri.                                                                                                                    
Perlindungan Hukum Internasional Terhadap Anak Luar Kawin Pekerja Migran Indonesia (Analisis Kritis Penerapan Prinsip Non-Diskriminasi) Mardiyanto, Ibnu
PROGRESIF: Jurnal Hukum Vol 18 No 1 (2024): PROGRESIF: Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/progresif.v18i1.5119

Abstract

Extramarital children of Indonesian migrant workers face complex issues of identity and citizenship rights. In Indonesia, extramarital children often do not have birth certificates, which makes it difficult for them to access public services such as schools. The principle of non-discrimination is the most important in legal protection for extramarital children. The rights of children are recognized internationally in the Convention on the Rights of the Child, where the protection of the rights of extramarital children includes the protection of the juridical rights of extramarital children to demand recognition and validation, as well as the management of the citizenship status of the Republic of Indonesia for the child. The following results show that First, the application of the principle of non-discrimination is specifically recognized in the Convention on the Rights of the Child, which underlines the rights of children in the absence of discrimination based on the marital status of their parents and requires States Parties not to discriminate against them. Second, the implementation of children's rights, especially the rights of extramarital children of Indonesian migrant workers in various regulations in Indonesia, needs to be maintained consistently, involving aspects of substance, structure, and cultural values, so that they can provide tangible benefits and are based on a deep sense of justice. Keywords: protection of international law; extramarital child; non-discrimination
Problematika Kepentingan Nasional Sebagai Alasan Pengakhiran Perjanjian Internasional Mardiyanto, Ibnu
Jurnal Hukum dan Etika Kesehatan VOLUME 2 NOMOR 1
Publisher : Magister Ilmu Hukum - Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jhek.v2i1.46

Abstract

Evidence of the existence of the enforceability of international law is the reciprocal relationship between members of the international community, one of which can be implemented through international agreements. State relations in international agreements make th e no r m s born of them binding on the parties and make these norms guidelines for third party co untr ie s in entering into international contracts by the provisions applicable in the global legal s y s tem . The research method used in this article is normative legal research with the app ro ach us e d to analyze the problems in this research, including the conceptual approach and th e co m pa r ative approach. This study concludes that Indonesia's engagement as a third party in the 1969 Vienna Convention through the ratification process makes it obligatory to transform the provisions of international treaties in the Convention into its national legalsystem. One o f th e efforts to harmonize the Law on International Treaties with the 1969 Vienna Conventio n is to eliminate reasons of national interest as the reason for terminating participation in international agreements because these reasons are not regulated in the legal norms of international treaties.
Pelanggaran HAM Dalam Perdagangan Manusia Terhadap Pengungsi Rohingya Di Asia Tenggara Rohmah, Elva Imeldatur; Ilmiyah, Zainatul; Mardiyanto, Ibnu
Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): May
Publisher : Magister Hukum Tata Negara Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/sosyus.v5i1.777

Abstract

Etnis minoritas Rohingya mengalami diskriminasi, kekerasan, dan pengusiran oleh pemerintah dan militer Myanmar. Akibatnya, banyak pengungsi Rohingya mencari perlindungan di negara-negara tetangga, seperti Bangladesh, Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Namun, dalam perjalanan, mereka menjadi korban perdagangan manusia oleh sindikat kriminal yang mengeksploitasi mereka untuk tujuan seksual, tenaga kerja, atau organ tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia dalam perdagangan manusia terhadap pengungsi Rohingya terjadi dalam berbagai bentuk dan tingkat, yang melibatkan berbagai aktor, baik negara maupun non-negara. Kasus perdagangan manusia di Asia Tenggara, khususnya yang melibatkan etnis Rohingya, juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mencakup kekerasan dan diskriminasi, kurangnya sumber daya dan lapangan kerja, kondisi keamanan yang buruk, keterbatasan sumber makanan, keterlibatan organisasi kriminal, dan keterbatasan kapasitas ASEAN dalam menangani masalah ini. Upaya perlindungan dan pencegahan terhadap perdagangan manusia terhadap pengungsi Rohingya juga masih belum memadai, baik dari sisi hukum, kebijakan, maupun praktik.
Perlindungan Hukum Internasional Terhadap Anak Luar Kawin Pekerja Migran Indonesia (Analisis Kritis Penerapan Prinsip Non-Diskriminasi) Mardiyanto, Ibnu
PROGRESIF: Jurnal Hukum Vol 18 No 1 (2024): PROGRESIF: Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/progresif.v18i1.5119

Abstract

Extramarital children of Indonesian migrant workers face complex issues of identity and citizenship rights. In Indonesia, extramarital children often do not have birth certificates, which makes it difficult for them to access public services such as schools. The principle of non-discrimination is the most important in legal protection for extramarital children. The rights of children are recognized internationally in the Convention on the Rights of the Child, where the protection of the rights of extramarital children includes the protection of the juridical rights of extramarital children to demand recognition and validation, as well as the management of the citizenship status of the Republic of Indonesia for the child. The following results show that First, the application of the principle of non-discrimination is specifically recognized in the Convention on the Rights of the Child, which underlines the rights of children in the absence of discrimination based on the marital status of their parents and requires States Parties not to discriminate against them. Second, the implementation of children's rights, especially the rights of extramarital children of Indonesian migrant workers in various regulations in Indonesia, needs to be maintained consistently, involving aspects of substance, structure, and cultural values, so that they can provide tangible benefits and are based on a deep sense of justice. Keywords: protection of international law; extramarital child; non-discrimination
Membangun Keadilan dan Komitmen Global dalam Kebijakan Iklim Nasional: Analisis Reinterpretasi CBDR-RC di Indonesia Mardiyanto, Ibnu
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol 11, No 2 (2025): Published 31 Desember 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i2.5977

Abstract

AbstractThis study examines the interpretation and application of the principle of Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC) in Indonesia’s climate change policies within the international climate change law regime. The analysis focuses on how this principle is operationalized within the national legal framework to balance international obligations with the State’s domestic capacities. This research employs a normative legal method, drawing on statutory and conceptual approaches, through an analysis of relevant international legal instruments and Indonesia’s national climate policies. The findings demonstrate that the reinterpretation of the CBDR-RC principle provides a legal basis for Indonesia to adopt flexible and proportionate climate policies without compromising its obligation to contribute to global emission-reduction efforts. The application of this principle underscores the dimensions of distributive justice, sustainable development, and the protection of vulnerable groups, as reflected in the formulation of national climate policies, particularly through the Nationally Determined Contributions (NDC) mechanism. This study concludes that the CBDR-RC principle holds normative significance in strengthening the legal legitimacy of Indonesia’s position and in maintaining coherence between national law and international climate change law. AbstrakPenelitian ini menganalisis pemaknaan dan penerapan prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC) dalam kebijakan perubahan iklim Indonesia sebagai bagian dari rezim hukum perubahan iklim internasional. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana prinsip tersebut dioperasionalisasikan dalam kerangka hukum nasional untuk menyeimbangkan kewajiban internasional dengan kapasitas domestik negara. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis terhadap instrumen hukum internasional serta kebijakan iklim nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi prinsip CBDR-RC berfungsi sebagai dasar yuridis bagi Indonesia untuk mengadopsi kebijakan iklim yang fleksibel dan proporsional, tanpa menegasikan kewajiban kontribusi terhadap tujuan global pengurangan emisi. Penerapan prinsip ini menegaskan dimensi keadilan distributif, keberlanjutan pembangunan, dan perlindungan kelompok rentan, yang tercermin dalam perumusan kebijakan iklim nasional, khususnya melalui mekanisme Nationally Determined Contributions (NDC). Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip CBDR-RC memiliki signifikansi normatif dalam memperkuat legitimasi hukum posisi Indonesia serta menjaga konsistensi antara hukum nasional dan hukum perubahan iklim internasional.