Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMA Negeri 3 Kendari Tahun 2023 Febriyanti Febriyanti; Asnia Zainuddin; Lisnawaty Lisnawaty; Pardawati Pardawati
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2023): September : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v2i3.1882

Abstract

Anemia is a condition of the body in which the level of hemoglobin in the blood is less than normal. The prevalence rate of anemia in adolescents aged 15-24 years is 32%. According to WHO, normal hemoglobin levels for women over 15 years of age are >12.0 g/dl (>7.5 mmol). Anemia has a negative impact on the health of a teenager if it occurs continuously. The purpose of this investigation is to ascertain how the SMA 3 Kendari students' food, nutritional status, use of blood-supplement tablets, and menstrual cycle relate to the occurrence of anemia in 2023.. This type of research is a quantitative study with a cross sectional research design. The sample of this research was 94 respondents who were selected using a purposive-sampling technique and were analyzed using the chi square test. The results showed that there were 56.4% who had cases of anemia and 43.6% who were not anemic. There is a relationship between diet (p value = 0.014), nutritional status (p value = 0.012) and consumption of blood supplement tablets (p value = 0.027) There is no correlation between the menstrual cycle and anemia occurrence (p value = 0.413) and the incidence of anemia. The conclusion is that there is a relationship between diet, there is a correlation between nutritional status and the use of blood-supplement tablets with the prevalence of anemia, but not with the menstrual cycle.
Tantangan Dan Peluang Peternak Dalam Mengimplementasikan Limbah Pertanian Sebgai Suplemen Makanan Sapi Bali Farhan Syamsufalah; Edi Usman; Pardawati Pardawati; Askari Zakariah; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi, dedak padi, tongkol jagung, dan ampas tahu memiliki potensi besar sebagai sumber pakan alternatif strategis bagi ternak ruminansia, khususnya sapi Bali, karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang relatif murah, menjadikannya solusi vital untuk mengatasi defisit hijauan pada musim kemarau. Meskipun demikian, tantangan utama terletak pada kualitas nutrisi limbah yang rendah, ditandai oleh tingginya kandungan serat kasar dan struktur lignoselulosa yang kompleks, yang mengakibatkan daya cerna rendah dan membatasi asupan energi serta protein ternak. Selain itu, hambatan sosial ekonomi seperti keterbatasan pengetahuan teknis mengenai teknologi pengolahan pakan (fermentasi dan amoniasi), modal, dan infrastruktur peternak tradisional juga memengaruhi tingkat adopsi. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan, diperlukan intervensi teknologi seperti fermentasi berbasis mikroorganisme dan amoniasi urea yang terbukti mampu memecah ikatan lignoselulosa, meningkatkan kecernaan, dan mutu nutrisi. Suplementasi dengan bahan sumber energi (molase) dan protein (dedak padi, ampas tahu) juga krusial untuk meningkatkan sintesis protein mikroba rumen dan performa pertambahan bobot badan ternak. Dengan demikian, integrasi inovasi teknologi pengolahan pakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan akan menjamin keberlanjutan pemanfaatan limbah pertanian sebagai strategi efisien untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sapi Bali dalam sistem peternakan rakyat