Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Habib Syech Assegaf's Preaching Strategy on Social Media: A Review Through Hovland's Response Theory Intan Muharni; Bukhori Bukhori; Nurseri Hasnah Nasution
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i1.1496

Abstract

Preaching through social media is a new phenomenon among Indonesian society, especially for Gen-Z. Habib Syech Assegaf is a contemporary cleric who has a moderate da'wah school, he provides Islamic values ​​to the wider community through social media. This study examines the da'wah strategy of Habib Syekh Assegaf on social media reviewed through the Response, Stimulus, Organism, Response (SOR) theory proposed by Hovland. This study aims to determine and describe the understanding, attention, and acceptance of Habib Syech Assegaf's Da'wah Response on social media, in more detail the purpose of this study is whether the da'wah can be accepted by society, especially Gen-Z. The response consists of attention, understanding and acceptance. The research method used is qualitative based on literature studies, with data analysis obtained from primary sources (the Qur'an, hadith and related literature) and secondary sources (academic journals, scientific books and the latest research related to the theme). Research findings based on the review of Hovland's Theory, Habib Syech Assegaf's da'wah strategy on social media has proven effective in attracting attention, facilitating understanding, and encouraging acceptance of messages by the audience. The three components of Hovland's Response Theory can be found clearly in his communication patterns on social media, making social media a relevant and impactful means of da'wah in today's digital era.
Kebebasan Pers dan Keselamatan Jurnalis di Sumatera Selatan pada Pemilu Tahun 2024 Widad Aulia; Nurseri Hasnah Nasution; Yenrizal
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i2.14502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Sumatera Selatan selama pelaksanaan Pemilu 2024. Fokus penelitian ini adalah pada analisis kebebasan pers, keselamatan jurnalis, regulasi dan perlindungan hukum, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di Sumatera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Sumatera Selatan selama Pemilu 2024 masih menghadapi tantangan, termasuk tekanan dan intimidasi terhadap jurnalis. Selain itu, keselamatan jurnalis juga menjadi perhatian serius dengan adanya kasus-kasus kekerasan dan ancaman. Penelitian ini juga menemukan bahwa regulasi dan perlindungan hukum yang ada belum sepenuhnya efektif dalam menjamin kebebasan pers dan keselamatan jurnalis. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis untuk memperkuat demokrasi di Sumatera Selatan.
Analisis Retorika Dalam Public Speaking Najwa Shihab Sebagai Tokoh Inspiratif Di Indonesia Yoga Pratama; Nurseri Hasnah Nasution; Jufrizal Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5981

Abstract

Penelitian ini mengkaji retorika dalam public speaking Najwa Shihab sebagai tokoh inspiratif di Indonesia dengan menyoroti bagaimana gaya komunikasinya menghadirkan penyampaian pesan yang menarik, efektif, dan tidak monoton. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena bahwa audiens kerap merasa bosan ketika mendengarkan pembicara yang cenderung datar, kurang variatif, dan tidak mampu menjaga dinamika retorika untuk mempertahankan perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterampilan retorika yang adaptif dalam konteks komunikasi publik di era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk retorika yang digunakan Najwa Shihab dan menjelaskan bagaimana elemen-elemen tersebut membentuk citranya sebagai figur inspiratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi deskriptif serta pemilihan sampel melalui purposive sampling terhadap tiga video yang dianggap representatif. Analisis mencakup pengamatan terhadap ethos, pathos, dan logos, sekaligus menelaah narasi, intonasi, ekspresi, serta interaksi audiens sebagai bagian dari praktik retorika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Najwa Shihab mampu memadukan kredibilitas profesional, kepekaan emosional, dan penalaran logis sehingga setiap pesan tersampaikan secara jelas, hidup, dan bermakna. Integrasi antara retorika klasik dan retorika digital menjadikan penyampaiannya dinamis, relevan, dan mudah diterima oleh audiens yang beragam. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kekuatan retorika tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun persepsi publik terhadap dirinya sebagai tokoh inspiratif yang mampu memengaruhi cara pandang serta kesadaran masyarakat melalui komunikasi yang terstruktur, bernilai, dan menyentuh dimensi kemanusiaan. Selain itu, penelitian ini menyoroti relevansi gaya komunikasi Najwa Shihab dalam lingkungan media digital yang terus berkembang, sehingga temuan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi studi komunikasi publik di konteks modern yang semakin dinamis dan kompetitif kini.