Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Instalasi Penerangan pada Proses Produksi Koprah (Kelapa Tua) untuk Meningkatkan Keselamatan Kerja pada Masyarakat Feri Irawan; Muhamad Najmudin; Moh Rizki Faturahman; Mohamad Ansori; Muhamad Indika Rizky Pratama; Muhammad Hardiman Nur Ramadhan
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.480

Abstract

Usaha pengolahan koprah (kelapa tua) merupakan salah satu kegiatan ekonomi masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah penghasil kelapa. Namun, proses produksi koprah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada sistem penerangan area kerja yang belum memadai. Kondisi pencahayaan yang kurang optimal menyebabkan pekerja mengalami kesulitan dalam melakukan proses pembakaran, pengawasan, penyortiran, dan pengemasan hasil produksi, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas, kualitas produk, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan instalasi penerangan yang aman, efisien, dan hemat energi pada area produksi koprah guna meningkatkan keselamatan kerja dan efektivitas proses produksi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, observasi, perancangan sistem penerangan, pemasangan instalasi, pelatihan dan pendampingan kepada mitra, evaluasi, serta penyusunan laporan kegiatan. Teknologi yang diterapkan menggunakan lampu LED hemat energi dengan penataan titik penerangan yang disesuaikan dengan kebutuhan area kerja serta pemasangan instalasi listrik yang memenuhi aspek keselamatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan instalasi penerangan mampu meningkatkan kualitas pencahayaan secara lebih merata, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman, mengurangi potensi kecelakaan kerja, serta meningkatkan ketelitian pekerja dalam proses produksi koprah. Selain itu, penggunaan lampu LED memberikan efisiensi konsumsi energi listrik sehingga mampu menekan biaya operasional usaha. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman mitra mengenai penggunaan, perawatan, dan keselamatan instalasi listrik. Dengan demikian, penerapan instalasi penerangan sebagai teknologi tepat guna memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kualitas hasil produksi, efisiensi energi, dan keberlanjutan usaha pengolahan koprah masyarakat.
Penerapan Lampu System Otomatis Berbasis Sensor Cahaya untuk Meningkatkan Efisiensi Energi di Desa Kaduela, Banten Muchtadi Muchtadi; Teguh Kurniawan; Hajiji Hajiji; Faiz Jazuri; Muhammad Hardiman Nur Ramadhan
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.482

Abstract

Penerangan merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif, terutama pada kegiatan produksi koprah (kelapa tua) yang masih dilakukan secara tradisional. Di Kampung Kaduela RT 05 RW 02, Desa Kaduela, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, proses produksi koprah sering berlangsung pada kondisi pencahayaan yang kurang memadai, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, mengurangi kenyamanan, serta menurunkan efektivitas aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, dilakukan penerapan instalasi penerangan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan kerja pada proses produksi koprah. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, identifikasi kebutuhan pencahayaan, perancangan instalasi penerangan, pemasangan sistem penerangan yang dilengkapi sensor cahaya (LDR/Photocell) sehingga lampu dapat menyala dan mati secara otomatis sesuai kondisi lingkungan, serta evaluasi terhadap hasil penerapan. Sistem ini dirancang agar mudah dioperasikan, hemat energi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Hasil penerapan menunjukkan bahwa instalasi penerangan mampu meningkatkan intensitas cahaya pada area produksi sehingga aktivitas masyarakat dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman, terutama pada sore hingga malam hari. Selain itu, penggunaan sensor cahaya otomatis memberikan efisiensi penggunaan energi listrik karena lampu hanya beroperasi saat diperlukan. Dengan demikian, penerapan instalasi penerangan pada proses produksi koprah di Kampung Kaduela RT 05 RW 02 memberikan manfaat dalam meningkatkan keselamatan kerja, kenyamanan, dan efisiensi penggunaan energi. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat dalam mendukung aktivitas produksi secara berkelanjutan.
Penerapan Sistem Filtrasi Multistage untuk Peternakan Ayam Petelur Aditya Suparman Syah; Agum Krisnandar; Aji Febriana; Muhammad Yodha Mancayo; Suryana Suryana; Muhammad Hardiman Nur Ramadhan
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.483

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menunjang kegiatan peternakan ayam petelur. Ketersediaan air yang memadai dan memiliki kondisi yang baik diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air minum ayam, menjaga kebersihan kandang, serta mendukung berbagai aktivitas operasional peternakan. Peternakan ayam petelur BUMDes Sejahtera Bersama di Desa Tenjoayu membutuhkan sistem penyediaan air yang dapat membantu meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam kegiatan peternakan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan sistem filtrasi multistage sekaligus memberikan sosialisasi kepada pengelola mengenai fungsi, cara kerja, pengoperasian, dan perawatan sistem. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi kondisi sumber air dan kebutuhan peternakan, perancangan, persiapan komponen, pemasangan, pengujian, dan sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan sistem berhasil diterapkan dan menghasilkan air keluaran dengan kondisi visual yang lebih baik. Pengelola juga memperoleh pemahaman mengenai pengoperasian dan perawatan sistem.
Penerapan Troli untuk Meningkatkan Nilai Ergonomis dan Efisiensi Pengangkutan Melon Nurul Huda; Jepri Setiawan; Muhammad Agung Nugraha; Yudha Tri Buana; Arfan Arfan; Muhammad Hardiman Nur Ramadhan
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.484

Abstract

Kegiatan pengangkutan hasil panen merupakan salah satu tahapan penting dalam usaha pertanian melon. Berdasarkan hasil observasi pada mitra di Kp. Pancuran, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, proses pengangkutan melon masih dilakukan secara manual dengan menggunakan wadah sederhana dan mengandalkan tenaga manusia. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengumpulan dan pemindahan hasil panen membutuhkan waktu yang lebih lama, kapasitas angkut terbatas, serta berpotensi menimbulkan kelelahan pada pekerja. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menerapkan alat bantu berupa troli sebagai solusi teknologi tepat guna untuk membantu proses pengangkutan melon. Tahapan kegiatan meliputi observasi kondisi mitra, identifikasi permasalahan, perancangan dan penyiapan troli, uji coba penggunaan, penerapan di area panen, pelatihan penggunaan dan perawatan, serta evaluasi. Troli yang diterapkan merupakan jenis flat cart dengan ukuran 90 × 60 cm dan kapasitas angkut yang direncanakan hingga 800 kg. Penerapan troli diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengangkutan, mempermudah proses pemindahan hasil panen, mengurangi beban kerja fisik pekerja, serta menciptakan proses kerja yang lebih ergonomis, efektif, dan efisien. Selain itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan alat bantu berupa troli dalam proses pengangkutan hasil panen melon, sehingga dapat membantu meningkatkan kapasitas pengangkutan, mengurangi beban fisik pekerja, serta mendukung terciptanya proses kerja yang lebih ergonomis dan efisien bagi masyarakat di Kp. Pancuran, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.
Sosialisasi Perawatan dan Troubleshooting Sistem Filtrasi Multistage untuk Peternakan Ayam Petelur Aqshal Maulana Putra; Ahmad Mujib; Edi Mulyadi; Muhammad Sandy Sonjaya; Muhammad Hardiman Nur Ramadhan
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 3 No. 1 (2026): in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v3i1.487

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kegiatan operasional peternakan ayam petelur, baik untuk kebutuhan air minum ternak, sanitasi, pembersihan kandang, maupun pencucian peralatan. BUMDes Sejahtera Bersama, Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, telah menggunakan sistem filtrasi multistage sebagai upaya meningkatkan kualitas air sumur bor yang digunakan dalam kegiatan peternakan. Namun, keberlanjutan kinerja sistem filtrasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengelola dalam melakukan pengoperasian dan perawatan secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola peternakan dalam melakukan perawatan dan troubleshooting sistem filtrasi multistage secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi alat, praktik langsung, simulasi troubleshooting, diskusi, dan evaluasi peserta. Materi yang diberikan mencakup prinsip kerja sistem filtrasi multistage, fungsi media filter, pemeriksaan tekanan dan debit air, proses backwash, penggantian cartridge dan media filter, serta penanganan gangguan yang umum terjadi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa target pelaksanaan berhasil tercapai. Peserta mampu memahami prinsip pengoperasian dan perawatan sistem, melakukan proses backwash dan penggantian cartridge filter, serta mengidentifikasi dan menangani gangguan ringan pada sistem filtrasi. Kegiatan ini meningkatkan kemandirian pengelola dalam melakukan pemeliharaan sistem dan mendukung keandalan penyediaan air untuk kebutuhan operasional peternakan secara berkelanjutan.