Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Pemanfaatan Potensi Pangan Lokal Ikan Patin Hertati, Dessy; Stefanicia, Stefanicia
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23716

Abstract

Pendahuluan:Ibu hamil perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, serta zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin selama masa kehamilan. Kondisi ekonomi yang kurang baik, status gizi ibu yang rendah, dan minimnya asupan gizi pada anak dapat menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. Kementerian Kesehatan RI (2017) menyatakan bahwa stunting umumnya terjadi akibat kekurangan zat gizi atau kegagalan dalam pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Janin memperoleh nutrisi dari makanan yang dikonsumsi ibu serta dari cadangan gizi yang tersimpan dalam tubuh ibu. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai kandungan gizi ikan patin sebagai pangan lokal, serta mendorong pemanfaatannya dalam menu sehari-hari selama masa kehamilan. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pembagian buku resep olahan ikan patin yang. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang ibu hamil. Manfaat: Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya gizi seimbang. Materi yang diberikan mencakup makanan bergizi untuk ibu hamil, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta berbagai resep olahan bergizi dengan bahan utama ikan patin. Hasil: Nilai rata-rata pretest peserta sebesar 47 meningkat menjadi 82 pada posttest setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 35 poin setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berbasis pemanfaatan ikan patin sebagai pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil serta mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata Kunci : Ibu hamil, Pangan Lokal, Ikan Patin, DAS
Adolescent Knowledge Of Local Food Diversity To Improve Reproductive Health Stefanicia, Stefanicia; Hertati, Dessy; Wulandari, Meyta; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23884

Abstract

 Latar Belakang: Pangan  lokal adalah beragam makanan  yang  biasa  diolah  dan  disajikan  oleh  masyarakat di  suatu  wilayah tertentu  berdasarkan  potensi  dan  kearifan  lokal yang ada pada wilayah tersebut. Pengolahan  pangan  lokal  erat  kaitannya  dengan preferensi konsumsi lokal, pengetahuan dan bahan baku lokal. Adanya keberagaman pangan lokal tersebut, tidak menutup kemungkinan memiliki nilai gizi untuk meningkatkan kesehatan reproduksi pada remaja yang tinggal di Daerah Aliran Sungai.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan Remaja Tentang Keberagaman Pangan Lokal untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi di Daerah Aliran Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Palangka Raya. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan data primer, dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, data yang telah terkumpul dianalisa, kemudian hasil disajikan dalam bentuk diagram dan persentase. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis dan pembahasan didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dari 35 responden kategori kurang 24 responden (65%), kategori cukup 11 responden (35%) dan tidak ditemukan remaja  yang memiliki pengetahuan baik tentang keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tingkat pengetahuan remaja tentang keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi secara umum masih kurang. Diharapkan kepada responden agar dapat menambah pengetahuan dan petugas kesehatan pada wilayah tersebut  dapat memberikan penyuluhan secara berkesinambungan kepada remaja- remaja  agar dapat meningkatkan pengetahuan atau informasi yang benar mengenai keberagaman pangan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi untuk mencegah timbulnya masalah dan risiko kesehatan berkaitan dengan kesehatan reproduksinya. Kata Kunci : Remaja, Pangan Lokal, Kesehatan Reproduksi, Daerah Aliran Sungai ABSTRACT Background: Local food is a diverse range of foods commonly processed and served by people in a specific region, based on the potential and local wisdom present in that region. Processing local food is closely related to local consumption preferences, knowledge, and local raw materials. The presence of such local food diversity does not rule out its nutritional value for improving reproductive health in adolescents living in river basins. The purpose of this study is to determine adolescents' knowledge of local food diversity to improve reproductive health in the Kelurahan Pahandut Seberang Palangka Raya watershed area. Research Methods: This research design uses a descriptive research design. The data collection technique used was primary data, with a sample size of 65 respondents. The sampling method employed was total sampling. Data was collected using questionnaires, the collected data was analyzed, and the results were presented in the form of diagrams and percentages. Research Findings: Based on analysis and discussion, the results showed that the level of knowledge among adolescents regarding local food diversity to improve reproductive health was as follows: 24 respondents (65%) were in the poor category, 11 respondents (35%) were in the sufficient category, and no adolescents were found to have good knowledge about local food diversity to improve reproductive health. Conclusion: Based on the results of this study, it was found that the overall level of knowledge among adolescents regarding local food diversity to improve reproductive health was still lacking. It is hoped that respondents can increase their knowledge, and health workers in the area can provide continuous education to adolescents to improve their knowledge or correct information regarding food diversity to enhance reproductive health and prevent health problems and risks related to their reproductive health. Keyword : Adolescents, Local Food, Reproductive Health, River Basin