Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Habib Syech Assegaf's Preaching Strategy on Social Media: A Review Through Hovland's Response Theory Intan Muharni; Bukhori Bukhori; Nurseri Hasnah Nasution
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i1.1496

Abstract

Preaching through social media is a new phenomenon among Indonesian society, especially for Gen-Z. Habib Syech Assegaf is a contemporary cleric who has a moderate da'wah school, he provides Islamic values ​​to the wider community through social media. This study examines the da'wah strategy of Habib Syekh Assegaf on social media reviewed through the Response, Stimulus, Organism, Response (SOR) theory proposed by Hovland. This study aims to determine and describe the understanding, attention, and acceptance of Habib Syech Assegaf's Da'wah Response on social media, in more detail the purpose of this study is whether the da'wah can be accepted by society, especially Gen-Z. The response consists of attention, understanding and acceptance. The research method used is qualitative based on literature studies, with data analysis obtained from primary sources (the Qur'an, hadith and related literature) and secondary sources (academic journals, scientific books and the latest research related to the theme). Research findings based on the review of Hovland's Theory, Habib Syech Assegaf's da'wah strategy on social media has proven effective in attracting attention, facilitating understanding, and encouraging acceptance of messages by the audience. The three components of Hovland's Response Theory can be found clearly in his communication patterns on social media, making social media a relevant and impactful means of da'wah in today's digital era.
Kebebasan Pers dan Keselamatan Jurnalis di Sumatera Selatan pada Pemilu Tahun 2024 Widad Aulia; Nurseri Hasnah Nasution; Yenrizal
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i2.14502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di Sumatera Selatan selama pelaksanaan Pemilu 2024. Fokus penelitian ini adalah pada analisis kebebasan pers, keselamatan jurnalis, regulasi dan perlindungan hukum, serta dampaknya terhadap kualitas demokrasi di Sumatera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Sumatera Selatan selama Pemilu 2024 masih menghadapi tantangan, termasuk tekanan dan intimidasi terhadap jurnalis. Selain itu, keselamatan jurnalis juga menjadi perhatian serius dengan adanya kasus-kasus kekerasan dan ancaman. Penelitian ini juga menemukan bahwa regulasi dan perlindungan hukum yang ada belum sepenuhnya efektif dalam menjamin kebebasan pers dan keselamatan jurnalis. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis untuk memperkuat demokrasi di Sumatera Selatan.
Analisis Retorika Dalam Public Speaking Najwa Shihab Sebagai Tokoh Inspiratif Di Indonesia Yoga Pratama; Nurseri Hasnah Nasution; Jufrizal Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5981

Abstract

Penelitian ini mengkaji retorika dalam public speaking Najwa Shihab sebagai tokoh inspiratif di Indonesia dengan menyoroti bagaimana gaya komunikasinya menghadirkan penyampaian pesan yang menarik, efektif, dan tidak monoton. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena bahwa audiens kerap merasa bosan ketika mendengarkan pembicara yang cenderung datar, kurang variatif, dan tidak mampu menjaga dinamika retorika untuk mempertahankan perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterampilan retorika yang adaptif dalam konteks komunikasi publik di era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk retorika yang digunakan Najwa Shihab dan menjelaskan bagaimana elemen-elemen tersebut membentuk citranya sebagai figur inspiratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi deskriptif serta pemilihan sampel melalui purposive sampling terhadap tiga video yang dianggap representatif. Analisis mencakup pengamatan terhadap ethos, pathos, dan logos, sekaligus menelaah narasi, intonasi, ekspresi, serta interaksi audiens sebagai bagian dari praktik retorika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Najwa Shihab mampu memadukan kredibilitas profesional, kepekaan emosional, dan penalaran logis sehingga setiap pesan tersampaikan secara jelas, hidup, dan bermakna. Integrasi antara retorika klasik dan retorika digital menjadikan penyampaiannya dinamis, relevan, dan mudah diterima oleh audiens yang beragam. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kekuatan retorika tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun persepsi publik terhadap dirinya sebagai tokoh inspiratif yang mampu memengaruhi cara pandang serta kesadaran masyarakat melalui komunikasi yang terstruktur, bernilai, dan menyentuh dimensi kemanusiaan. Selain itu, penelitian ini menyoroti relevansi gaya komunikasi Najwa Shihab dalam lingkungan media digital yang terus berkembang, sehingga temuan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi studi komunikasi publik di konteks modern yang semakin dinamis dan kompetitif kini.
Ulama dan Politik: Keterlibatan Ulama Sumatera Selatan dalam Politik Praktis dan Community Empowerment Pada Abad XX Nurseri Hasnah Nasution
Jurnal Studi Sosial dan Politik Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Studi Sosial dan Politik
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jssp.v1i2.4038

Abstract

The cleric of South Sumatra is a central figure who has a very wide authority. They have a multifunction with polymorphic leadership. Historical facts show that they are civilization actors who respond to various problems of South Sumatra in the twentieth century. These problems are characterized by the religious phenomenon of postmodernism and the problems of religious articulation diversity. To respond to these phenomena and problems, some South Sumatra clerics such as K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry is actively involved in practical politics and community empowerment. K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry actively participates in practical politics, has a spirit of patriotism and nationalism, actively involved nature community empowerment through da'wah activities, education, social, religious and military. Their involvement in practical politics and community empowerment has implications for progress in South Sumatra. This study deconstructs collective perceptions and memories that assume that scholars should not engage in practical politics, since practical politics do not represent morality and honesty, a condition with ambition and avarice that is contrary to Islamic shari'a.
STRATEGI DAKWAH IKATAN PELAJAR PEREMPUAN NAHDLATUL ULAMA (IPPNU) DALAM TANTANGAN DEGRADASI MORAL PADA MAHASISWA GEN Z Utari Malenda; Nurseri Hasnah Nasution; Jufrizal Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Strategi Dakwah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam Menghadapi Degradasi Moral pada Mahasiswa Generasi Z”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dakwah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam menghadapi degradasi moral pada mahasiswa Generasi Z serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi dakwah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori strategi dakwah Muhammad Abu al-Fath al-Bayanuni yang meliputi strategi qiyadiyyah, tadbiriyyah, dan tanfidziyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah IPPNU dalam menghadapi degradasi moral pada mahasiswa Generasi Z dilakukan melalui kegiatan kajian keagamaan, pembinaan karakter, kaderisasi, mentoring, diskusi, keteladanan perilaku, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah. Strategi qiyadiyyah diwujudkan melalui kepemimpinan dan keteladanan pengurus, strategi tadbiriyyah melalui pengelolaan program dakwah yang terstruktur dan adaptif, sedangkan strategi tanfidziyyah diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan dakwah secara langsung di lingkungan mahasiswa. Faktor pendukung meliputi kualitas sumber daya manusia, dukungan organisasi, program kerja yang terstruktur, dan pemanfaatan media digital. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu mahasiswa, pengaruh lingkungan pergaulan, keterbatasan pendanaan, serta perubahan perilaku Generasi Z. Dengan demikian, strategi dakwah IPPNU dinilai cukup relevan dan adaptif dalam membantu membentuk akhlak mahasiswa serta menghadapi tantangan degradasi moral di era digital.
Radical Ideology Penetration Patterns Through Religious Study Activities Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Ade Akhmad Saputra; Nurseri Hasnah Nasution; Vicky Chandra; Juan Muliawan Fatrin
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v8i1.299

Abstract

adicalism in the mosque environment is one of the social phenomena that needs serious attention. Mosques, as centres of worship and Islamic learning, can be effective means of spreading moderate ideology, but are also vulnerable to infiltration of radical ideology. This phenomenon occurs in various cities in Indonesia, including Palembang. This research aims to analyze the penetration patterns of the spread of radical ideology through recitation activities in Palembang City mosques. This research uses a qualitative approach with a case study method. The data source in this research, namely the primary source, is the chairman of the mosque takmir, chairman of the Idarah and Imarah section, as the administrator who has the authority to make decisions regarding mosque management such as the recitation schedule at the mosque. The secondary source of this research will be directed at the mosque congregation who are involved in every activity held at the mosque. Data collection in this research used interview, documentation and observation techniques.  The stages of the data analysis process include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of this research can be concluded as follows: The patterns of penetration of radical Islamic ideology from Salafi followers among residents and mosque congregations in Palembang include, among others, through the spread of Salafi ustadz as Friday preachers, through the distribution of books that have been explained. (syarah) from Salafi ulama circles, and through the distribution of message and video posts on Whatsapp Group.
Framing of Feminism Reporting in Online Media: The Perspective of the Educational Function of the Press Karerek Karerek; Nurseri Hasnah Nasution; Jufrizal Jufrizal; Galih Priambodo; Yusra Jamali
Sustainable Vol. 7 No. 2 (2024): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v7i2.5107

Abstract

The role of press education is crucial in introducing and educating the public about feminist issues through in-depth and critical reporting. Online media serve as agents of change by promoting gender equality and challenging stereotypes. Women have long been subjects in mass media, yet discussions surrounding gender equality, the feminist movement, and its dynamics persist. Feminist campaigns often find the portrayal of women in media problematic. This study, titled Framing of Feminism Reporting in Online Media: The Perspective of the Educational Function of the Press, employs qualitative research using Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki's framing analysis model, which includes syntax, script, thematic, and rhetoric elements. The research analyzes how feminism is framed in the online media outlet Wongkito.co and links it to the educational function of the press. Framing feminism in this context reflects the media’s dual role: disseminating information and educating the public on values such as gender equality, courage, and female leadership. The educational function of the press emphasizes its role in raising awareness, challenging stereotypes, and fostering positive social change. The study finds that Wongkito.co portrays women as equals to men in social, political, and economic spheres. By highlighting women’s courage and leadership, it effectively challenges gender stereotypes, fulfilling the press's educational function and advancing the discourse on gender equality. This demonstrates how media can shape societal perceptions and advocate for progressive change.