Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BERBAGAI JENIS IKAN DI KOTA MANADO Tatuh, Heru Andika
PHARMACON Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.13990

Abstract

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BERBAGAI JENIS IKAN DI KOTA MANADO Heru Andika Tatuh1), Johnly Rorong2), Sri Sudewi1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 2)Jurusan Kimia FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT Preservatives were discuss more lively among the people is the use of formaldehyde as a preservative of food materials. The purpose of this study was to determine the presence of formaldehyde in various types of fish in the city of Manado. Samples of tuna, carangid fish, salted fish and anchovy was collected from the traditional markets (market A and B) and supermarket A in the city of Manado. Samples were assayed qualitatively using Schiff reagent to determine the coloration change. The results showed that the samples of fish that were in the city of Manado did not contain formaldehyde, safe to eat and good for health. Keywords: Formalin, Fish, Reagent Schiff, and Qualitative Analysis ABSTRAK Pengawet yang ramai dibicarakan di kalangan masyarakat adalah formalin sebagai pengawet bahan makanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan formalin pada berbagai jenis ikan di Kota Manado. Sampel ikan cakalang, ikan tude, ikan asin dan ikan teri diambil pada pasar tradisional (pasar A dan pasar B) dan pasar swalayan A di Kota Manado. Sampel diuji secara kualitatif dengan menggunakan pereaksi Schiff untuk mengetahui perubahan warna. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel ikan yang berada di Kota Manado tidak mengandung formalin, aman untuk dikonsumsi dan baik untuk kesehatan. Kata Kunci : Formalin, Ikan, Pereaksi Schiff, Analisis Kualitatif  
Edukasi dan Pelatihan Pada Anak-Anak Sekolah Minggu Kolom 3 dan Kolom 4 GMIM Sion Bailang Kota Manado: Budaya Cuci Tangan Sebagai Pencegahan Diare Yamlean, Paulina V.Y; Tucunan, Ardiansa A.T; Rumayar, Adisti Aldegonda; Tatuh, Heru Andika
The Studies of Social Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v7i2.65567

Abstract

Renstra pengabdian Unsrat, dimana salah satu bidang unggulan penelitian tahun 2021-2025 tentang kesehatan dan Obat-obatan dan salah satu sub bagiannya ialah pengembangan dan penguatan sistem kelembagaan, kebijakan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kemandirian obat, maka tujuan dari pengabdian ini ialah Edukasi dan Pelatihan Pada Anak-Anak Sekolah Minggu Kolom 3 dan Kolom 4 GMIM Sion Bailang Kota Manado: Budaya Cuci Tangan Sebagai Pencegahan Diare. Anak-anak sekolah minggu GMIM Sion Bailang Kolom 3 berjumlah 25 orang dan Kolom 4 berjumlah 15 orang. Dalam kesehariaannya melaksanakan kegiatan dirumah, sekolah dan gereja. Dalam aktivitas kesehariannya, anak melakukan berbagai kegiatan yang mendukung tumbuh kembangnya di sekolah. Anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga sering kebersihan tubuh, dan tangan sering diabaikan. Untuk itu solusi yang dilalukan ialah edukasi dan dan pelatihan kepada anak-anak sekolah minggu di kolom 3 dan kolom 4 Sion Bailang, tentang pentingnya kebersihan dan cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Dengan berbagai informasi yang dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Luaran kegiatan berupa publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 5 (The Studies of Social Sciences) dan video You-Tube.
Analisis Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB-Paru Menggunakan Kausalitas Naranji di RSUD Jailolo Mitra W. Timburas; Heru Tatuh; Irene Palias
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i2.489

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini diobati dengan Obat Antituberkulosis (OAT) menggunakan obat kombinasi sehingga sebagian besar pasien mengalami efek samping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang terjadi dengan menggunakan kausalitas Naranjo di RSUD Jailolo. Penelitian ini menggunakan Metode pengambilan data secara non-ekesperimental dengan pendekatan studi prospektif pada pasien Tuberkulosis Paru dengan atau tanpa komplikasi yang menerima terapi Obat Anti Tuberkulosis di instalasi rawat jalan RSUD Jailolo pada periode Januari–Juli 2024. Hasil kejadian Efek Samping yang terjadi pada pasien yaitu mual sebanyak 15 pasien (60%), kehilangna nafsu makan sebanyak 13 pasien (52%), demam sebanyak 13 pasien (52%), muntah sebanyak 10 pasien (40%), gatal-gatal sebanyak 7 pasien (28%), dan Pusing sebanyak 5 pasien (20%). Hasil penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo pada pasien Tuberkulosis Paru ini terjadi dengan interpretasi skor nilai yaitu >9 sebanyak 2 pasien dan 5-8 sebanyak 23 pasien.
Analisis Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleivera) dan Bunga Cengkih (Syzygium Aromaticum) Heru Andika Tatuh; Sarmadhan Saputra Tahoangako; Elipas Heluka
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.48399

Abstract

Latar Belakang: Infeksi bakteri, seperti yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terus menjadi ancaman bagi kesehatan dunia, terutama karena resistensi antibiotik meningkat. Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daun moringa (Moringa oleifera) diketahui mengandung zat bioaktif termasuk eugenol dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kemanjuran antibakteri campuran ekstrak etanol kedua tanaman tersebut terhadap Escherichia coli, bakteri penyebab diare. Metode: Aktivitas antibakteri campuran ekstrak etanol bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan daunmoringa (Moringa oleifera) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dinilai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental. Metode difusi digunakan untuk pengujian, dan setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C, diameter zona inhibisi dinilai. Hasil dan Diskusi: Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara signifikan dihambat oleh kombinasiekstrak etanol dari kedua tanaman pada lima dosis (K1, K2, K3, K4, dan K5). Pada dosis yang lebih besar, zona penghambatan meningkat, menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak etanol bunga cengkeh dan daun Moringa menunjukkan nilai zona hambat yaitu K1= 13,83 mm, K2= 15,5 mm, K3= 14, 3 mm, K4= 18,33 mm, dan K5= 21,33 mmmenunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat dan signifikan terhadap mikroorganisme uji.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN GEDI (Abelmoschus manihot L.) DENGAN VARIASI HUMEKTAN Timburas Mitra Wynne; Tatuh Heru; Buloglabna Markus
Pharmacoscript Vol. 9 No. 2 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i2.2810

Abstract

Penyakit inflamasi kulit atau jerawat, utamanya dipicu oleh hiperaktivitas kelenjar sebaceous yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Daun gedi (Abelmoschus manihot L.) diketahui mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, serta tanin yang memiliki khasiat antibakteri terhadap kedua bakteri tersebut. Studi eksperimental ini dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan variasi humektan—yakni propilen glikol, gliserin, dan sorbitol—pada konsentrasi 15% terhadap kualitas fisik sediaan masker gel peel off berbahan dasar ekstrak etanol daun gedi. Pengujian fisik mencakup evaluasi organoleptis, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, viskositas, durasi pengeringan, serta uji stabilitas (cycling test). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik visual berupa warna coklat yang seragam, homogen, serta nilai pH 5 yang masuk dalam standar sediaan topikal. Secara rinci, Formula III (sorbitol) menunjukkan daya lekat optimal (8,25 ± 0,18 detik), Formula I (propilen glikol) memberikan daya sebar terluas (5,57-6,43 ± 0,43cm) dengan waktu kering tercepat (24,66±0,42menit), dan Formula II (gliserin) menghasilkan viskositas terbaik (3,1186 ± 385 cPs) yang paling sesuai dengan standar. Selain itu, seluruh formula terbukti stabil melalui uji cycling test. Sebagai simpulan, perbedaan jenis humektan memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fisik sediaan, di mana Formula II (gliserin) terpilih sebagai formula yang paling unggul berdasarkan parameter viskositasnya.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KOTA MANADO MENGGUNAKAN PENDEKATAN MYSTERY CUSTOMER Widya Astuty Lolo; Weny Indayany Wiyono; Deby Afriani Mpila; Fridly Manawan; Heru Andika Tatuh
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Medica
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v8i2.64900

Abstract

Self-medication is an effort by the community to maintain their own health, which can have both positive and negative effects. This study aims to analyse the quality of self-medication services in Manado City using a mystery customer approach. The study was conducted in 96 pharmacies from March to June 2025 using a cross-sectional design. The subjects of this study consisted of pharmacists, pharmacy vocational workers and pharmacy staff. Based on the results of the study, the highest percentages in the demographic data included pharmacy ownership 73.96% (individual), pharmacy location 30,21% (South Manado), time of visit 60,42% (afternoon or evening), disease cases 16,67% (fever), and service providers 46,88% (pharmacy vocational workers). The highest percentages in patient examination and drug information were for whom the drug was intended (57,29%), rational drug use (68,75%), and instructions for use (59,38%). The lowest percentage related to the information provided was on specific medical conditions, one of which was pregnancy (0%). It can be concluded that the quality of self-medication services at pharmacies in the Manado City area varies, mainly depending on the service provider. Keywords: Self-medication, Mystery customer, Patient assessment, Drug selection, Drug information