Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Konstitualitas Penentuan Syarat Usia Minimal dan Maksimal Pimpinan KPK Yusuf, Achmad; Saleh, Moh.
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/juinhum.5.1.8421.810-820

Abstract

Kontroversi seputar penolakan terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, yang berupaya mengubah Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK), berpusat pada perubahan persyaratan usia yang tercantum dalam Pasal 29 huruf (e). Modifikasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan calon pimpinan KPK tidak memenuhi kriteria usia minimum yang direvisi, yaitu di bawah 50 tahun, sehingga tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi pimpinan KPK. Penelitian yang disajikan di sini dirancang untuk mengevaluasi beberapa aspek, termasuk: (1) Ratio decidendi yang digunakan untuk menetapkan persyaratan usia minimum dan maksimum sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 112/PUU-XX/2022; (2) Konsekuensi hukum dari penetapan persyaratan usia minimum dan maksimum berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 112/PUU-XX/2022. Menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menggunakan bahan hukum primer dan sekunder sebagai sumber data, dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan, analisis dokumen, dan merujuk pada penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 112/PUU-XX/2022 menjadi bahan hukum primer yang dikaji untuk memberikan gambaran mengenai isu-isu utama yang dikaji. Kontroversi Pasal 29 huruf (e) UU KPK bermula dari perubahan persyaratan usia setelah seleksi pimpinan KPK yang menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi ketidakadilan. MK menggarisbawahi pentingnya pengalaman sebagai kualifikasi utama bagi calon pimpinan KPK, dengan menekankan perannya dalam menjaga integritas dan efektivitas lembaga tersebut. Studi ini merekomendasikan peninjauan menyeluruh terhadap setiap usulan undang-undang, dengan mempertimbangkan semua komponen yang relevan dan mematuhi prinsip-prinsip konstitusional sebelum diberlakukan.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kinerja di PT X Sidoarjo Yusuf, Achmad; Widyastuti, Widyastuti
Journal of Islamic Psychology Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/islamicpsychology.v1i2.73

Abstract

Di tempat kerja, kinerja karyawan merupakan faktor penting bagi keberhasilan organisasi. Namun, di PT X Sidoarjo, masalah kinerja yang rendah masih ada di antara beberapa karyawan. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja karyawan di PT X Sidoarjo, yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 105 karyawan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur kecerdasan emosional dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kinerja karyawan, yang mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional yang lebih tinggi berhubungan dengan kinerja yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang menargetkan kecerdasan emosional dapat meningkatkan kinerja karyawan di PT X Sidoarjo, sehingga menyoroti pentingnya kecerdasan emosional di tempat kerja.
ANALISIS GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH (PBLHS) DALAM RANGKA AKSI INDONESIA BEBAS SAMPAH PLASTIK 2025 Suhaila, Suhaila; Novaria, Eva; Syukri, Farhat; Nata, Nasir; Yusuf, Achmad; Nursiwan, Nursiwan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.5099

Abstract

The increasing concern about changes in global environmental conditions places environmental issues as a crucial topic. Schools, as the basis for forming the next generation, have a strategic role in fostering environmental awareness through the Environmental Care and Culture Movement in Schools (PBLHS). This study aims to determine teachers' perceptions of the implementation of PBLHS and analyze how the movement's policies are implemented in schools in South Sumatra Province. Using the snowball sampling technique, data were collected from 154 teacher respondents through an online questionnaire and analyzed using descriptive statistics. The findings show teachers' positive attitudes towards PBLHS and the provision of fairly good supporting facilities by most schools, although canteen management related to the provision of environmentally friendly food packaging still needs to be improved. Various PBLHS activities have been carried out, but student involvement and creativity in this movement have not been optimal. The implementation of the PBLHS policy has been proven to have a significant influence on changes in student behavior, especially in reducing plastic use, with teachers acting as facilitators and motivators. Analysis of the dimensions of policy implementation indicates effective communication, efficient resource management, a conducive school environment, and consistent application of policy content and context. This study underlines the success of PBLHS as well as the room for increasing creativity and student participation. ABSTRAKMeningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan kondisi alam global menempatkan isu lingkungan hidup sebagai topik krusial. Sekolah, sebagai basis pembentukan generasi penerus, memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap implementasi PBLHS dan menganalisis bagaimana kebijakan gerakan tersebut diterapkan di sekolah-sekolah Provinsi Sumatera Selatan. Menggunakan teknik snowball sampling, data dikumpulkan dari 154 responden guru melalui kuesioner daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Temuan menunjukkan sikap positif guru terhadap PBLHS dan adanya penyediaan fasilitas penunjang yang cukup baik oleh sebagian besar sekolah, meskipun pengelolaan kantin terkait penyediaan pembungkus makanan ramah lingkungan masih perlu ditingkatkan. Berbagai kegiatan PBLHS telah dilaksanakan, namun keterlibatan dan kreativitas siswa dalam gerakan ini belum optimal. Implementasi kebijakan PBLHS terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku siswa, khususnya dalam pengurangan penggunaan plastik, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Analisis dimensi implementasi kebijakan mengindikasikan adanya komunikasi yang efektif, pengelolaan sumber daya yang efisien, lingkungan sekolah yang kondusif, serta penerapan konten dan konteks kebijakan yang konsisten. Penelitian ini menggarisbawahi keberhasilan PBLHS sekaligus ruang peningkatan untuk kreativitas dan partisipasi siswa.
PENDAMPINGAN GROWTH MINDSET DALAM PENDAMPINGAN PENERAPAN DISIPLIN POSITIF BAGI USTADZ/USTADZAH Jamhuri, M.; Yusuf, Achmad
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2645

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) play a strategic role in shaping the character and morals of the younger generation, while also serving as crucial institutions for fostering morals and religious knowledge. They aim not only to educate students academically but also to cultivate noble personalities.This community service program aims to improve the competitiveness and performance of creative SMEs affiliated with the Nahdlatul Ulama Young Entrepreneurs Association (HPMNU) in Pasuruan Regency. The main challenges faced by partners are suboptimal supply chain management, minimal innovation, and low utilization of digital technology for marketing. Community service activities include intensive training and mentoring in supply chain integration, innovation capacity development, and digital marketing adoption. The method used is a participatory approach with stages of needs identification, training implementation, and outcome evaluation. Results show that partners have improved skills in managing supply chains, designing product innovation strategies, and using digital platforms to expand markets. The tangible impact of this program includes increased operational efficiency, product creativity, and broader market access.
BUILDING ECOLOGICAL AWARENESS BASED ON LOCAL WISDOM: A STUDY OF MUSLIM FAMILIES OF THE TENGGER TRIBE IN CULTIVATING MULTICULTURAL VALUES Yusuf, Achmad; Nurdin, Kurniawan Dindasari
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 2 (2024): Third International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The family is the 'vehicle' that shapes the character of its members. How families treat their children will impact their children's behavioural development. One type of education that parents can receive is environmental education, either through sacred, mysticism, or religion, packaged in certain cultures. This study aims to know, analyse, describe, and interpret multicultural education in Tengger Muslim families with insight into environmental conservation based on local culture in Mororejo Village, Tosari Regency.This study used qualitative phenomenology methods and data collection techniques with three techniques: interviews, observation and documentation. As for environmental management related to environmental conservation, the Tengger people pass it on to future generations or their children while they, together with their children, go to gardens and farms or forests to graze or look for firewood when the child is not in formal or informal school. There are various cultural rules in it, such as land or forests around Pedanyangan that cannot be used for agriculture and many forests that cannot be used for farming, which, of course, is told by parents to the children of the Tengger tribe. This applies to all, regardless of the parent's religious background. The concept of prohibition and management that leads to environmental preservation can be seen in traditional transcendental ceremonies, such as asking for safety through salvation, carried out by Muslim communities such as Wiwitan Bersih Desa and Leliwet.
Community Empowerment of Tourism Villages Through the Utilization of Mangoes into Dodol in Wonokerto Village, Pasuruan Regency: Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Melalui Pemanfaatan Buah Mangga Menjadi Dodol di Desa Wonokerto Pasuruan Yusuf, Achmad
Jurnal Soeropati Vol 4 No 2: Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v4i2.2069

Abstract

This service is expected to be able to develop community capacity building by emphasizing on the development of alternative economic-based empowerment models. The Service Team carries out community service activities in Wonokerto Village, Sukorejo District, because Wonokerto Village is one of the villages that has the potential for mangoes, because most of the residents work as mango farmers. This is supported by data on the number of mango farmers in Wonokerto Village. The focus of the activities carried out by the service team is the formation of tourism awareness groups through the potential of mangoes. This assistance applies the Asset Based Community Development mentoring method, because this service carries out development based on existing assets in the Wonokerto village. The results achieved in this assistance are: the operation of a tourism awareness group through the socialization of the service team with village officials. Processing of mangoes into Dodol Mango products. And promotion of Dodol Mangga products through social media.
PEMBIASAAN MAJELIS SHOLAWAT DA’WATUL KHOIROT DALAM MENANAMKAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM Yusuf, Achmad; Zeynulloh; Masruro, Alfi
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v7i2.1569

Abstract

Islamic educational values found in Sholawat assembly Da'watul Khoirot in Pilangsari, Beji Village; First, the value of Akidah is reflected in the conduct of the assembly when the process of mauidhoh hasanah caretaker of the assembly teaches us to be confident and trust in God. Chanting sholawat and dhikr together solemnly' as a form of gratitude to Allah and an effort to increase faith in Allah and the Messenger of Allah. Second, the value of worship. The Da'watul Khoirot sholawat assembly consists of the value of mahdah worship and ghairu mahdah. In this assembly, mahdah worship includes congregational tahajud prayers, joint prayers, tadarus reading the qur'an. While ghairu mahdah worship includes silaturrahmi, almsgiving, zikir, bersholawat, seeking knowledge, proselytizing Islam by studying the book of ta'lim muta'allim and wasiyatul musthofa. Third, moral values. the moral values in the Da'watul Khoirot sholawat assembly include the attitude of worshippers who are polite, respectful, greeting, kissing hands to their elders, deliberation, mutual aid and help. Strategies for instilling Islamic educational values for the community in the Da'watul Khoirot Assembly in Pilangsari-Beji village include: Habituation, Exemplary, and Mauidhoh Hasanah
MODEL PEMBELAJARAN MADRASAH DINIYAH ULA DI PONDOK PESANTREN SIDOGIRI KRATON PASURUAN Yusuf, achmad
STUDI ARAB Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/studi arab.v5i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) model pembelajaran serta kekurangan dan kelebihan pembelajaran Madrasah Diniyah Ula di Pondok Pesantren Sidogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan analisis dokumen, observasi, dan wawancara dan dianalisis dengan teknik deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Metode yang digunakan ceramah, dikte, dan hafalan, (2) materi yang diterapkan dari Pondok Pesantren Sidogiri dan tiga materi umum. (3) Media yang digunakan masih sederhana, kecuali untuk materi umum menggunakan media yang menunjang, dan (4) sistem evaluasi yang dilakukan adalah review diawal pelajaran dan ada ulangan. Kelebihan (1) sudah diakui pemerintah, (2) materi kitabnya lebih baik karena diolah dan dikembangkan sendiri, (3) sistem evaluasinya mengadakan review dan ujian di akhir semester. Kekurangan (1) metode masih klasik (ceramah, dikte, dan hafalan).
MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KEAGAMAAN DI MADRASAH DINIYAH ISLAMIYAH PATEGUHAN GONDANGWETAN PASURUAN Mubailah, Amiroh; Yusuf, Achmad
Mu'allim Vol 3 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/muallim.v3i2.2638

Abstract

A person's interest in teaching and learning is very important to achieve a learning goal. Without interest, a person will not be able to do something wholeheartedly. Especially in religious learning in Madrasah diniyah, which is a sensitive matter concerning religious matters. So, there is a need for knowledge about a student's interest in religious learning in Madrasah Diniyah Islamiyah in order to achieve the learning objectives well. This research uses qualitative approach with case study type. The data in this study there are two include primary data, and secondary data. The results showed that a person's interest in religious learning at Madrasah Diniyah Islamiyah can be seen from (a) the increase in the number of students who enter each year, and (b) the enthusiasm of students in undergoing learning at Madrasah Diniyah. The inhibiting factors for this student personality formation process can be in the form of (a) parents' lack of awareness of religion and (b) the existence of a full day school. While the supporting factors for the process of forming student personality are (a) changes in the public's perception of the urgency of religious education (b) the emergence of millennial figures who uphold religious attitudes derived from religious learning (c) the existence of the Pasuruan Perbub No. 21 of 2016 concerning Mandatory Madrasah Learning Diniyah (d) socializing with friends
Deteksi Penyakit Malaria Menggunakan Klasifikasi Berbasis CNN Yusuf, Achmad; Azhar, Yufis; Sari, Zamah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14771

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang serius dan berpotensi fatal yang disebabkan oleh parasit protozoa. Penyakit ini umumnya ditularkan oleh nyamuk dan tersebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, salah satu metode deteksi malaria berbasis citra digital yang banyak digunakan adalah deteksi malaria berbasis convolutional neural network (CNN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi penyakit malaria menggunakan klasifikasi berbasis CNN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian systematic literature review. Data dikumpulkan melalui pencarian sistematis dalam database akademik dan perpustakaan digital yang relevan seperti Google Schoolar dengan kata kunci penyakit malaria & CNN. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis mencakup perbandingan, kategorisasi, dan penyajian temuan-temuan yang relevan dari studi-studi yang ada sehingga diperoleh 8 penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil systematic literature review adalah menemukan bahwa diagnosis penyakit malaria berbasis CNN efektif dan dapat diandalkan untuk mendeteksi penyakit malaria dengan persentase lebih dari 90%.