Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP PENULARAN HIV DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN ROMI SERANG BARU KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 Romiatun, Romiatun; Musmundiroh, Musmundiroh
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.1891

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS (Acquired immonodeficiency syndrom) merupakan stadium paling akhir dalam perjalanan penyakit ini. HIV menyerang sel darah putih yang ada ditubuh manusia kemudian melemahkan sistem kekebalan tubuh. Di Jawa Barat pada bulan Oktober tahun 2022 angkas kasus HIV sebanyak 57.914 dan AIDS sebanyak 12.353. Pengetahuan ibu hamil akan HIV akan sangat mempengaruhi perilaku ibu tersebut, baik untuk pencegahan pada saat ibu hamil tersebut dinyatakan negative HIV maupun pada saat ibu dinyatakan positif HIV. Pengetahuan ibu hamil terhadap HIV akan mempengaruhi kesehahteraan ibu dan janinnya baik secara fisik maupun psikologis. Adapun tujuan umumnya ntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil terhadap penularan HIV di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jenis penelitian ini yaitu studi deskriptif analitik, Desain yang digunakan cross sectional. Dimana variabel independent (pendidikan, usia, pekerjaan, sumber informasi) sedangkan variabel dependent (pengrtahuan ibu hamil terhadap penularan HIV). Populasi berjumlah 125 ibu hamil yang melakukan ANC di TPMB Romi peirode bulan Juli-November 2023. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin didapat 55 sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Data dianalsis dengan menggunaka uji chi-square. Hasil penelitian bahwa variabel yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil terhadap penularan HIV di Tempat praktik Mandiri Bidan Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah pendidikan (p=0.027), usia (p=0.003), pekerjaan (p=0.001), dan sumber informasi (p=0.022). Dari 4 variabel tersebut, semua variabel saling berhubungan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pendidikan, usia, pekerjaan, dan sumber informasi dengan pengetahuan ibu hamil terhadap penularan HIV Di Tempat Praktik Mandiri Bidan Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Disarankan pada ibu hamil melakukan pemeriksaan HIV ke fasilitas kesehatan terdekat dan mencari informasi terkait penularan HIV ke fasilitas kesehatan terdekat.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI RS SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 ZAHARA, LISA; Musmundiroh, Musmundiroh
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.1905

Abstract

Mual muntah merupakan keluhan umum pada kehamilan muda. Di Indonesia terdapat 50-75% kasus mual muntah oleh ibu hamil trimester pertama sedangkan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Jawa Barat sebanyak 13%. Penatalaksanaan dengan menggunakan terapi komplementer salah satunya dengan pemberian aromaterapi peppermint. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 35 responden ibu hamil dengan mual muntah. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Variabel dependen yaitu frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I. Variabel independen yaitu pemberian aromaterapi peppermint. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian diketahui dari analisis uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig (2-tailed) nilai signifikasi p value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Ada pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Saran penelitian ini untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi peppermint sebagai alternatif pengobatan dalam kasus mual muntah sebelum dengan obat-obatan.
PENERAPAN BACK MASSAGE ATAU PIJATAN BELAKANG ATAU PUNGGUNG TERHADAP KWALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL Musmundiroh, Musmundiroh
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3699

Abstract

Back Massage atau Pijatan Belakang Punggung adalah Pemijatan pada ibu hamil berupa pengusapan dan penekanan sedemikian rupa yang tidak merangsang terjadinya kontraksi guna menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan meningkatkan sirkulasi serta salah satu cara untuk mengatasi gangguan pola tidur pada ibu hamil. Pijatan punggung dilakukan pada ibu hamil yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan bagi ibu hamil dalam menjalankan kehamilannya sehingga ibu merasa nyaman. Terapi pijat atau massage merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil, pijat akan mengurangi ketegangan otot dan rasa sakit, meningkatkan mobilitas melancarkan peredaraan darah, Tujuan: Penelitian ini merupakan studi literatur mengkaji berbagai penelitian terkait penerapan pijat kehamilan terhadap perubahan kualitas tidur ibu hamil. Metode dari pemberdayaan ini dilaksanaan dengan 3 tahapan yaitu penyuluhan, Peer Group Diskusi (konseling), dan Demonstrasi (pemberian pelayanan pijat dengan mengajarkan teknik). Kegiatan ini diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah ibu hamil yang berjumlah 30 orang. Hasil: setelah pemberian penyuluhan, konseling dan demonstarsi didapatkan hasil dari evaluasi Ibu hamil dapat mengetahui serta memahami tentang prenatal massage. Sehingga ibu dapat menjalankan kehamilannya dengan nyaman dan sehat untuk persiapan kelahiran.
Pengaruh Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keputihan Pada Remaja Putri Di SMPN 1 Karang Bahagia Tahun 2024 Musmundiroh; Salvy Haris; Savira Putri Suherman
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.350

Abstract

Pendahuluan : Keputihan merupakan keluarnya cairan bukan darah yang keluar dari jalan lahir, dan mempunyai ciri-ciri seperti berbau atau tidak, berwarna atau tidak, kental atau cair, dan gatal atau tidak. Keputihan dibedakan menjadi dua kategori: normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Karang Bahagia Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana remaja putri SMPN 1 Karang Bahagia tahun 2024 akan semakin mengetahui tentang keputihan akibat menonton video eduksi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat. Hasil : Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi dengan media video mengenai keputihan dengan 80 responden didapatkan, 53 (66.3%) responden sedangkan pengetahuan baik yaitu 27 (33.8%) responden. Terdapat peningkatan menjadi 80 (100%) responden karena dilakukan edukasi dengan media video tentang keputihan yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Hasil analisisis dengan uji Paired T-test ada pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan keputihan dengan p = 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = diterima, ada pengaruh yang antara peningkatan pengetahuan dengan media video. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai masalah keputihan.
PEMBERDAYAAN IBU NIFAS TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB MELALUI PEMBERIAN BUAH NAGA Musmundiroh
PROFICIO Vol. 6 No. 2 (2025): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v6i2.4490

Abstract

Anemia kekurangan konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam tubuh dan merupakan akibat dari berbagai reaksi patologis dan fisiologis, bukan suatu kondisi tertentu. Wanita usia subur rentan mengalami kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia, terutama pada masa kehamilan dan menyusui. Zat besi merupakan mineral yang mutlak diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan juga berperan sebagai komponen pembentukan mioglobin yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Selama kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat hingga dua kali lipat kebutuhan sebelum hamil. Anda juga bisa mengonsumsi buah naga sebagai alternatif untuk meningkatkan kadar zat besi dalam darah Anda. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi, demonstrasi dan praktik kepada ibu menyusui agar memahami manfaat dan cara pengolahan buah naga serta dapat melakukannya secara mandiri untuk meningkatkan kadar hemoglobinnya. Tahap kegiatan diantaranya pretesting pengetahuan dan pelaksanaan tes hemoglobin, memberikan pelatihan dan demonstrasi, memberikan pelatihan pengolahan buah naga, Lakukan penilaian untuk meningkatkan pengetahuan pengolahan buah naga, kadar hemoglobin, dan keterampilan Anda. Hasil yang dicapai adalah rata-rata peningkatan pengetahuan peserta sebesar 76,69 dan rata-rata peningkatan kadar hemoglobin sebesar 12,05 gr/dl. Peserta juga akan mampu mengolah sendiri buah naga dan diharapkan mampu mengajarkan hal tersebut kepada masyarakat setempat.
EFEKTIVITAS BUAH KURMA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Rohmah, Hajar Nur Fathur; Musmundiroh, Musmundiroh; Marliyanti, Ineu
Jurnal Ilmiah Maternal Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Maternal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/maternal.v9i1.1031

Abstract

The main health problem that arises in adolescent girls is the lack of nutritional intake as a cause of iron deficiency anemia which results in the nutritional status of adolescents. The government has launched a TTD (Iron Supplement Tablet) program for adolescents, but there are obstacles, including the bitter taste and unpleasant aroma for consumption, so the program does not run well. For this reason, alternatives are needed by consuming other foods. One alternative food ingredient that can be eaten to treat iron deficiency anemia is dates, which have an iron content of 1.5 mg per fruit. Dates also have a good taste and are liked by all age groups. Giving dates to hemoglobin levels shows that giving dates has quite an effect on increasing hemoglobin levels. The advantages of dates themselves can be consumed directly without being processed first. A preliminary study of 180 female students showed that 23% of SMKN 1 Setu had anemia. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving dates to hemoglobin levels. This type of research is a quasi experiment. The population in this study were 536 female students of SMKN 1 Setu. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 82 people. Data analysis in this study used paired t-Test. The results of the study obtained a p-value of 0.000. It can be concluded that there is an effect of giving dates on increasing hemoglobin levels in female students at SMKN 1 Setu.
Efektifitas Penggunaan Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Pada Ibu Hamil Kala 1 Fase Aktif Musmundiroh, Musmundiroh; Ulfah, Fatimah; Suminar, Ratna; Rohmah, Hajar NF
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.596

Abstract

Nyeri yang dirasakan selama fase aktif kala I persalinan sering kali memicu kecemasanakibat ketidakmampuan ibu dalam mengelola rasa sakit tersebut. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri adalah aromaterapilavender. Aromaterapi ini dipercaya mampu meredakan ketegangan dan meningkatkanrelaksasi selama kontraksi. Kombinasi teknik pijat punggung dengan penggunaanaromaterapi lavender dapat merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon alami tubuhyang berperan dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan rasa nyaman. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aromaterapi lavender dalam menurunkanintensitas nyeri persalinan pada ibu hamil selama fase aktif kala I. Desain penelitian yangdigunakan adalah pra-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design.Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkankriteria inklusi yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan uji Paired T-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mengalami penurunan tingkatnyeri setelah diberikan aromaterapi lavender, dari 88,6% yang sebelumnya mengalaminyeri sedang atau berat menjadi hanya 11,4% yang masih merasakan nyeri tersebutsetelah intervensi. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah p = 0,001 (p < 0,05), yangmengindikasikan adanya pengaruh yang bermakna antara pemberian aromaterapi lavenderdan penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Berdasarkan temuan ini, aromaterapilavender direkomendasikan sebagai salah satu metode non-farmakologis yang efektifdalam manajemen nyeri persalinan. Diharapkan ibu bersalin dapat memanfaatkan teknikendorphin massage yang dipadukan dengan aromaterapi sebagai upaya untuk mengurangiketidaknyamanan selama proses persalinan, serta dapat diterapkan dalam persalinanberikutnya
Dunia warna : cara mewarnai membantu perkembangan kreativitas balita Sugiharti, Rosi Kurnia; Musmundiroh, Musmundiroh
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35532

Abstract

Abstrak Tingkat kesehatan suatu bangsa dapat diukur dari kesehatan anak-anaknya. Setiap tahun, lebih dari 200 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami keterlambatan perkembangan, dengan 86% kasus terjadi di negara berkembang. Stimulasi menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap perkembangan otak anak, termasuk dalam mencegah keterlambatan perkembangan. Dengan stimulasi yang tepat, anak dapat mencapai potensi optimalnya. Pemberian stimulasi yang terarah dapat mempercepat perkembangan, terutama dalam aspek motorik halus, melalui aktivitas yang melibatkan gerakan fisik serta stimulasi sesuai dengan tahapan usia. Berdasarkan latar belakang tersebut, dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan dengan metode mewarnai bagi balita sebagai bentuk stimulasi yang mendukung perkembangan mereka. Selain itu, data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 1-3% anak mengalami keterlambatan motorik. Pada tahun 2020, Puskesmas di Jawa Barat mencatat sebanyak 1.493 balita, dengan 246 di antaranya mengalami keterlambatan perkembangan motorik. Hasil survei pendahuluan di Desa Wanajaya menunjukkan bahwa 10 dari 15 ibu mengaku tidak pernah memberikan stimulasi mewarnai kepada anak mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada ibu dan kegiatan mewarnai pada anak yang berguna untuk meningkatkan motoric halus. Metode yang digunakan dalam  kegiatan ini adalah penyuluhan Pre dan Post tentang metode mewarnai dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai. Responden yang mengikuti kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita usia 3-4 tahun sebanyak 20 orang di Desa Wanajaya.  Hasil kegiaan ini adalah tingkat pengetahuan ibu sebelum penyuluhan dan pelatihan adalah sebagian besar cukup 45 %, dan tingkat pengetahuan setelah penyuluhan dan pelatihan sebagian besar baik sebesar 90%. Penyuluhan dan mewarnai pada balita meningkatkan motoric halus pada balita.  Saran yang diberikan dalam kegiatan ini adalah diharapkan para ibu untuk dapat memberikan kegiatan mewarnai secara rutin kepada balita. Kata Kunci: mewarnai; motoric halus; balita. AbstractThe health of a nation can be measured by the health of its children. Each year, more than 200 million children under the age of five experience developmental delays, with 86% of cases occurring in developing countries. Stimulation is a crucial factor contributing to children's brain development, including preventing developmental delays. With appropriate stimulation, children can reach their optimal potential. Targeted stimulation can accelerate development, particularly in fine motor skills, through activities involving physical movement and age-appropriate stimulation. Based on this background, this community service program includes coloring training for toddlers as a form of stimulation to support their development. Furthermore, data from the Health Office indicates that approximately 1-3% of children experience motor delays. In 2020, the Community Health Center in West Java recorded 1,493 toddlers, with 246 of them experiencing delayed motor development. The results of a preliminary survey in Wanajaya Village showed that 10 out of 15 mothers admitted to never providing coloring stimulation to their children. The purpose of this activity was to provide knowledge to mothers and coloring activities for children that are useful for improving fine motor skills. The method used in this activity was Pre and Post counseling on coloring methods followed by coloring activities. Respondents who participated in this activity were mothers of toddlers aged 3-4 years, totaling 20 people in Wanajaya Village. The results of this activity were the level of knowledge of mothers before counseling and training was 45%, and the level of knowledge after counseling and training was 90%. Counseling and coloring for toddlers improve fine motor skills in toddlers. The suggestion given in this activity is expected to mothers can provide coloring activities regularly to toddlers. Keywords: coloring; fine motor skills; todd
Pengaruh Konsumsi Telur Ayam Rebus Terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil KEK Di Cipayung : The Effect of Boiled Egg Consumption on Weight Gain in Pregnant Women with CED Cipayung Salsabila, Syifa; Siregar, Rohani; Yulianti, Yulianti; Musmundiroh, Musmundiroh; Simanjuntak, Herlina
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.828

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, dengan prevalensi 16,9% pada tahun 2023, termasuk di Kabupaten Bekasi. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan bayi dengan berat lahir rendah. Upaya penanggulangan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), salah satunya telur rebus sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap peningkatan berat badan ibu hamil dengan KEK di wilayah kerja Puskesmas Cipayung. Metode: Penelitian quasi eksperimen one group pre-post test pada 30 ibu hamil KEK yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa konsumsi tiga butir telur rebus per hari selama 14 hari. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired t-test. Hasil: Rata-rata berat badan sebelum intervensi 46,28 kg dan meningkat menjadi 47,33 kg setelah 14 hari. Uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya pengaruh signifikan. Sebanyak 83,3% responden mengalami kenaikan lebih dari 1 kg. Kesimpulan: Konsumsi telur rebus terbukti efektif meningkatkan berat badan ibu hamil KEK, sekaligus menjadi intervensi gizi sederhana, murah, dan bermanfaat untuk kesehatan ibu serta perkembangan janin.
PENGARUH JUS KURMA DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS KALANGSARI KARAWANG 2025: THE EFFECT OF DATE JUICE IN INCREASING HEMOGLOBIN LEVELS IN PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA AT THE KALANGSARI KARAWANG PUBLIC HEALTH CENTER 2025 Mutiara, Della; Widaningsih, Ida; Yulianti, Yulianti; Kania Fatdo Wardani, Ika; Musmundiroh, Musmundiroh
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.829

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya, jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.