Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Metode Blended Learning pada Pendidikan Politik di Organisasi Intra Sekolah Dalam Menanamkan Sikap Tanggung Jawab Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Tuban Dwi Wahyu Kartikasari; Hasanul Bulqiyah; Gufanta Hendryko Purba; Amar Zaki
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i2.10239

Abstract

Partisipasi politik yang rendah terkadang menunjukkan kurangnya kepedulian atau keterlibatan warga dengan urusan pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode blanded learning pada pendidikan politik di Organisasi Intra sekolah dalam menanamkan sikap tanggung jawab bagi siswa SMA di kabupaten Tuban. Penelitian ini dlatarbelakangi oleh peranan pemilih pemula dalam pemilu yang sebagian besar dilakukan oleh anak usia SMA. Penanaman sikap tanggung jawab dalam penggunaan hak pilih mereka dalam memilih pemimpin terbaik menurut mereka maupun menanmkan sikap tanggung jawab dalam berorganisasi sebagai bekal mereka untuk terjun ke masyarakat di kemudian hari perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk  mencari data yang diperlukan. Dari hasil yang ditemukan di lapangan, ditemukan bahwa metode blended learning telah dilakukan di beberapa sekolah di kabupaten Tuban. Pendidikan politik dilakukan oleh semua lini, yakni dari segi teoritis oleh guru mata pelajaran PKn serta bimbingan dalam tanggung jawab berorganisasi yang dilakukan oleh pembina osis serta pembelajaran mandiri dari berbagai sumber yang dilakukan oleh siswa atau pengurus OSIS. Low political participation sometimes indicates a lack of concern or involvement of citizens with government affairs. The purpose of this study was to determine the application of blended learning methods in political education in intra-school organizations in instilling an attitude of responsibility for high school students in Tuban district. This research is motivated by the role of novice voters in elections which are mostly carried out by high school age children. Instilling an attitude of responsibility in the use of their voting rights in choosing the best leaders according to them and instilling an attitude of responsibility in organizing as a provision for them to enter society in the future needs to be done. This study uses a qualitative method with a case study approach to find the required data. From the results found in the field, it was found that the blended learning method had been carried out in several schools in the Tuban district. Political education is carried out by all lines, namely from a theoretical point of view by Civics subject teachers as well as guidance in organizational responsibilities carried out by student council supervisors as well as independent learning from various sources carried out by students or student council administrators.
Menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045 Melalui Pendidikan Karakter Berbasis ISEQ Gufanta Hendryko Purba; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.512 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3642

Abstract

AbstrakPendidikan karakter berbasis IESQ merupakan suatu sistem pendidikan gabungan dari beberapa karakter kecerdasan, yakni kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Keseimbangan IESQ semestinya diterapkan dalam praktik pendidikan di Indonesia. Selain itu, untuk menyukseskan Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan karakter ini juga memerlukan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah saja tetapi dari seluruh elemen yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur yang berhubungan dengan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) yang kemudian dikombinasikan menjadi suatu kesatuan basis pendidikan karakter yang disebut sebagai IESQ. Konsep ini bisa menjadi sebuah solusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, IESQ, Indonesia Emas 2045 AbstractIESQ-based character education is a combined education system of several intelligence characters, namely intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ). The balance of IESQ should be applied in educational practices in Indonesia. In addition, to succeed Indonesia Emas 2045 through character education also requires participation and support from various parties, not only from the government but from all elements in the community. This study aims to analyze literature related to intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ) which are then combined into a unified character education base referred to as IESQ. This concept can be a solution to realize Indonesia Gold 2045.Keywords: Character Education, IESQ, Indonesia Gold 2045
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN NILAI MORAL MELALUI MATA KULIAH HUKUM ISLAM DI PRODI PPKN UNIVERSITAS DARMA AGUNG Purba, Gufanta Hendryko; Bety, Cici Fitri; Tarigan, Liasna br
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i5.3820

Abstract

Pembelajaran moral sudah kita terima melalui pendidikan PKKn sejak SD, namun implementasinya belum begitu terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Terlihat masih banyak anak didik termaksuk mahasiswa yang masih krisis moral. Hingga saat ini krisis moral semakin terlihat jelas,padahal negara kita merupakan negara yang berandaskan pancasila dan menjungjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Kurangnya kesadaran bangsa akan ajaran agamanya sehingga apa yang dilakukan tidak mencerminkan ajaran agamanya. Semua masyarakat warga negara beragama hanya saja ajaran moral dalam agama ini tidak selalu tercermin dengan baik. Tingkat kesadaran beragama inilah yang seharusnya memperbaiki moral kita. Seseorang yang memiliki ilmu yang benar disertai kesadaran yang baik untuk mengamalkan ilmunya,pastilah ia akan bertingkah laku sesuai dengan ilmu yang dimilikinya. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk mentransfer ilmu dari seseorang kepada orang lain. Semua mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan kepada peserta didik haruslah mengandung muatan pelajaran ahlak dan setiap guru atau dosen haruslah memperhatikan ahlak peserta didiknya. Dengan demikian mata kuliah hukum islam bertujuan untuk membentuk mahasiswa berahlak dan bermoral tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pemahaman mahasiswa prodi PKKn tentang pentingnya berahlak dan bermoral baik, dan (2) pola pikir mahasiswa universitas darma agung prodi PKKn setelah mempelajari hukum islam. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran moral melalui mata kuliah hukum islam di prodi PKKn termasuk kategori baik. Hal ini dilihat dari informasi mahasiswa darma agung.
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM KEPADA PEMILIH PEMULA PADA PESTA DEMOKRASI 2024 Purba, Gufanta Hendryko
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 6 No 2 (2024): EDISI BULAN MEI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v6i2.4458

Abstract

Tahun 2024, kita akan memasuki tahun pesta demokrasi sebagai sumber kekuatan politik di Indonesia dimana kita akan memilih satu dari sekian calon pemimpin. Pemilu di Indonesia merupakan suatu wujud nyata dari demokrasi, Pemilu di selenggarakan secara langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil. Pemilih pemula merupakan sasaran utama yang akan di perebutkan oleh berbagai partai politik. Oleh karena itu, sasaran penelitian kami ini adalah generasi muda yang baru pertama kali terjun kedunia demokrasi dan kepolitikan sebagai pengalaman pertama dalam memilih. metedologi yang kami lakukan adalah kualitatif, sosialiasi pendidikan politik demokrasi ke generasi muda di lingkungan masyarakat. Sosialisasi pendidikan politik ini bertujuan untuk umum bagi generasi muda yang memiliki hak suara. Sosialisasi ini merupakan penambah wawasan bagi calon pemilih muda dalam menghadapi pesta demokrasi di Idonesia terutama untuk pemilihan umum yang pertama sekali dalam hidup mereka. Menurut data dari KPU bahwa generasi z merupakan penentu keberhasilan pemilihan umum di tahun 2024 di sebabkan persentasen generasi z mendominasi sebagai peserta pemilu untuk tahun 2024. Gelombang pemilih pemula juga kerap mudah di pengaruhi oleh kadidat partai lainya, dengan adanya sosialisasi ini maka bisa membantu pemilih pemula dalam menghadapi situasi lingkungan sekitarnya dan tidak mudah terpengaruh dengan orang lain dan sadar akan arti penting pemilihan yang sesungguhnya.
The Shift of Gotong Royong Value of Karo Community in the Area around Mount Sinabung Purba, Gufanta Hendryko; Sundawa, Dadang
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.04.01.06

Abstract

This study is to find out the factors that Cause the shift in the value of gotong royong under the foot of Mount Sinabung. People who live in the foot of Sinabung mountain, used to be famous for the value of gotong royong that Inherent in every day of their daily life. Both in agriculture, as well as in traditional events, karo people have close values of gotong royong, in the form of joy and in the form of sorrow. However, at the time of the eruption, there was a huge impact on karo people, especially the shift in the value of gotong royong. So, the qualitative approach is chosen in this study with documentation methods, observation techniques and interviews. The findings of this study showed that as for the factors that led to the shift in the value of gotong royong among others, the eruption of Mount Sinabung, materialistic attitudes and individualistic lack of community participation in holding closely the value of gotong royong, plus the flow of modernization or globalization. It is expected that the government and the community cooperate to realize the values of gotong royong who are experiencing youth, socializing the planting of the value of gotong royong karo community, so that the younger generation will continue to preserve the value of gotong royong Karo community.