Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TELUR CACING NEMATODA USUS PADA TINJA ANAK USIA 7-9 TAHUN DI SD NEGERI 035937 KABUPATEN DAIRI Girsang, Vierto Irennius; Purba, Yunita; Harefa, Festin Eunike; Hutajulu , Johansen; Saragih, Frida Liharis
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5322

Abstract

Infeksi kecacingan masih terdapat terutama pada anak-anak sekolah. Nematoda usus adalah salah satu parasit yang sering ditemukan yang dapat menginfeksi kecacingan. Infeksi ini dipengaruhi oleh personal hygine. Salah satu penularan melalui tanah yang disebut dengan Soil Transmitted Helminthis (STH), karena proses embrionisasi sebelum terinfeksi harus melalui tanah. Dampak dari infeksi kecacingan terutama pada anak-anak mengakibatkan Kurangnya Energi Protein (KEP), sehingga kemampuan melakukan aktivitas menurun. Telah dilakukan penelitian pada tinja anak usia 7-9 tahun di SD Negeri 035937 Tanjung Beringin. Metode pemeriksan Direct smear dengan menggunakan Nacl fisiologis 0,9%. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia-Biologi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 bahan yang diperiksa terdapat 2 orang anak yang terinfeksi Nematoda usus pada kode sampel C11 (Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura) dan C12 (Ascaris lumbricoides) dan 38 sampel tinja lainnya negative dari 40 anak usia 7-9 tahun. Pencegahan dan penanggulangan infeksi ini adalah, menjaga kebersihan diri dan agar supaya menjaga menjaga personal hygiene, dan selalu defekasi pada tempat yang tertentu dan mencuci tangan sebelum makan, tidak kontak langsung dengan tanah, serta melakukan pengobatan pada penderita.  
Penyuluhan Pencegahan Cacing Nematoda Usus Pada Anak SD Negeri 035937 Kabupaten Dairi Girsang, Vierto Irennius; Purba, Yunita; Saragih, Frida Liharis; Hutajulu , Johansen
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda usus adalah kelompok parasit yang dapat menyebabkan kecacingan. Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang kurang mendapat perhatian tetapi masih banyak terjadi di masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing kelompok Soil Transmitted Helminth (STH) yaitu kelompok cacing yang siklus melalui tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan pencegahan cacing Nematoda usus pada anak SDN 035937 kabupaten Dairi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak SD tentang pencegahan cacing Nematoda usus di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 01-03 Juli 2024. Metode yang diguanakan pada kegiatan ini adalah story telling dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan ana-anak sekolah tentang pencegahan cacing Nematoda usus sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan anak-anak lebih memahami tentang pencegahan cacing Nematoda usus. Disarankan untuk pihak sekolah agar selalu dilakukan pemantauan terhadap perilaku anak dalam menjaga hygiene dan sanitasi mereka.
Determinan Pemilihan Metode Kontrasepsi Vasektomi Pada Pria di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir 2024 Sihaloho , Lasmauli; Manurung, Kesaktian; Sipayung , Rosetty; Sinaga , Taruli Rohana; Hutajulu , Johansen
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1163

Abstract

Introduction: High population growth rates impact development, necessitating restrictive policies through Long-Term Contraceptive Method (LTCM) programs. Vasectomy, as one of the LTCMs, still has very low acceptance, as seen in Pangururan District, where participation is less than 1%. Objective: This study aimed to analyze the factors associated with the selection of vasectomy as a contraceptive method among men in the working area of Buhit Public Health Center, Pangururan District, Samosir Regency. Methods: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The population consisted of men with fertile-age wives, with a sample of 73 individuals selected through simple random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire. Data analysis used the Chi-Square test and logistic regression. Results: Bivariate analysis results showed significant relationships between the husband’s age (p = 0.039), number of children (p = 0.019), husband’s knowledge level (p = 0.047), attitude (p = 0.029), social norms (p = 0.016), and wife’s support (p = 0.001) with the decision to undergo vasectomy. Multivariate analysis proved that wife’s support was the most dominant variable (p=0.003; OR=23.500), meaning that husbands who received wife’s support were 23.5 times more likely to choose vasectomy. Conclusion: Wife’s support is the most dominant factor influencing the selection of vasectomy. Therefore, healthcare workers are expected to enhance their role through health education about vasectomy to the community, especially wives, to provide good support for their husbands.
TELUR CACING NEMATODA USUS PADA TINJA ANAK USIA 7-9 TAHUN DI SD NEGERI 035937 KABUPATEN DAIRI Girsang, Vierto Irennius; Purba, Yunita; Harefa, Festin Eunike; Hutajulu , Johansen; Saragih, Frida Liharis
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5322

Abstract

Infeksi kecacingan masih terdapat terutama pada anak-anak sekolah. Nematoda usus adalah salah satu parasit yang sering ditemukan yang dapat menginfeksi kecacingan. Infeksi ini dipengaruhi oleh personal hygine. Salah satu penularan melalui tanah yang disebut dengan Soil Transmitted Helminthis (STH), karena proses embrionisasi sebelum terinfeksi harus melalui tanah. Dampak dari infeksi kecacingan terutama pada anak-anak mengakibatkan Kurangnya Energi Protein (KEP), sehingga kemampuan melakukan aktivitas menurun. Telah dilakukan penelitian pada tinja anak usia 7-9 tahun di SD Negeri 035937 Tanjung Beringin. Metode pemeriksan Direct smear dengan menggunakan Nacl fisiologis 0,9%. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia-Biologi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 bahan yang diperiksa terdapat 2 orang anak yang terinfeksi Nematoda usus pada kode sampel C11 (Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura) dan C12 (Ascaris lumbricoides) dan 38 sampel tinja lainnya negative dari 40 anak usia 7-9 tahun. Pencegahan dan penanggulangan infeksi ini adalah, menjaga kebersihan diri dan agar supaya menjaga menjaga personal hygiene, dan selalu defekasi pada tempat yang tertentu dan mencuci tangan sebelum makan, tidak kontak langsung dengan tanah, serta melakukan pengobatan pada penderita.  
Determinan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Dalam Menjalani Pengobatan di UPT. Puskesmas Simalingkar Tahun 2024 Barus , Nanda Isabel; Manurung, Kesaktian; Hutajulu , Johansen; Wandra , Toni; Girsang , Vierto Irennius
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1386

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that remains a major global and national public health problem, with Indonesia ranking second among countries with the highest TB burden worldwide. Non-adherence to treatment is one of the main barriers to successful TB control, as it may lead to treatment failure, drug resistance, and increased morbidity and mortality. At the Simalingkar Community Health Center (UPT Puskesmas Simalingkar), the specific factors determining treatment adherence among pulmonary TB patients have not been extensively studied. Objective: This study aimed to analyze the determinants of treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients at the Simalingkar Community Health Center in 2024. Methods: This study employed an analytical cross-sectional design. The study population consisted of all pulmonary TB patients undergoing treatment at the Simalingkar Community Health Center, with a total sample of 90 respondents selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and medical records, and analyzed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) analyses, with a significance level of p < 0.05. Results: A total of 77.8% of patients were adherent to treatment. Bivariate analysis showed significant associations between education (p < 0.001), employment status (p = 0.004), knowledge (p = 0.006), and health care services (p = 0.011) with treatment adherence. Age, sex, and family support were not significantly associated with adherence. Multivariate analysis indicated that the most dominant factor associated with treatment adherence was educational level (OR = 9.004; 95% CI: 2.58–31.49), followed by employment status (OR = 5.59; 95% CI: 1.48–21.12), and health care service support (OR = 3.99; 95% CI: 1.09–14.56). Conclusion: The significant determinants of treatment adherence among pulmonary TB patients at the Simalingkar Community Health Center were educational level, employment status, and health care service support, with education being the most dominant factor. It is recommended that TB control programs place greater emphasis on interventions aimed at improving health literacy, socio-economic support, and the quality and accessibility of health care services to enhance treatment adherence.