Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku mencuci tangan memakai sabun pada mahasiswa kedokteran Nugroho, Dodo; Tirtasari, Silviana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i2.24509

Abstract

Perilaku  hidup  bersih  dan  sehat  (PHBS) dapat diterapkan dalam  kehidupan  sehari-hari  baik  dirumah,  kampus maupun  fasilitas  umum.  Perilaku  hidup  bersih  dan  sehat  dapat  dilakukan  dalam  setiap  sisi kehidupan  kapan  saja  dan  dimana  saja. Cuci  tangan (handwashing)  merupakan  bagian  dari  salah  satu  perilaku  hidup  bersih  dan  sehat  (PHBS)  yang  berguna  untuk  sanitasi tangan  dengan  membersihkan  tangan  dan  jari  jemari  menggunakan  air  untuk  menjadi  bersih  dan  memutus  rantai  kuman.  Studi ini ialah studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini ditujukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku mencuci tangan pakai sabun.  Partisipan  studi  berjumlah  103  partisipan.  Data  gambaran  pengetahuan,  sikap,  dan  perilaku  yang  diperoleh  melalui  kuisioner. Hasil studi didapatkan tingkat pengetahuan yang baik tentang cuci tangan pakai sabun sebanyak 60 (52,2%) partisipan, sikap positif terhadap tentang cuci tangan pakai sabun 112 partisipan (97,4%), dan berperilaku baik terhadap tentang cuci tangan pakai sabun hanya 20 partisipan (17,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik dan sikap yang positif belum tentu mencerminkan perilaku yang baik dalam mencuci tangan pakai sabun pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
DETEKSI DINI GANGGUAN METABOLISME GLUKOSA Tirtasari, Silviana; Nugroho, Dodo; Tjunaity, Stefany
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i1.29187

Abstract

Diabetes Mellitus is the cause of 1.5 million deaths, and 48% of all diabetes-related deaths occur in individuals under the age of 70. Monitoring blood glucose levels is a crucial part of preventive measures against diabetes mellitus. Many people are unaware of their blood sugar levels due to laziness and a belief that it is not important, as diabetes mellitus often shows no symptoms. Partners in this activity rarely undergo blood glucose checks due to their busy schedules and a perception that checking blood sugar levels is unnecessary when no symptoms of diabetes mellitus are present. Blood glucose testing is the initial step in early detection of diabetes mellitus and raising awareness about the importance of regulating blood sugar levels in partners. Based on the issues with the partners, the objective of the health service team from FK UNTAR is to increase awareness of blood glucose testing for early detection of diabetes mellitus. A total of 23 educators underwent testing. The fasting blood glucose results revealed that 17.4% of participants had levels in the range of 100-125 mg/dL, and 4.3% had levels ≥ 126 mg/dL (due to a history of diabetes). This activity was carried out as an early detection effort to prevent the development of diabetes mellitus in the future. Therefore, further activities are needed to assist educators with results falling into the prediabetes category, encouraging preventive measures to avoid the progression to diabetes mellitus, and for those with high results, immediate consultation with a doctor for further management.
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI CACING PADA SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR Tirtasari, Silviana; Novendy; Nugroho, Dodo; Tjunaity, Stefany
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31974

Abstract

Worm infections can cause symptoms but are more often asymptomatic in infected individuals. Worm infections are a significant health issue that needs serious attention, especially in tropical areas, because they are not well detected. Primary school children are the largest population affected by worm infections, particularly soil-transmitted helminths (STH). Children aged 6-12 years are in the age group that is most vulnerable and frequently infected by worms. Based on field surveys, partners recommend materials on the prevention of worm infections because this issue has never been addressed at the school in question. Therefore, it is crucial to conduct health service activities related to this issue, with the hope that children will not be infected with worms in the future. The method used in this community service activity is education through direct health education session. The success of the activity is measured by the increase in knowledge by comparing the pre-test and post-test results. This activity was attended by fourth and fifth-grade students. A total of 88 students completed both the pre-test and post-test comprehensively. The average pre-test score before the health education session activity was 48.86 points. The post-test results after the health education session activity showed an average score of 88.26 points, indicating an 80.64% increase in knowledge. From this activity, it can be concluded that there was a significant improvement in the knowledge of fourth and fifth-grade students regarding worm infections. With these results, it is hoped that primary school students will become more aware of worm infections, preventing the occurrence of worm infections in the future. ABSTRAK Penyakit cacing dapat menimbulkan gejala namun lebih sering tanpa gejala pada seseorang yang terinfeksi. Masalah penyakit cacing menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius terutama untuk daerah tropis karena tidak terdeteksi dengan baik. Anak usia sekolah dasar menjadi populasi terbesar dalam infeksi penyakit cacing terutama soil transmitted helminths (STH). Usia 6-12 tahun termasuk pada usia yang rentan dan tersering terinfeksi cacing. Berdasarkan survei lapangan mitra merekomendaikan materi mengenai pencegahan infeksi cacing karena masalah ini belum pernah dilaksanakan di sekolah tersebut. Maka sangat perlu dilakukan kegiatan bakti kesehatan terkait masalah ini, sehingga diharapkan anak-anak tidak terinfeksi dengan penyakit cacing dikemudian hari. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dengan melakukan penyuluhan secara langsung. Keberhasilan kegiatan dinilai dengan ada tidaknya peningkatan pengetahuan dengan membandingkan hasil pretes dengan postes. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 dan 5. Total sebanyak 88 oarang siswa-siswa yang mengisi pretes dan postes secara lengkap. Rerata nilai pretes dari sebelum kegiatan penyuluhan adalah 48,86 poin. Hasil postes setelah dilakukan penyuluhan adalah 88,26 poin, sehingga terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80,64%. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang sangat baik pada siswa-siswi kelas 4 dan 5 mengenai penyakit infeksi cacing, Dengan hasil tersebut diharapkan siswa-siswi sekolah dasar dapat semakin mengenali mengenai penyakit infeksi cacing sehingga jangan sampai timbul penyakit cacing dikemudian hari.
UPAYA MENURUNKAN KASUS BARU HIPERTENSI DI DESA X, WILAYAH KERJA PUSKESMAS Z KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2025 Buntardi, Meta Angelia; Ernawati, Ernawati; Amadea, Stephanie; Virgie, Marisca Clarissa; Nugroho, Dodo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56111

Abstract

Hipertensi adalah sebuah kondisi dimana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal. Data yang tercatat pada tahun 2024 memperkirakan ada 1,4 miliar orang dewasa menderita hipertensi di seluruh dunia. Data yang tercatat di Kabupaten Tangerang tahun 2024 memperlihatkan bahwa terdapat 162.105 kasus hipertensi dan menjadikan hipertensi masuk ke dalam sepuluh besar penyakit terbanyak di Puskesmas, termasuk di Puskesmas Z. Tujuan dari kegiatan intervensi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa X di wilayah kerja Puskesmas Z mengenai penyakit hipertensi dan upaya pencegahannya. Pendekatan dengan Paradigma Blum digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan teknik non-skoring Delphi, serta menggunakan fishbone diagram dan metode five whys untuk menentukan akar-akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan adalah kegiatan edukasi mengenai hipertensi dan pencegahannya. Pengukuran keberhasilan intervensi berupa pre-test dan post-test. Pengawasan dilakukan dengan menggunakan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan dievaluasi dengan menggunakan pendekatan sistem. Intervensi terhadap 36 masyarakat telah dilakukan dengan hasil yaitu peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata pre-test 5,7 menjadi 7,2 pada post-test. Selain itu, ditunjukkan juga dengan sebanyak 63,89% masyarakat (23 orang) mencapai nilai post-test ≥ 7.0. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan upaya pencegahannya pada masyarakat yang hadir dalam kegiatan intervensi.