Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Psikologi Komunikasi Pendidikan Sebagai Media Pembinaan Narapidana di Banyuasin Karerek Karerek; Lilis Sukmawati; Yusra Jamali; Jufrizal Jufrizal
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 5 No 1 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i1.3042

Abstract

Penelitian ini berjudul “Psikologi Komunikasi Pendidikan Sebagai media Pembinaan Narapidana di Banyuasin”. Latar belakang masalah penelitian ini berkaitan dengan profil individu narapidana yang mengalami ganguan kepercayaan diri yang relative rendah seperti kurang yakin, perasaan cemas yang berlebihan, bingung, tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan malas berfikir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui urgensi materi psikologi dan komunikasi pendidikan sebagai salah satu upaya peningkatan kepercayaan diri dalam pembinaan karir bagi narapidana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Temuan lapangan menunjukkan bahwa psikologi komunikasi pendidikan dalam pembinaan karir dapat meningkatkan kepercayaan diri narapidana menjelang bebas. Peran ini menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan diri narapidana menjelang bebas didukung dengan layanan yang diberikan pihak Lembaga pemasyarakatan (lapas) Klas III Banyuasin. Setelah proses psikologi komunikasi, para narapidana merasakan lebih percaya diri sendiri untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial karena sudah memiliki skill yang bisa dimanfaatkan sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus melakukan kegiatan tindak kekerasan untuk mendapatkan uang.
Implementasi Sembilan Elemen Jurnalisme Dari Bill Kovach Dan Tom Rosenstiel Dalam Drama Korea Argon Episode 6 Dan 7 (Analisis Pendekatan Semiotika John Fiske) Aisyah Safitri; Sumaina Duku; Jufrizal
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 3 No. 1 (2023): January-April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v3i1.626

Abstract

This Korean drama titled "Argon" is a Korean drama that tells the story of a journalist and reporter named Kim Baek Jin, the leader of an investigative program called Argon. He just wants himself and the Argon team to report the truth. The focus of the research is how the Argon team in episodes 6 and 7 resolved the Sumyoung Food company case. The problems to be studied are how the implementation of the nine elements of journalism contained in episodes 6 and 7 with John Fiske's semiotic analysis and how the professionalism of journalists in the Korean drama Argon episodes 6 and 7 through the level of reality, the level of representation and the level of ideology. The type of this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by documentation, namely collecting scenes in Korean drama Argon episodes 6 and 7 and literature study, which was obtained by obtaining data through journals, theses, books, and articles. The results of this study are Korean drama Argon episodes 6 and 7 showing the implementation of the nine elements of journalism using John Fiske's semiotic analysis with three levels of coding.
Representasi Etika Jurnalistik Investigasi Dalam Film Shattered Glass Karya Billy Ray (Analisis Semiotika Roland Barthes) Selvia Puspita Ningsih; Nurseri Hasnah Nasution; Jufrizal
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 3 No. 1 (2023): January-April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v3i1.627

Abstract

Good and correct reporting must be in harmony with journalism ethics by prioritizing social responsibility to serve the information needs of society. This research is entitled, "Representation of Investigative Journalistic Ethics in Billy Ray's Shattered Glass Film (Roland Barthes Semiotic Analysis)". It tells the story of the internal problems of New Republik magazine in 1998, when Glass did journalistic work that was not based on a journalistic code of ethics which resulted in him being fired from his job. The writer calls Glass' behavior in this film as "imaginary journalism" or in the film it is called "storyteller journalism", engineering an event just for self-famousness. The research methodology in this research is qualitative with Roland Barthes' semiotic analysis approach. Research only focuses on each scene that refers to the 5 points of the code of ethicsInternational federation of Jounalist (IFJ) namely (truth, freedom, legality, correcting mistakes and obeying the law), then analyzing the meaning of denotation, connotation and myth in the scene. The conclusion of the analysis is that the scene in the film Shattered Glass that seems to apply a code of ethicsInternational federation of Jounalist (IFJ). Journalists in online media as well as journalists at the editorial office of The New Republik magazine conduct honest investigations, try to obtain documents legally, be careful when processing data obtained, respect sources and prioritize the interests of the community, and remain firm and independent.
Analisis Semiotika Moderasi Beragama Dalam Film Animasi Upin & Ipin Tira Soraya; Aliasan Aliasan; Jufrizal Jufrizal
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.14562

Abstract

Skripsi yang berjudul “ Analisis Semiotika Moderasi Beragama Dalam Film Animasi Upin & Ipin “.Membahas tentang salah satu film animasi yang menarik yang dibuat dan dikemas semenarik mungkin sehingga bisa memikat bagi yang menonton terutama untuk kalangan anak – anak yaitu film Upin & Ipin ini. Film buatan Les Copaque ini kerap menceritakan bagaimana kehidupan sehari – hari dua anak kecil yang bernama Upin & Ipin, sering kali memuat pesan-pesan moderasi beragama didalam setiap episode nya. Dalam penelitian ini, penulis melakukan pendekatan dengan metode kualitatif. Menggunakan tekhnik analisis semiotika Roland Barthes, kemudian menganalisis isi gambar dan percakapan berdasarkan teori Roland Barthes yang berisi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian yang di peroleh dalam film Upin & Ipin di episode Gong Xi Fa Cai, Pesta Cahaya, Alkisah di Hari Raya, dan Berkurban di Aidil Adha, diantara nya sikap toleransi, tolong menolong, adil, serta berimbang. Dalam film animasi Upin & Ipin disetiap episode menggambarkan untuk menerapkan sikap moderasi beragama, karena dalam ajaran Islam tidak melarang untuk bersikap moderat, dalam berkehidupan antar umat beragama. Skripsi yang berjudul “ Analisis Semiotika Moderasi Beragama Dalam Film Animasi Upin & Ipin “.Membahas tentang salah satu film animasi yang menarik yang dibuat dan dikemas semenarik mungkin sehingga bisa memikat bagi yang menonton terutama untuk kalangan anak – anak yaitu film Upin & Ipin ini. Film buatan Les Copaque ini kerap menceritakan bagaimana kehidupan sehari – hari dua anak kecil yang bernama Upin & Ipin, sering kali memuat pesan-pesan moderasi beragama didalam setiap episode nya. Dalam penelitian ini, penulis melakukan pendekatan dengan metode kualitatif. Menggunakan tekhnik analisis semiotika Roland Barthes, kemudian menganalisis isi gambar dan percakapan berdasarkan teori Roland Barthes yang berisi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian yang di peroleh dalam film Upin & Ipin di episode Gong Xi Fa Cai, Pesta Cahaya, Alkisah di Hari Raya, dan Berkurban di Aidil Adha, diantara nya sikap toleransi, tolong menolong, adil, serta berimbang. Dalam film animasi Upin & Ipin disetiap episode menggambarkan untuk menerapkan sikap moderasi beragama, karena dalam ajaran Islam tidak melarang untuk bersikap moderat, dalam berkehidupan antar umat beragama.
Komunikasi Persuasif Antara Guru Dan Siswa di Man 1 Pidie Jaya Jufrizal Jufrizal; Fera Indasari
Tabayyun: Journal of Journalism Vol 2 No 2 (2021): Tabayyun: Journal of Journalism
Publisher : Program Studi Jurnalistik, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.747 KB) | DOI: 10.30009/tabayyun.v2i2.11595

Abstract

Komunikasi persuasif merupakan komunikasi yang efektif antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, namun komunikasi persuasif antara guru dan siswa tidak difungsikan secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini berjudul “Komunikasi Persuasif Antara Guru dan Siswa (Penilitian di MAN 1 Pidie Jaya)”. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana pemahaman guru dan siswa terhadap proses komunikasi persuasif dalam kegiatan belajar mengajar. Bagaimana tanggapan siswa terhadap proses komunikasi guru dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi komunikasi persuasif guru dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk pemahaman guru dan siswa terhadap proses komunikasi persuasif dalam kegiatan belajar mengajar, tanggapan siswa terhadap proses komunikasi guru, dan Strategi komunikasi persuasif guru dalam kegiatan belajar mengajar di 1 Pidie Jaya. Penelitian ini mengkombinasikan antara penelitian kualitatif dan kuantitaif, data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan kuensioner. Sampel dari penelitian ini adalah guru MAN 1 Pidie Jaya sebanyak 5 responden dan 40 siswa-siswi. Analisis data dilakukan dengan cara memeriksa kuisioner yang telah dijawab oleh responden, mengumpulkan hasil wawancara dari para guru, kemudian menghitung frekuensi dan persentase dari artenatif jawaban, mengklafikasikan data dan menyusun secara sistematis data yang telah diperoleh serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa, komunikasi persuasif antara guru dan siswa belum berjalan maksimal. Hal utama yang menyebabkan para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar adalah terletak pada proses komunikasi persuasif guru. Dalam kegiatan belajar mengajar, para guru di MAN 1 Pidie Jaya menggunakan srategi komunikasi persuasif dengan sistem pendekatan langsung kepada siswanya. Komunikasi persuasif yang dilakukan guru bersifat emosional antara siswa dan guru.
Peran Wartawan Dalam Mempromosikan Wisata Melalui Bentuk Berita Pada Media Sosial Instagram Instansi Berita Harian @Bisniscom.Sumbagsel R.A.Rizkha apriliza; Sumaina Duku; Hasril Atieq Pohan; Jufrizal Jufrizal; Aliasan Aliasan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.14961

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Wartawan dalam Mempromosikan Wisata Melalui Bentuk Berita Pada Media Sosial Instagram @Bisniscom.sumbagsel”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran wartawan dalam mempromosikan wisata melalui bentuk berita yang dilihat dari media sosial Instagram instansi berita Bisnis Indonesia Sumbagsel yaitu @Bisniscom.sumbagsel. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai empat orang jurnalis Bisnis Indonesia Sumbagsel secara langsung sebagai informan, studi kepustakaan, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul akan dianalisis melalui tiga tahap yaitu, mereduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori peran wartawan dari berbagai ahli dan teori promosi Basu Swastha dan Irawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempromosikan wisata termasuk peran wartawan dalam melakukan tugasnya. Bisnis Indonesia Sumbagsel sangat berperan sebagai media informasi dengan mempromosikan informasi wisata melalui berita yang mereka buat dan dapat dijadikan sebagai referensi masyarakat yang hendak plesiran. Tidak hanya sebagai bahan referensi, tetapi juga berita wisata dapat menjadi media hiburan dan memiliki peran penting sebagai kontrol sosial bagi khalayak ramai. Dengan keberadaan sosial media Instagram sangat mempermudah instansi berita seperti Bisnis Indonesia Sumbagsel dalam mempublikasikan berita melalui Instagramnya yaitu @bisniscom.sumbagsel. Bisnis Indonesia juga melakukan metode promosi agar berita wisata yang dibuat mendapatkan banyak pengunjung yaitu dengan menggunakan metode memberitahu dan membujuk. Bisnis Indonesia Sumbagsel diharapkan tetap selalu update berita mengenai informasi wisata secara up to date, akurat berdasarkan realita yang sebenarnya, dan terus meningkatkan kualitas berita wisata dengan selalu update video konten wisata di Instagram maupun sosial media lainnya agar bisa membantu pemerintah dalam hal meningkatan kunjungan wisata di Sumatera Selatan.
Analisis Framing Pemberitaan Anies Baswedan Tentang Isu Korupsi Jufrizal Jufrizal; Karerek Karerek; Yusra Jamali
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 5 No 2 (2022): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v5i2.3465

Abstract

Pemilihan presiden akan berlangsung tahun 2024 mendatang. Ada beberapa lembaga survei yang merilis tingkat elektabilitas calon presiden yang mencuat di mata publik, Anies Baswedan adalah salah satu calonnya. Kemunculan Anies Baswedan telah menjadi sorotan partai politik dan media massa. Elektabilitas Anies Baswedan di masa mendatang juga dipengaruhi oleh media massa yang akan memberikan persepsi kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana koran kompas dan republika.co.id mengonstruksi isi berita yang berkaitan dengan Anies Baswedan tentang isu korupsi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan model framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Hasil penelitian menunjukan koran kompas dan republika.co.id secara sintaksis memiliki perbedaan dalam fokus pemberitaannya. Skrip kedua media massa telah memenuhi unsur 5W+1H. Tematik di koran kompas mengangkat tiga tema sekaligus dalam sebuah isu berita, sementara republika hanya satu tema. Dan secara retoris kedua media memiliki perbedaan cara wartawan menekankan fakta kepada pembaca.
Analisis Retorika Dalam Public Speaking Najwa Shihab Sebagai Tokoh Inspiratif Di Indonesia Yoga Pratama; Nurseri Hasnah Nasution; Jufrizal Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5981

Abstract

Penelitian ini mengkaji retorika dalam public speaking Najwa Shihab sebagai tokoh inspiratif di Indonesia dengan menyoroti bagaimana gaya komunikasinya menghadirkan penyampaian pesan yang menarik, efektif, dan tidak monoton. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena bahwa audiens kerap merasa bosan ketika mendengarkan pembicara yang cenderung datar, kurang variatif, dan tidak mampu menjaga dinamika retorika untuk mempertahankan perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterampilan retorika yang adaptif dalam konteks komunikasi publik di era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk retorika yang digunakan Najwa Shihab dan menjelaskan bagaimana elemen-elemen tersebut membentuk citranya sebagai figur inspiratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi deskriptif serta pemilihan sampel melalui purposive sampling terhadap tiga video yang dianggap representatif. Analisis mencakup pengamatan terhadap ethos, pathos, dan logos, sekaligus menelaah narasi, intonasi, ekspresi, serta interaksi audiens sebagai bagian dari praktik retorika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Najwa Shihab mampu memadukan kredibilitas profesional, kepekaan emosional, dan penalaran logis sehingga setiap pesan tersampaikan secara jelas, hidup, dan bermakna. Integrasi antara retorika klasik dan retorika digital menjadikan penyampaiannya dinamis, relevan, dan mudah diterima oleh audiens yang beragam. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa kekuatan retorika tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun persepsi publik terhadap dirinya sebagai tokoh inspiratif yang mampu memengaruhi cara pandang serta kesadaran masyarakat melalui komunikasi yang terstruktur, bernilai, dan menyentuh dimensi kemanusiaan. Selain itu, penelitian ini menyoroti relevansi gaya komunikasi Najwa Shihab dalam lingkungan media digital yang terus berkembang, sehingga temuan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bagi studi komunikasi publik di konteks modern yang semakin dinamis dan kompetitif kini.
Tiktok Sebagai Medium Jurnalisme: Analisis Narasi Berita Dalam Format Video Pendek Di @Metro_Tv Fadila Rohmatuszakiyah; Ahmad Harun Yahya; Jufrizal Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TikTok sebagai medium jurnalisme baru melalui analisis narasi berita pada format video pendek di akun @metro_tv, dengan fokus pada studi kasus tragedi meninggalnya wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka analisis framing model Robert N. Entman, penelitian ini membedah bagaimana realitas peristiwa dikonstruksi melalui elemen pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berfungsi sebagai ruang jurnalisme digital yang adaptif, di mana Metro TV berhasil mentransformasi isu-isu kompleks seperti problematika diplomatik dan prosedur forensik menjadi narasi audiovisual yang padat, emosional, dan mudah dipahami tanpa mereduksi esensi nilai jurnalistik. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan visual, pemilihan diksi yang tepat, serta strategi pembingkaian yang humanis mampu menjaga kredibilitas informasi di tengah dinamika media sosial yang menuntut kecepatan dan keterlibatan audiens yang tinggi.