Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Dosis Serbuk Biji Kelor (Moringa oleifera) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Penurunan Kekeruhan Air dengan Metode Jar Test Erlisa Hindriani; Bungawati, A; Mahyudin Syam, Dedi
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4070

Abstract

Latar Belakang: Biji kelor (Moringa oleifera) dan biji asam jawa (Tamarindus indica L) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai biokoagulan pada proses koagulasi karena kandungan protein. Protein penyusun biji kelor dan biji asam jawa digunakan sebagai alternatif bagi penggunaan koagulan sintetik dalam memperbaiki kualitas kekeruhan air. Tujuan: Tujuan dari penelitianĀ  ini adalah diketahuinya perbedaan dosis serbuk biji kelor dan biji asam jawa terhadap penurunan kekeruhan air dengan metode jar test. Metode: Penelitian eksperimen dengan pendekatan eksperimen sungguhan dengan pola penelitian pretest posttest with control (-) group. Sampel dalam penelitian ini yaitu air sungai di kelurahan Taipa dengan cara Grab Sampling. Hasil: Persentase tertinggi penurunan kekeruhan dengan serbuk biji kelor sebesar 38,44% pada dosis 0,2 gr dan persentase tertinggi penurunan kekeruhan dengan serbuk biji asam jawa sebesar 22,83% pada dosis 0,2 gr. Hasil uji T-TestĀ  pada jenis koagulan biji kelor dengan rata-rata penurunan 118,300 NTU, sedangkan pada koagulan biji asam jawa terjadi penurunan tingkat kekeruhan dengan rata-rata 134,94 NTU. Kesimpulan: Ada perbedaan rata-rata nilai hasil setelah dilakukan uji coba pada serbuk biji kelor dan biji asam jawa.
Gambaran Kebiasaan Merokok, Umur, Aktifitas Fisik Pada Penderita Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Ampibabo Bungawati, A; Syam, Dedi Mahyudin; Arianty, Ros; Sunuh, Herlina Susanto; Maulana, Alif
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i1.1609

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang semakin menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan, dengan prevalensi dan insidennya yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebiasaan merokok, usia, dan aktivitas fisik pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuatitatif dengan sampel 94 penderita hipertensi, yang diambil melalui teknik Accidental Sampling. Penelitian dilakukan pada wilayah kerja Puskesmas Ampibabo, Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita hipertensi dengan kebiasaan merokok berjumlah 44 orang (46,8%), dan sebagian besar berusia > 59 tahun sebanyak 70 orang (74,5%). Dari segi aktivitas fisik, 15 orang (15,9%) melakukan aktivitas ringan, 9 orang (9,6%) aktivitas sedang, dan 70 orang (74,5%) aktivitas berat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas penderita hipertensi memiliki kebiasaan merokok, berusia > 59 tahun, dan melakukan aktivitas fisik berat.
Gambaran Personal Hygiene Pada Penjamah Makanan Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Madani Palu Bungawati, A; Subagyo, Indro; Sri Wahyuni , Indri
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food poisoning is a global health problem that still occurs frequently, especially in hospital settings. This study aims to describe the personal hygiene practices of food handlers in the Nutrition Installation of Madani Hospital, Palu City. The study used a descriptive method with an observational and interview approach involving all 17 food handlers. The observed variables included handwashing habits, the use of gloves, masks, head coverings, aprons, the cleanliness of clothing and nails, as well as the habit of not smoking during food processing. The results showed that all respondents had practiced regular handwashing, used head coverings and aprons, maintained clean clothing and nails, and did not smoke while working. However, only one respondent (6%) met the requirements for using plastic gloves, and two respondents (12%) had not used masks according to standards. The high level of compliance in several aspects was supported by the availability of facilities, continuous education, supervision, and a positive work culture. The conclusion of this study indicates that the implementation of personal hygiene in the Nutrition Installation of Madani Hospital is fairly good in several aspects, but deficiencies remain in the use of gloves and masks. Continuous improvements are needed through supervision, refresher training, and the provision of adequate facilities to support optimal personal hygiene practices, thereby improving the quality of food processing and food safety in the hospital.