Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gagal Jantung Dengan Penerapan Pijat Kaki Untuk Menurunkan Foot Edema Di Ruang Seruni Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang Siti Nuratna Habibah; Dewi Nur Puspita Sari; Irda Julianida
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.762

Abstract

Latar belakang : Gagal jantung kongestif atau Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kelainan fungsi jantung, sehingga jantung tidak mampu memompa darah untuk memenuhi metabolisme jaringan. Gejala yang sering muncul dan menjadi masalah utama dari penyakit CHF adalah edema pada kaki. Edema kaki adalah terjadinya akumulasi cairan di kaki dan tungkai yang diakibatkan oleh peningkatan volume ekstraseluler. Edema kaki dapat dikurangi dengan melakukan penatalaksanaan pemijatan pada kaki, dimana dengan pijat kaki akan menstimulasi pengeluaran cairan melalui saluran limfe sehingga menurunkan kejadian edema kaki. Tujuan : Untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif terhadap pasien gagal jantung dengan Intervensi Pijat Kaki Untuk Menurunkan Foot Edema Di Ruang Seruni RSUD Kabupaten Tangerang. Metode : Terapi pijat kaki dilakukan sesuai SOP dengan waktu 10-15 menit dalam kurun waktu 3 hari. Masing-masing gerakan 15 detik. Hasil : Hasil implementasi selama 3 hari dengan intervensi penerapan terapi relaksasi pijat kaki dan berkolaborasi dengan obat lasik untuk menurunkan foot edema pada pasien gagal jantung. Didapatkan hasil penurunan hari pertama obat lasik 2 mm dan terapi pijat 2mm, hari kedua obat lasik 1 mm dan terapi pijat 2mm, hari ketiga obat lasik 1 mm dan terapi pijat 2mm, Kesimpulan : Hasil implementasi selama 3 hari dengan intervensi penerapan terapi relaksasi pijat kaki berkolaborasis obat lasik untuk menurunkan foot edema pada pasien gagal jantung. Didapatkan hasil bahwa ada penurunan secara objektif dan subjektif setelah diberikan terapi relaksasi pijat kaki secara bertahap selama 3 hari.
HUBUNGAN PEMELIHARAAN DIRI DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KARAWACI BARU Anggraeni, Deta; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1477

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya hipoglikemia. Hipoglikemia dapat terjadi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan atau kurang optimalnya pemeliharaan diri (self-care). Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan gangguan serius hingga kematian. Pemeliharaan diri yang baik, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, pemantauan kadar gula darah, kepatuhan minum obat, dan perawatan kaki, sangat penting untuk mencegah hipoglikemia. Tujuan: Mengetahui hubungan pemeliharaan diri dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Karawaci Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil:Sebagian besar responden memiliki pemeliharaan diri kurang baik (82,9%) dan mengalami hipoglikemia kategori kurang (64,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemeliharaan diri dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus (p-value = 0,000; p < 0,05).
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DENGAN PENYAKIT GAGAL JANTUNG KONGESTIF (CHF) Oktavia, Desri Viliyana; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1479

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis yang berdampak serius terhadap penurunan kualitas hidup penderitanya. Rendahnya kemampuan pasien dalam mengelola diri (self care management) serta kurangnya dukungan keluarga merupakan faktor yang dapat memperburuk kondisi dan menurunkan kualitas hidup pasien CHF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care management dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada penderita gagal jantung kongestif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self care management dengan kualitas hidup dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,163 dan nilai signifikansi (p-value) 0,036. Selain itu, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,245 dan nilai signifikansi (p-value) 0,001.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI Widiastuty, Devani Mutia; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1482

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya. Kurangnya pengetahuan tentang gejala dan pengobatan yang tidak teratur, termasuk ketidakpatuhan dalam minum obat, menjadi tantangan besar dalam penatalaksanaan hipertensi dan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (p-value = 0,001) dan kepatuhan minum obat (p-value = 0,001).
HUBUNGAN POLA HIDUP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS SUKATANI Suhriyah, Dedeh; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1483

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit infeksi menular kronis yang tidak mendapat perhatian serius di masyarakat dunia. Perhatian tidak serius pada perilaku perlindungan diri di masayarakat dan kurangnya perilaku hidup sehat menjadi penyebab tingginya kasus tuberkulosis. Tujuan : untuk mengetahui gambaran hubungan pola hidup dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita tb paru di Puskesmas Sukatani. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 126 responden dengan teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Teknik analisa data yang digunakan berupa uji kolerasi Spearman Rank. Hasil: Uji Spearman Rank menghasilkan terdapat hubungan pola hidup dengan kualitas hidup penderita TB Paru dengan p-value= 0,002 dan ada hubungan dukungan keluarga dnegan kualitas hidup penderita TB Paru dengan p-value 0,016
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN GARAM TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Mahmuda, Dede; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1484

Abstract

Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang menimbulkan nyeri hebat, terutama pada lanjut usia. Peningkatan kasus dipengaruhi pola makan tinggi purin, gaya hidup tidak sehat, dan kurangnya kesadaran akan penanganan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis, murah, dan aman adalah terapi rendam kaki air hangat dengan garam yang dapat memberikan efek vasodilatasi, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu mengurangi nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat dengan garam terhadap tingkat nyeri sendi pada penderita gout arthritis. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuantitatif desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) pada semua hari perlakuan, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.