Zulkarnain, Mitha Rizkya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Laporan Kegiatan Kunjungan Kasus Hipertensi Grade II Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Tidak Terkontrol Pada Ny. R Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Gembong Lie, Jason Gunawan; Salsabila, Talitha Zahwa Atha; Simatupang, Lestari; Zulkarnain, Mitha Rizkya; Surjadi, Tom
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih, atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. WHO memperkirakan terdapat 1,28 miliar penderita hipertensi secara global pada tahun 2019 dan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi selalu menempati urutan pertama di Puskesmas Gembong. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan distribusi glukosa pada sel berjalan tidak optimal sehingga terjadi akumulasi glukosa dalam darah dan terjadi diabetes melitus. Ny. R berusia 64 tahun mengalami keluhan sakit kepala sejak 3 minggu sebelum berobat ke puskesmas, serta kesemutan dan baal pada tangan dan kaki sejak 2 minggu sebelum berobat ke puskesmas. Ny. R memiliki riwayat hipertensi dengan diabetes melitus yang tidak terkontrol sejak tahun 2020. Melalui pendekatan kedokteran keluarga untuk mendapatkan diagnosis holistik menggunakan Mandala of Health, diberikan penatalaksanaan komprehensif untuk menurunkan tekanan darah dan kadar glukosa darah Ny. R. Setelah intervensi, tekanan darah Ny. R menurun dari 165/90 menjadi 129/77 mmHg dan kadar glukosa darah sewaktu menurun dari 305 menjadi 142 mg/dL. Ny. R dan keluarga telah memahami pentingnya mengonsumsi obat secara teratur, mengubah pola makan, melakukan aktivitas fisik dan kontrol secara rutin untuk mengontrol tekanan darah dan kadar glukosa darah. Diharapkan Ny. R tetap mengikuti saran yang diberikan untuk mencegah perburukan komplikasi di kemudian hari.
Laporan Kegiatan Diagnosis Komunitas Dalam Upaya Penurunan Insiden Demam Berdarah Dengue Dengan Intervensi Penyuluhan Demam Berdarah Dengue Salsabila, Talitha Zahwa Atha; Lie, Jason Gunawan; Zulkarnain, Mitha Rizkya; Simatupang, Lestari; Surdjadi, Tom
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ke manusia. WHO melaporkan sekitar 5,2 juta kasus DBD pada tahun 2019. Pada tahun 2022, terdapat 116.127 kasus DBD di Indonesia dan 4.349 kasus DBD di Provinsi Banten. Di Puskesmas Gembong, kasus DBD meningkat dalam 3 bulan terakhir. Hasil mini-survey menunjukkan adanya permasalahan faktor lingkungan di masyarakat. Akar permasalahan adalah kurangnya pengetahuan tentang DBD dan pencegahan 3M plus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tobat tentang DBD dan pencegahan 3M Plus. Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan diagnosa komunitas. Identifikasi masalah dilakukan dengan menggunakan paradigma Blum. Prioritas permasalahan ditentukan dengan teknik non-scoring Delphi. Akar permasalahan ditentukan dengan metode tulang ikan. Intervensi berupa promosi kesehatan mengenai DBD dan pencegahan 3M Plus. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pendekatan sistem. Hasil intervensi menunjukkan 30 peserta (100%) mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test dan 28 (93,3%) peserta memperoleh nilai post-test ? 80. Kegiatan diagnosa komunitas ini menghasilkan peningkatan pengetahuan pada masyarakat Desa Tobat mengenai DBD dan pencegahan 3M Plus. Diharapkan kasus baru DBD di wilayah kerja Puskesmas Gembong dapat menurun.
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Mengenai Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Gembong Zulkarnain, Mitha Rizkya; Surjadi, Tom
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.25301

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang tersebar luas, terutama di daerah tropis dan subtropis seperti daerah Gembong. Studi ini menyelidiki pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat mengenai pencegahan DBD, menyoroti perlunya peningkatan kesadaran dan tindakan proaktif. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif dan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2023 di Kampung Hauan, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Tangerang, Banten. Penelitian ini melibatkan 25 responden lokal berusia 18-64 tahun yang dipilih melalui non-random purposive sampling. Variabel difokuskan pada pengetahuan dan perilaku mengenai DBD. Penelitian ini mengungkapkan kesenjangan pengetahuan yang signifikan di kalangan responden tentang DBD, karakteristik vektornya, habitat perkembangbiakannya, dan strategi pencegahan seperti program 3M plus. Kelemahan sikap dan perilaku juga diamati, termasuk penolakan terhadap tindakan pencegahan dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan pengendalian vektor. Studi ini juga mengidentifikasi tantangan dalam aksesibilitas layanan kesehatan dan pendidikan terkait penyakit. Intervensi pendidikan dan strategi penyebaran informasi yang inovatif, terutama untuk berbagai latar belakang pendidikan, diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini. Hasil penelitian ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif yang menggabungkan pendidikan kesehatan, peningkatan layanan kesehatan, dan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian lingkungan untuk memerangi DBD. Mengatasi kesenjangan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku secara efektif sangat penting dalam mengurangi kejadian DBD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.