Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kesehatan Mental Remaja dan Tren Bunuh Diri: Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying di Indonesia Karisma, Nurul; Rofiah, Aida; Afifah, Siti Nur; Manik, Yuni Mariani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3439

Abstract

Kasus bullying pada remaja meningkat signifikan di Indonesia, Remajanya mengakhiri hidup menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Kekerasan terhadap anak dapat menjadi faktor yang memicu anak mengakhiri hidupnya Tren bunuh diri juga terjadi disepanjang tahun 2023, Indonesia dikejutkan dengan banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa berdampak pada kesehatan mental dan tren bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bullying terhadap kesehatan mental remaja, mengidentifikasi peran masyarakat dalam pencegahan bullying, dan memberikan rekomendasi melibatkan peran masyarakat melindungi kesehatan mental remaja serta mencegah peningkatan tren bunuh diri. Dampak bullying mencakup gangguan mental dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan signifikan kasus bullying pada remaja di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan kasus dari 119 kasus (2020) menjadi 241 kasus (2023) serta di tingkatan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 50 % sampai 13,5 % tingkat SMA dan SMK. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengkaji jurnal, dokumen, dan media online terkait topik permasalahan bullying yang menyebabkan masalah kesehatan mental bahkan tren bunuh diri untuk dikaji lebih lanjut. Diperlukan peran masyarakat untuk pencegahan melalui edukasi dan dukungan kesehatan mental remaja. Keterlibatan masyarakat secara aktif dan kolaboratif adalah kunci menciptakan perubahan positif terkait isu bullying dan kesehatan mental remaja yang merupakan tanggung jawab bersama.
Persepsi Mahasiswa terhadap Dampak Bullying dalam Relasi Sosial: Studi di Universitas PGRI Wiranegara Karisma, Nurul; Yasmin, Yasmin; Farodillah, Rufkah Ayu
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17926

Abstract

This study aims to analyze students' perceptions of the impact of bullying on social relations at Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Using a qualitative approach with a Colaizzi phenomenological design, through in-depth semi-structured interviews with 7 active students from the 2021-2024 intake from various study programs selected purposively, the data were analyzed thematically with the help of NVivo 12 Plus and validated via member check. The results show that verbal bullying (taunts, insults, gossip) is dominant, causing decreased self-confidence, difficulty interacting, alienation, and interpersonal conflict. These impacts disrupt long-term social integration, including decreased sense of belonging and academic participation. Students develop various coping strategies, including prevention efforts such as avoiding perpetrators and guarding their tongues, as well as handling efforts such as providing emotional support to victims. Coping strategies include avoiding perpetrators, emotional support between peers, and preventive efforts such as guarding their tongues. This study concludes the need for the implementation of comprehensive anti-bullying policies at the university level, including the need for integrated anti-bullying policies such as prevention through emotional literacy training, counseling-based handling, and safe victim reporting mechanisms, as well as strict sanctions to create a safe and conducive campus environment for all students._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap dampak bullying dalam relasi sosial di Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Colaizzi, melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 7 mahasiswa aktif angkatan 2021-2024 dari berbagai program studi yang dipilih secara purposive, data dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 12 Plus dan divalidasi via member check. Hasil menunjukkan bullying verbal (ejekan, hinaan, gosip) dominan terjadi, menyebabkan penurunan kepercayaan diri, kesulitan berinteraksi, keterasingan, dan konflik interpersonal. Dampak tersebut mengganggu integrasi sosial jangka, termasuk penurunan sense of belonging dan partisipasi akademik. Mahasiswa mengembangkan beragam strategi coping, meliputi upaya pencegahan seperti menghindari pelaku dan menjaga lisan, serta upaya penanganan seperti memberikan dukungan emosional kepada korban. Strategi coping meliputi penghindaran pelaku, dukungan emosional antarrekan, serta upaya preventif seperti menjaga lisan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya implementasi kebijakan anti-bullying yang komprehensif di tingkat universitas, termasuk diperlukan kebijakan anti-bullying terpadu seperti pencegahan melalui pelatihan literasi emosional, penanganan berbasis konseling dan mekanisme pelaporan korban yang aman, serta sanksi tegas untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswa.
Kesehatan Mental Remaja dan Tren Bunuh Diri: Peran Masyarakat Mengatasi Kasus Bullying di Indonesia Karisma, Nurul; Rofiah, Aida; Afifah, Siti Nur; Manik, Yuni Mariani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 3 No. 03 (2023): Artikel Riset Edisi Desember 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v3i03.3439

Abstract

Kasus bullying pada remaja meningkat signifikan di Indonesia, Remajanya mengakhiri hidup menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Kekerasan terhadap anak dapat menjadi faktor yang memicu anak mengakhiri hidupnya Tren bunuh diri juga terjadi disepanjang tahun 2023, Indonesia dikejutkan dengan banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa berdampak pada kesehatan mental dan tren bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak bullying terhadap kesehatan mental remaja, mengidentifikasi peran masyarakat dalam pencegahan bullying, dan memberikan rekomendasi melibatkan peran masyarakat melindungi kesehatan mental remaja serta mencegah peningkatan tren bunuh diri. Dampak bullying mencakup gangguan mental dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan signifikan kasus bullying pada remaja di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan kasus dari 119 kasus (2020) menjadi 241 kasus (2023) serta di tingkatan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 50 % sampai 13,5 % tingkat SMA dan SMK. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan mengkaji jurnal, dokumen, dan media online terkait topik permasalahan bullying yang menyebabkan masalah kesehatan mental bahkan tren bunuh diri untuk dikaji lebih lanjut. Diperlukan peran masyarakat untuk pencegahan melalui edukasi dan dukungan kesehatan mental remaja. Keterlibatan masyarakat secara aktif dan kolaboratif adalah kunci menciptakan perubahan positif terkait isu bullying dan kesehatan mental remaja yang merupakan tanggung jawab bersama.
Interpretasi Siswa SMAN 4 Kota Pasuruan Terhadap Monopoli Pertamina Dalam Perspektif Hukum Persaingan Usaha: Studi Fenomenologi Hermeneutik Agung Prakoso, Firza; Karisma, Nurul; Rifana, Sinta Putri; Fahmi, M. Nuril; Fatimah, Nur
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/12smx535

Abstract

Monopoli Pertamina sebagai badan usaha milik negara di sektor energi nasional merupakan isu strategis yang tidak hanya berdimensi ekonomi dan hukum, tetapi juga berpengaruh terhadap pembentukan kesadaran hukum generasi muda sebagai warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana siswa SMA menafsirkan praktik monopoli Pertamina dalam perspektif hukum persaingan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi hermeneutik. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa SMA yang dipilih secara purposive berdasarkan pengetahuan dasar tentang isu BBM dan kesediaan menjadi narasumber. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, direkam, ditranskripsikan secara verbatim, dan dianalisis secara interpretatif menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memaknai monopoli Pertamina sebagai bentuk dominasi negara yang dipandang sah dan diperlukan untuk menjaga stabilitas energi nasional, namun sekaligus dipersepsikan menimbulkan keterbatasan pilihan, potensi ketidakadilan harga, serta persoalan pelayanan publik. Kesadaran hukum siswa bersifat reflektif, ditandai dengan penerimaan terhadap peran negara yang disertai tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan kepentingan masyarakat, sehingga menegaskan pentingnya pendidikan hukum dan literasi ekonomi yang kontekstual.
Inovasi Pemberdayaan Desa Berbasis Aset Lokal: Transformasi Daun Kelor Menjadi Produk Wirausaha Kreatif di Desa Tunggulwulung Yusuf, Achmad; Mabruro, Mifta Fauzia; Purnomo, Fannisa Fitra; Diestyana, Arwidya; Dewitasari, Melani Putri; Maslakhah, Lailatul; Karisma, Nurul
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.659

Abstract

Desa Tunggulwulung, yang terletak di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi besar dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman kelor (Moringa oleifera). Namun, potensi ini belum dioptimalkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) sebagai strategi pemberdayaan untuk mengembangkan produk olahan kelor bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan ABCD menitikberatkan pada kekuatan dan aset yang sudah dimiliki masyarakat, seperti sumber daya alam, keterampilan lokal, jaringan sosial, dan infrastruktur desa, sehingga mampu membangun kapasitas dari dalam komunitas sendiri. Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi identifikasi aset lokal, pelatihan peningkatan kualitas pengolahan kelor, pendampingan branding dan desain kemasan, edukasi pemasaran digital, serta literasi keuangan sederhana. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam diversifikasi produk olahan kelor serta kemampuan dalam memasarkan produk melalui media digital. Program ini juga mendorong terbentuknya beberapa unit usaha mikro baru yang mengolah daun kelor menjadi produk bernilai tambah seperti teh celup kelor, bubuk kelor, dan keripik kelor dengan kemasan menarik dan siap jual. Dengan demikian, pendekatan ABCD terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi desa, khususnya melalui pemanfaatan tanaman kelor sebagai komoditas unggulan.
PERBANDINGAN SISTEM ADMINISTRASI PUBLIK ANTARA INDONESIA DAN JEPANG DALAM MENGHADAPI BIROKRASI MODERN Karisma, Nurul; Aminullah
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of modern bureaucracy reflects the need for an adaptive,afficient,and accountable public administration system in responding to global dynamics, tecnological advancement,and increasing public demands for high-quality public service. This article aims to compare the public administration systems of Indonesia and Japan in addressing the challeges of modern bureaucracy. The study employs a deskriptive approach using a comprative method, based on the analysis of policy documents,goverment performance repots,and relevant literature on public administration reform in both countries. The findings indicate that japan possesses a relatively stable public  administration system characterized by a professional bureaucracy,strong inter-agency coordination, and a work culture that emphasizes discipline and policy continuity. Meanwhile,  Indonesia continues to face various challenges in bureaucratic modernization,including regulatory complexity, institutional fragmentation,and iconsistecies in the implementation of bureaucratic reforms, despite notable progress through the adoption of performance manajement and the digitalization of public services. This study concludes that differences in instutional context, bureaucratic culture, and public administration capacity significantly influence the ability of both countries to manage modern bureaucratly. The findings are expected to contribute theoritically to the field of comprative public administration and serve as a practical reference for the formulation of bureacratic reform policies in Indonesia.