Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI BENCANA LONGSOR DESA TUNBAUN Sinuhaji, Andreas; Sundari, Woro
Jurnal Teknologi Vol 18 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tunbaun di kecamatan Aramasi Barat, Kabupaten Kupang memiliki kondisi yang rawan terhadap longsor. Menurut penduduk setempat tanah di desa tersebut belum stabis dan terdapat retakan – retakan yang terus melebar seiring berjalannya waktu. Perlu dilakukan pengujian terhadap kondisi tanah di Desa Tunbaun guna dilakukan pengidentifikasian terhadap terjadianya longsor. Sampel tanah tidak terganggu di ambil di lokasi yang sudang terjadi longsor dan lokasi yang tidak terjadi longsor guna pengidentifikasian. Sampel di bawa ke laboratorium Pekerja Umum (PU) untuk di uji kadar air, sifat fisik dan meknis tanah. Hasil pengujian Batas cair dapat berfungsi sebagai indikator bahaya longsor, Dengan adanya peningkatan kadar air, viskositas tanah menjadi lebih rendah. Pada saat tertentu, ketika peningkatan kadar air yang progresif, kadar air akan mencapai batas cair (LL). Pada saat inilah mudflow dapat terjadi dengan kecepatan aliran yang makin tinggi Tingkat bahaya longsor dipengaruhi oleh sifat fisika tanah terutama tekstur, struktur, permeabilitas tanah, serta curah hujan dan kemiringan lahan.
SOSIALISASI “GOOD MINING PRACTICE” PENAMBANGAN SIRTU DI PT HUTAMA MITRA MANDIRI DAN PT CAHAYA BERLIAN JAYA ABADI DI PARITI KECAMATAN SULAMU, KABUPATEN KUPANG Sinuhaji, Andreas; Kotta, Herry Z.; Krisnasiwi, Ika Fitri; Sundari, Woro; Metboki, Matilda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan pasir dan batu di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu oleh PT Hutama Mitra Mandiri dan PT Cahaya Berlian Jaya Abadi menghadirkan tantangan terkait dengan keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, dan produktivitas. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi solusi terhadap masalah utama dalam operasional penambangan, seperti penerapan kaidah penambangan yang baik, analisis produktivitas, serta pengelolaan K3 dan lingkungan pascatambang. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi Good Mining Practice (GMP) dan pemberian Alat Pelindung Diri (APD), kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesadaran karyawan akan pentingnya keselamatan, keberlanjutan, serta peningkatan produktivitas. Artikel ini menyarankan perlunya pelatihan berkala, sistem monitoring GMP, serta peningkatan keterlibatan komunitas dalam upaya keberlanjutan pertambangan.
SOSIALISASI GEOWISATA SPELEOLOGI DUSUN BONEN, DESA BAUMATA (DALAM MENDUKUNG DESA BINAAN FAKULTAS) Banunaek, Noni; Kotta, Herry Z.; Sinuhaji, Andreas; Ahmad, Aisyah; Rumbino, Yusuf
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu destinasi geowisata, Dusun Bonen, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, perlu dikembangkan, ditata dan dilestarikan. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber mata air yang keluar dari rongga dan gua karst dengan total debit rata-rata >150 ltr/dtk, yang keluar dari cekungan air tanah Karst Baumata. Mata air dan air tanah di daerah keluaran (discharge) perlu dijaga kuantitas dan kualitasnya, mengingat penurunan kuantitas air tanah dapat terjadi apabila fungsi daerah imbuhannya terganggu. Penurunan kualitas akibat pencemaran air tanah sangat mudah terjadi karena prinsip aliran air tanah daerah karst yang dapat berupa sungai bawah tanah. Keseimbangan dan saling ketergantungan antara pengembangan penataan potensi wisata dengan pelestarian sumber daya alam karst, hutan wisata perlu selalu terjaga. Disisi yang lain sebagai daerah yang dekat dengan ibu kota provinsi, perubahan lahan, pertumbuhan permukiman, dapat menyebabkan perubahan kawasan bentang alam karst dan potensi pencemaran air tanah. Maka dari itu, staf pengajar di Prodi Teknik Pertambangan mendukung kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dengan melakukan kegiatan Sosialisasi Geowisata Speleologi Dusun Bonen, Desa Baumata (dalam mendukung desa binaan fakultas). Kegiatan Sosialisasi ini juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan penelitian berupa pemetaan dan identifikasi jalur gua (speleologi), melakukan wawancara dengan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BKSDA NTT), tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Kemudian melakukan ceramah berupa sosialisasi bentang alam karst, peran hutan wisata dan Geowisata Speleologi.
Developing Sustainable Tourism through Competency-Based Training for Geotourism Guides in Sadi Village: Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pelatihan Pemandu Geowisata Berbasis Kompetensi di Desa Sadi Metboki, Matilda; Nipu, Lidia Paskalia; Kotta, Herry Zadrak; Kadji, Robertho; Boymau, Irene Augusta; Sinuhaji, Andreas
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.852

Abstract

Sadi Village, located in East Tasifeto District, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province, possesses significant geological and paleontological value, particularly related to the discovery of ancient elephant (Stegodon) fossils. This scientific potential provides strong prospects for development as an educational geotourism destination. However, its utilization remains limited due to the insufficient number and competencies of local geotourism guides. This community service program aims to strengthen the capacity of local guides through competency-based training to support sustainable tourism development in Sadi Village. The program was implemented through a needs assessment, preparation of competency-based training materials, offline training sessions integrating theoretical instruction and field practice, and evaluation through guiding simulations. The training covered basic geology and paleontology, geotourism interpretation techniques, guiding ethics, and communication skills. The results indicate improvements in participants’ knowledge, interpretative skills, communication abilities, and professional confidence in delivering geological information. Furthermore, the program fostered active involvement of local youth and community members in managing and promoting the geotourism site. The activity demonstrates that competency-based training can enhance local human resource quality and contribute to strengthening the geotourism identity of Sadi Village while supporting sustainable tourism development.
Developing Sustainable Tourism through Competency-Based Training for Geotourism Guides in Sadi Village: Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Pelatihan Pemandu Geowisata Berbasis Kompetensi di Desa Sadi Metboki, Matilda; Nipu, Lidia Paskalia; Kotta, Herry Zadrak; Kadji, Robertho; Boymau, Irene Augusta; Sinuhaji, Andreas
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.852

Abstract

Sadi Village, located in East Tasifeto District, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province, possesses significant geological and paleontological value, particularly related to the discovery of ancient elephant (Stegodon) fossils. This scientific potential provides strong prospects for development as an educational geotourism destination. However, its utilization remains limited due to the insufficient number and competencies of local geotourism guides. This community service program aims to strengthen the capacity of local guides through competency-based training to support sustainable tourism development in Sadi Village. The program was implemented through a needs assessment, preparation of competency-based training materials, offline training sessions integrating theoretical instruction and field practice, and evaluation through guiding simulations. The training covered basic geology and paleontology, geotourism interpretation techniques, guiding ethics, and communication skills. The results indicate improvements in participants’ knowledge, interpretative skills, communication abilities, and professional confidence in delivering geological information. Furthermore, the program fostered active involvement of local youth and community members in managing and promoting the geotourism site. The activity demonstrates that competency-based training can enhance local human resource quality and contribute to strengthening the geotourism identity of Sadi Village while supporting sustainable tourism development.