Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RESPONSIBILITAS TOKOH AGAMA ISLAM DALAM UPAYA MENANGKAL KONTRA PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN HANDPHONE DI KALANGAN REMAJA Novianti; Kulle, Haris; Iman, Bustanul
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 9 No. 2 (2024): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v9i2.5313

Abstract

Penelitian membahas tentang responsibilitas tokoh agama Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan : untuk menganalisis penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, Untuk menganalisis dampak penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, dan Untuk menganalisis tokoh agama Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Jenis Penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan yaitu bagian dari jenis peneltian kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu berdasarkan jenjang pendidikan SMP-SMA, dengan mengambil sampel sebanyak 6 (enam) remaja Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa handphone sudah menjadi kebutuhan di kalangan remaja dan masyarakat umum, adapun dampak yang ditimbulkan memiliki sisi positif dengan memberi kemudahan pada pemenuhan aktivitas dan kebutuhan masyarakat, sementara dampak negatifnya yaitu remaja cenderung melupakan kewajiban, berkata kasar, lost control ketika menggunakan handphone, lalai dalam kegiatan keagamaan, dan memiliki peluang mengakses konten-konten negatif. Bentuk tanggung jawab atau responsibilitas tokoh agama Islam, aparat desa dan orang tua dengan membentuk beberapa program masyarakat diantaranya: pengajian bulanan, pengajian perpekan, pembenahan desa/gotong royong, penyediaan TPA, sementara beberapa upaya orang tua yaitu, pemberian sanksi atau efek jera, penyediaan aplikasi keagamaan, dan tidak memfasilitasi handphone pada anak dibawa umur.Implikasi dari penelitian ini yaitu penyediaan tempat pendidikan al-Qur’an yaitu TPA yang tidak hanya disediakan bagi anak usia dini namum juga tujukan pada remaja dengan harapan meminimalisir penggunaan handphone agar tidak meimbulkan penyimpangan.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KELAS VIII SMP NEGERI 5 KOLAKA UTARA Rahmi, Aulia; Iman, Bustanul; Ilham, Dodi
Edutech: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2, No 2, Oktober 2024
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/29872359.190

Abstract

ABSTRAK Adapun tujuan penelitian ini dilakukan yaitu  1) Untuk mengetahui pengembangan modul ajar pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada kelas VIII di SMP Negeri 5 Kolaka Utara 2) Untuk mengetahui hasil uji validitas modul ajar terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada kelas VIII di SMP Negeri 5 Kolaka Utara 3) Untuk mengetahui hasil uji praktikalitas modul ajar terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada kelas VIII di SMP Negeri 5 Kolaka Utara. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian R&D (Research & Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation) Subjek dalam penelitian ini adalah pendidik kelas VIII di SMP Negeri 5 Kolaka Utara. Teknik pengumpulan data didapat melalui observasi, wawancara dan angket. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan dan analisis data kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran modul ajar pendidikan agama Islam dan budi pekerti dinyatakan valid berdasarkan penilaian oleh validator dengan persentase 77 % dari ahli media, 100 % dari ahli materi, dan 76 %  dari ahli bahasa. Hasil uji kepraktisan dari guru memperoleh persentase 86,25 %.  
RESPONSIBILITAS TOKOH AGAMA ISLAM DALAM UPAYA MENANGKAL KONTRA PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN HANDPHONE DI KALANGAN REMAJA Novianti; Kulle, Haris; Iman, Bustanul
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 9 No. 2 (2024): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v9i2.5313

Abstract

Penelitian membahas tentang responsibilitas tokoh agama Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan : untuk menganalisis penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, Untuk menganalisis dampak penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu, dan Untuk menganalisis tokoh agama Islam dalam menangkal kontra produktivitas penggunaan handphone di kalangan remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Jenis Penelitian ini yaitu field research atau penelitian lapangan yaitu bagian dari jenis peneltian kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja Desa Buntu Batu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu berdasarkan jenjang pendidikan SMP-SMA, dengan mengambil sampel sebanyak 6 (enam) remaja Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa handphone sudah menjadi kebutuhan di kalangan remaja dan masyarakat umum, adapun dampak yang ditimbulkan memiliki sisi positif dengan memberi kemudahan pada pemenuhan aktivitas dan kebutuhan masyarakat, sementara dampak negatifnya yaitu remaja cenderung melupakan kewajiban, berkata kasar, lost control ketika menggunakan handphone, lalai dalam kegiatan keagamaan, dan memiliki peluang mengakses konten-konten negatif. Bentuk tanggung jawab atau responsibilitas tokoh agama Islam, aparat desa dan orang tua dengan membentuk beberapa program masyarakat diantaranya: pengajian bulanan, pengajian perpekan, pembenahan desa/gotong royong, penyediaan TPA, sementara beberapa upaya orang tua yaitu, pemberian sanksi atau efek jera, penyediaan aplikasi keagamaan, dan tidak memfasilitasi handphone pada anak dibawa umur.Implikasi dari penelitian ini yaitu penyediaan tempat pendidikan al-Qur’an yaitu TPA yang tidak hanya disediakan bagi anak usia dini namum juga tujukan pada remaja dengan harapan meminimalisir penggunaan handphone agar tidak meimbulkan penyimpangan.
Penerapan Model Pembelajaran Aktif Tipe Every One is a Teacher Here Pada Materi ”Meraih Kesuksesan” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas X1 SMAN 13 Luwu Qalbi H, M. Raehan; Iman, Bustanul; Fakhrunnisaa, Nur
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i2.5216

Abstract

This study aimed to improve students’ learning outcomes through the implementation of the active learning model Everyone Is A Teacher Here on the topic “Achieving Success” in class X1 of SMAN 13 Luwu. This research employed Classroom Action Research (CAR) based on the Hopkins model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 32 students. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using quantitative and qualitative approaches by calculating the mean scores and learning mastery percentages. The findings indicated a significant improvement from Cycle I to Cycle II. In Cycle I, the average score was 68 with 41% learning mastery, while in Cycle II the average increased to 78 with 78% mastery. The implementation of the Everyone Is A Teacher Here model enhanced students’ participation, confidence, and engagement, which positively impacted their learning outcomes. This model proved effective in creating an interactive and participatory Islamic Education learning environment.