Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Tebu Bermatrik E-Glass Epoxy Dengan Metode Hand Lay-Up Isra, Adi; Weriono, Weriono; Mirfaturiqa, Mirfaturiqa; Hypocrates Sihite, Hendra
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.241

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan komposit sebagai material yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat ampas tebu sebagai bahan penguat. Serat ampas tebu yang berasal dari pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia dipilih karena ketersediaannya yang mudah, sifat tidak berbahaya bagi kesehatan, harganya yang terjangkau, dan kemampuannya untuk terdegradasi secara alami. Proses perlakuan serat melibatkan rendaman dalam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam, diikuti dengan metode pencetakan komposit menggunakan hand lay up dan matriks resin epoxy. Eksperimen mencakup fraksi volume komposit antara serat ampas tebu, resin epoxy (75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45%) dengan variasi sudut 45° dan 90° , dengan uji sifat mekanik sesuai standar ASTM, yaitu Uji Tarik. Hasil uji menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume 45%:55% sudut 90o serat Tebu memiliki kekuatan tarik yang paling besar diantara fraksi yang lain.
Komposit Hybrid Serat Tebu Bermatrik E-Glass Epoxy: Adi Isra, Weriono, Mirfaturiqa Isra, Adi; Weriono, Weriono; Mirfaturiqa, Mirfaturiqa
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan komposit sebagai material yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat ampas tebu sebagai bahan penguat. Serat ampas tebu yang berasal dari pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia dipilih karena ketersediaannya yang mudah, sifat tidak berbahaya bagi kesehatan, harganya yang terjangkau, dan kemampuannya untuk terdegradasi secara alami. Proses perlakuan serat melibatkan rendaman dalam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam, diikuti dengan metode pencetakan komposit menggunakan hand lay up dan matriks resin epoxy. Eksperimen mencakup fraksi volume komposit antara serat ampas tebu, resin epoxy (75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45%) dengan variasi sudut 45° dan 90° , dengan uji sifat mekanik sesuai standar ASTM, yaitu Uji ketangguhan impak. Hasil uji menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume Resin 25%:75% Serat tebu pada sudut 90° ketebalan 1 mm memiliki ketangguhan impak yang paling besar diantara fraksi yang lain.
Efek Ukuran Terhadap Sifat Mekanik Komposit Diperkuat Serat Sabut Kelapa Weriono, Weriono; Isra, Adi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.270

Abstract

Pengaruh ukuran terhadap kekuatan komposit laminasi yang diperkuat serat buatan telah dibahas secara luas selama perancangan struktur komposit. Dengan uji coba sebagai struktur dalam kedirgantaraan, teknik sipil, industri otomotif, penskalaan sifat komposit yang diperkuat serat tanaman harus dipelajari. Dalam makalah ini, pengaruh ukuran dan mekanisme kegagalan sifat tarik dan impak komposit yang diperkuat serat sabut kelapa dinilai. Pengaruh area, ketebalan, dan volume yang berbeda terhadap sifat tarik komposit dieksplorasi. Selain itu, mekanisme kegagalan pengaruh ukuran pada spesimen tarik diusulkan melalui morfologi kerusakan komposit. Ditemukan bahwa puntiran bundel serat memainkan peran penting dalam pengaruh ukuran ketebalan komposit. Selain itu, hubungan antara sifat impak dan pengaruh ukuran komposit dilakukan, termasuk ukuran palu, energi impak yang berbeda, dan ukuran sampel. Kurva berbagai jenis sampel impak dinormalisasi untuk memverifikasi aturan linier dalam tahap respons. Hasilnya diharapkan dapat memberikan dasar teoritis untuk desain struktural komposit yang diperkuat serat serabut kelapa.
Sifat Mekanik Sambungan Las Butt Joint Pada Plat ASTM A36 Menggunakan Las GTAW Junaidi, Abdul Khair; Isra, Adi; Pertiwi, Eka; Rinaldi; Weriono
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik sambungan las butt joint pada plat ASTM A36 menggunakan metode pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum pada spesimen 1 (40 A) lebih tinggi dibandingkan spesimen 2 (60 A), dengan nilai 440.0 MPa dan strain 18.5%, sedangkan spesimen 2 memiliki nilai kekuatan tarik 396.7 MPa dan strain 12.95%. Pada pengujian tekuk, spesimen 2 (60 A) memiliki kekuatan tertinggi sebesar 5.830,482 N dengan deformasi 14,8 mm, lebih tinggi dibandingkan spesimen 1 yang memiliki kekuatan 4.533,510 N dengan deformasi 13,3 mm. Pengujian kekerasan menunjukkan bahwa spesimen 2 (60 A) memiliki nilai kekerasan rata-rata lebih tinggi (48,2 HRA) dibandingkan spesimen 1 (45,8 HRA), terutama pada daerah HAZ. Struktur mikro spesimen 1 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan lebih banyak bainit dan martensit karena proses pendinginan yang lebih cepat, sementara spesimen 2 didominasi oleh ferrit dan perlit dengan sedikit bainit dan hampir tanpa martensit akibat pendinginan yang lebih lambat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus pengelasan yang lebih rendah (40 A) menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi, sementara arus yang lebih tinggi (60 A) meningkatkan kekuatan tekuk dan kekerasan permukaan, jadi untuk material ASTM A36 dengan menggunakan sambungan butt joint lebih baik menggunakan arus 60 A.