Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI

PREDICTION AND REDUCTION OF BACKBREAK IN BLASTING OPERATIONS USING RANDOM FOREST METHOD AT PAMUBULAN LIMESTONE QUARRY Handayana, Raden Haris; Hartanto, Adrian; Lubis, Jihan Farhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Backbreak pada operasi peledakan merupakan hasil yang tidak diinginkan yang menyebabkan terbentuknya retakan di belakang barisan terakhir peledakan. Hal ini menyebabkan tidak terciptanya smooth freeface, mengurangi efisiensi pengeboran, dan fragmentasi boulder pada peledakan berikutnya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan upaya untuk memprediksi dan mengurangi backbreak dengan mempertimbangkan berbagai parameter peledakan seperti sifat batuan, burden, spasi, kedalaman lubang, stemming, powder column, powder factor, total lubang, total baris, desain peledakan, interhole timing, interrow timing, back row control, dan time windows. Karena kompleksitas interaksi di antara parameter-parameter tersebut, dalam makalah ini digunakan metode Random Forest yang terdiri dari banyak pohon keputusan. Ditemukan bahwa koefisien determinasi antara backbreak aktual dan prediksi adalah 83,89%, sedangkan kesalahan relatifnya adalah 13,12%+/- 1,30%. Dengan menerapkan hasil dari penelitian ini, backbreak dapat dikurangi dari 149,38 menjadi 50,04 cm.
IMPACT THE RESULT OF BLASTING WITH ELECTRONIC DETONATOR USING SEGMENTATION AND NON-SEGMENTATION METHODS Alghifari, Mohamad Rifki; Handayana, Raden Haris; Salahudin, Sani
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat peledakan overburden batubara adalah getaran. Getaran ini dihasilkan dari sisa energi peledakan yang merambat pada struktur batuan, yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Di Indonesia, pemerintah mengatur pembatasan getaran pada SNI 7571:2010. Dalam hal ini Sebuku Tanjung Coal yang merupakan perusahaan tambang yang melakukan kegiatan peledakan untuk menghilangkan lapisan tanah penutup batubara dan lokasi peledakan dekat dengan struktur bangunan (rumah umum), khususnya di Pit T3. Struktur gedung ini termasuk dalam gedung Kelas 2 pada SNI 7571:2010 dengan nilai Peak Vector Sum (PVS) maksimal 3 mm/s atau nilai Peak Particle Velocity (PPV) 3-7 mm/s pada frekuensi 0- 100 Hz. Jarak beberapa critical area dari lokasi peledakan sekitar 200-700 m. Sistem inisiasi yang digunakan adalah Hanwha Electronic Blasting System 2nd Generation (HEBS II) kombinasi HiMex 70 (Emulsion) sebagai bahan peledak. Pada makalah ini, desain tie-up peledakan menggunakan metode segment dan non- segment untuk membandingkan hasil peledakan dari kedua metode tersebut. Berdasarkan 16 perbandingan data yang diperoleh, diperoleh hasil vibrasi menggunakan segmen dan non segmen dengan rentang nilai 2,767-15,102 mm/s. Hasil rata-rata waktu penggalian dengan metode segmen adalah 10,9 detik, sedangkan metode non-segmen adalah 10,3 detik. Ukuran rata-rata fragmentasi (D80) dengan metode segmen adalah 49,1 cm, sedangkan metode non-segmen adalah 45,4 cm.
GROUND VIBRATION REDUCTION USING SIGNATURE HOLE ANALYSIS WITH ELECTRONIC DETONATOR APPLICATION, STUDY CASE LIMESTONE QUARRY, BAYAH BANTEN, INDONESIA Handayana, Raden Haris; Lubis, Jihan Farhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran tanah merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi akibat pelepasan energi sisa pada proses peledakan. Menjadi isu yang lebih besar ketika nilai getaran tanah cukup tinggi dan dirasakan oleh warga di sekitar lokasi peledakan dan memunculkan isu masyarakat yang berkesimpulan bahwa getaran tanah akibat peledakan akan menyebabkan kerusakan konstruksi bangunan. Detonator non elektrik diaplikasikan pada proses peledakan yang dilakukan di tambang batugamping PT. Lebak Energi Nusantara di Lebak, Bayah Banten, Indonesia. Dari aplikasi peledakan saat ini, nilai getaran tanah dicapai di atas nilai standar yang ditetapkan pemerintah berdasarkan SNI 7571:2010, yaitu dibatasi pada PVS 5 mm/s untuk bangunan dengan pondasi standar menggunakan pasangan bata dan mortar yang diikat dengan konrit beton. . Tercatat nilai puncak getaran tanah sebenarnya tercatat dengan nilai 7,07 mm/s sudah melebihi batasan nilai getaran tanah pada jarak 400 m dari gedung terdekat. Dengan menggunakan Electronic detonator dan metode signature analysis, PPV yang dihasilkan dari ledakan secara signifikan berkurang menjadi di bawah 3 mm/s. Dari total rekaman aktual, tingkat getaran rata-rata menggunakan detonator elektronik adalah 1.094 mm/s dengan variasi jarak yang berbeda. Deviasi simulasi delay maksimal 3%, simulasi delay dihubungkan dengan jarak pengukuran.