Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING: education on preventing and handling stunting Susanti, Linros; Ika, Hendrika
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Edisi April 2024
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v5i1.287

Abstract

Abstract The first thousand days of life (1000 HPK) are very important in human growth and development. About 80% of the development of the brain and body organs occurs during the golden period (1000 HPK). Missing the opportunity to grow optimally during this period can cause stunting with long-lasting impacts. Education for mothers of toddlers includes improving nutrition, monitoring routine growth every month, and monitoring development regularly at least once every 3 months. The activity was carried out with the aim of increasing community knowledge about stunting in Oesusu Village, Kupang Regency in September 2023. Implementation used the "group counseling" method. Where, all communities are given counseling with the aim that they can understand, change their daily culture regarding the problem of stunting and all the causes and impacts related to the problem of stunting. The evaluation process was carried out before and after the activity to measure the abilities and changes in attitudes of 50 participants consisting of family mothers, posyandu cadres, and Oesusu Village officials, Kupang Regency regarding the counseling material. The pre-tesresults found that the majority (89.8%) of the counseling participants did not understand stunting, its causal factors and impact on children's growth and the quality of human resources. However, after confirmation of the results of the counseling, it was discovered that 100% of the counseling participants could understand and be able to answer questions about the counseling material. This means that it is still very important to continue providing education to the community, cadres and village officials in order to support efforts to accelerate stunting reduction. Keywords: community participation, clean and healthy living practices, prevention and management of stunting, Oesusu village, Kupang district
Peran Digitalisasi dalam Penanggulangan Stunting: Solusi Inovatif untuk Generasi Sehat Lobho, Kristina E.T; Tanu, Linros Susanti Noldi; Ika, Hendrika; Luni, Dafrosa; Sula, Yetrim Inang
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.1892

Abstract

Stunting merupakan salah satu tantangan kesehatan utama yang berdampak pada kualitas generasi masa depan, khususnya di Indonesia. Artikel ini membahas peran digitalisasi sebagai solusi inovatif dalam upaya penanggulangan stunting. Melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi kesehatan, big data, telemedicine, dan platform edukasi, intervensi terhadap stunting dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, efektif, dan tepat sasaran. Digitalisasi memungkinkan pengawasan pertumbuhan anak secara real-time, meningkatkan akses terhadap informasi gizi, serta mendukung kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi mampu mengurangi prevalensi stunting dengan meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan ibu dan anak. Artikel ini menyoroti pentingnya investasi dalam teknologi digital dan infrastruktur sebagai langkah strategis untuk mengatasi stunting di era modern.
PANDANGAN MASYARAKAT TANI TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL UNTUK ANAK USIA DINI : STUDI FENOMENOLOGI Tae, Clara Delfitra Pio; Ika, Hendrika; Lobho, Kristina E.T; Mnanu, Melania Isabela Anjelina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah masalah global yang mendesak untuk ditangani. Penelitian ini menginvestigasi pandangan masyarakat tani di Ayotupas, Kabupaten Timor Tengah Selatan, terkait pendidikan seksual anak usia dini dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Lima partisipan dari komunitas tersebut diwawancarai untuk mengungkap dampak faktor budaya, agama, dan konteks sosial lokal. Hasilnya menyoroti pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai budaya, norma sosial, dan ajaran agama dalam merancang program yang tepat dan efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seksual anak usia dini di pedesaan Indonesia, dengan implikasi penting untuk melibatkan budaya dan agama dalam kebijakan serta program yang relevan. Saran untuk penelitian lebih lanjut dan pihak terkait, seperti pemerintah daerah, lembaga kesehatan, pendidik, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat, adalah mengadopsi pendekatan berbasis budaya dan agama dalam pendidikan seksual anak.
PENGALAMAN KELUARGA MERAWAT KLIEN GANGGUAN JIWA PASCA PASUNG : STUDI KUALITATIF Ninef, Violin Irene; Luni, Dafrosa; Tanu, Linros Susanti N; Ika, Hendrika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa pasca pasung di Kolbano dengan pendekatan kualitatif. Praktik pasung merupakan masalah serius yang berdampak pada individu dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah memahami tantangan fisik, emosional, dan sosial yang dihadapi keluarga dalam merawat individu pasca pasung serta strategi coping yang mereka gunakan. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan wawancara mendalam. Populasi yang diteliti adalah keluarga yang merawat individu pasca pasung di Kolbano, dengan lima partisipan dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi pengalaman merawat dan strategi coping. Data dikumpulkan menggunakan panduan wawancara dan dianalisis melalui analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa keluarga menghadapi berbagai tantangan, seperti fisik, emosional, dan sosial. Mereka menggunakan berbagai strategi coping seperti dukungan sosial dan self-care, tetapi juga mengalami spektrum emosi yang luas. Hasil penelitian memberikan pemahaman mendalam tentang dampak praktik pasung pada keluarga dan individu yang terlibat, berpotensi menjadi dasar untuk pengembangan intervensi yang lebih baik dalam mendukung mereka.
HAMBATAN YANG DI RASAKAN UNTUK PEMBERIAN NUTRISI PADA IBU DENGAN ANAK STUNTING USIA DIBAWAH 5 TAHUN : STUDI KUALITATIF Ninef, Irene; Ika, Hendrika; Luni, Dafrosa; Aplonia, Malince
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan yang dihadapi oleh ibu dalam memberikan nutrisi kepada anak stunting di bawah lima tahun. Stunting anak merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia, meskipun telah dilakukan upaya untuk mengatasinya, masih ada kendala dalam memberikan nutrisi yang mempengaruhi efektivitas program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis. Populasi penelitian terdiri dari lima ibu yang memiliki anak stunting berusia di bawah lima tahun, dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi yang sesuai. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara terstruktur, dan dianalisis dengan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan dalam memberikan nutrisi kepada anak stunting, termasuk keterbatasan pengetahuan tentang gizi, akses terhadap makanan bergizi, dan kendala ekonomi. Tema kedua menyoroti tantangan emosional yang dihadapi ibu, seperti kecemasan, rasa bersalah, dan ketergantungan emosional. Sementara tema ketiga menyoroti kendala ekonomi yang memengaruhi kemampuan ibu untuk memberikan nutrisi yang memadai bagi anak-anak mereka. Temuan ini menekankan pentingnya penanganan holistik terhadap berbagai tantangan ini untuk meningkatkan status gizi anak stunting. Dengan demikian, penelitian ini menggambarkan secara mendalam hambatan-hambatan yang dihadapi oleh ibu dalam memberikan nutrisi kepada anak stunting, serta menggarisbawahi pentingnya intervensi yang komprehensif dalam meningkatkan kesehatan anak-anak yang terkena stunting.