Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Deteksi Dini Anemia Melalui Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Puteri Dinni Randayani Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v3i01.377

Abstract

Remaja putri (Rematri) berisiko terkena anemia sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan remaja laki-laki. Remaja putri mengalami menstruasi, sehingga mengalami kehilangan banyak darah. Selain itu remaja putri sering melakukan diet ketat sebagai dampak adanya body image. Rematri pada masa pubertas berisiko mengalami anemia gizi besi. Hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Tingginyaprevalensi anemia pada remaja putri mengalami peningkatan dari 37,1% pada Riskedas 2013 menjadi 48,9% pada Riskesdas 2018, dengan proporsi anemia terbesar ada di kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun. Tujuan dari Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kualitas hidup remaja dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kadar Hb untuk mencegah anemia pada remaja puteri. Metode yang digunakan pada tahap awal dengan studi pendahuluan di kelurahan Cililitan, kemudian melakukan wawancara seputar anemia dilanjutkan dengan membuat kontrak waktu pemeriksaan Hb langsung pada remaja puteri. Dari 58 remaja yang melakukan pemeriksaan mayoritas responden 30 orang (51,7%) mengalami anemia. Dari 58 orang remaja memiliki indeks masa tubuh mayoritas berada pada kategori normal sebanyak 42 orang (72,4%), pada riwayat pemeriksaan kadar Hb mayoritas tidak pernah melakukan pemeriksaan sebanyak 31 orang (53,4%) dan pada kelompok riwayat mengkonsumsi tablet Fe saat menstruasi mayoritas tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe saat menstruasi sebanyak 42 orang (72,4%) Deteksi dini melalui pemeriksaan kadar Hb pada remaja puteri harus dilakukan secara rutin untuk pencegahan dan penanggulangan anemia karena dengan mengetahuinya sejak dini, penanganan penyakit dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga dampak anemia pada remaja puteri terutama pada kesehatan reproduksi dapat segera diatasi.
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA BERHUBUNGAN DENGAN KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN Legina Anggraeni; Dinni Randayani Lubis; Lia Nurdini
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 14 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 14 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v14i1.99

Abstract

Abstract Background: Undergoing menstruation cleanly and safely is a human right for every woman, including young women. Young women who attend Islamic boarding schools tend to behave less well in maintaining personal hygiene during menstruation so that they have the opportunity to get diseases related to the reproductive system. Purpose: This study examined the relationship between knowledge, attitudes, and peer support on personal hygiene behavior among young women at Islamic boarding schools during menstruation. Methods: The research was conducted at Islamic boarding schools in Bogor Regency in August-October 2022, while the design used was cross-sectional. Samples were obtained using a purposive sampling technique with a sample size of 124 young women. The univariate analysis determined the frequency distribution of independent (knowledge, attitude, peer support) and dependent (personal hygiene behavior). In contrast, bivariate analysis using chi-square was performed to determine the relationship between the independent and dependent variables. Results: The results showed that the hygiene behavior of young girls was classified as not good (20.1%), and the results of the chi-square test showed that there was a significant relationship between knowledge (p-value = 0.0001; OR = 8.0; 95% CI: 3.13 - 20.44), attitude (p-value = 0.0001; OR = 6.83; 95% CI: 2.47 - 18.85) and peer support (p-value = 0.0001; OR = 4.97; 95% CI: 2.19 - 11.29) with adolescent personal hygiene behavior during menstruation. Conclusion: Knowledge, attitudes, and peer support received by young women have a significant relationship with personal hygiene behavior during menstruation. Menstrual hygiene management needs to be given continuously by the pesantren to female students (girls). Keywords: Knowledge, Attitudes, Peer Support, Personal Hygiene Behavior, Menstruation   Abstrak Latar belakang: Menjalani menstruasi dengan bersih dan aman merupakan hak asasi bagi setiap perempuan termasuk remaja putri. Remaja putri yang bersekolah di Pondok Pesantren cenderung untuk berperilaku kurang baik dalam menjaga kebersihan diri saat menstruasi sehingga memiliki peluang untuk terkena penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan teman sebaya terhadap perilaku kebersihan diri saat menstruasi pada remaja putri di Pondok Pesantren. Metode: Penelitian dilaksanakan pada Pondok Pesantren di Kabupaten Bogor pada bulan Agustus-Oktober 2022, sedangkan desain yang digunakan adalah cross sectional. Sampel didapatkan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 124 remaja putri. Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel independen (pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya) dan dependen (perilaku kebersihan diri) sedangkan analisa bivariat menggunakan chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: Hasil penelitian menunjukan perilaku kebersihan remaja putri tergolong kurang baik (20,1%) dan hasil uji chi-square menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value = 0,0001; OR = 8,0; CI 95%: 3,13 - 20,44), sikap (p-value = 0,0001; OR = 6,83; CI 95%:  2,47 – 18,85) dan dukungan teman sebaya (p-value = 0,0001; OR = 4,97; CI 95%: 2,19 - 11,29 ) dengan perilaku kebersihan diri remaja saat menstruasi. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap dan dukungan teman yang diterima oleh remaja putri memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kebersihan diri saat menstruasi. Manajemen kebersihan menstruasi perlu diberikan terus menerus oleh pihak pesantren kepada santriwati (remaja putri). Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Teman Sebaya, Perilaku Kebersihan Diri, Menstruasi
EDUKASI PRAKTIK PIJAT OKSITOSIN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Lubis, Dinni Randayani; Anggraeni, Legina
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i05.7874

Abstract

Low oxytocin levels can trigger various problems, such as difficulty breastfeeding, postpartum depression, and difficulty bonding with the baby, which will have an impact on reducing breastfeeding. Lack of breastfeeding for babies can increase the risk of babies experiencing stunting. Efforts to increase oxytocin levels are made to support the health of mothers and babies. The coverage of exclusive breastfeeding in DKI Jakarta for six-month-old babies is 65.63%. One way to overcome irregularities in breast milk production is by doing an oxytocin massage. Oxytocin massage is a safe and effective massage technique to stimulate the production of the hormone oxytocin. The aim of this community service activity is to provide education to mothers of babies about the practice of oxytocin massage, which can help increase breast milk production in babies. The method used is education about oxytocin massage through counseling and the practice of oxytocin massage. This activity was attended by 30 participants, consisting of mothers with babies 0–6 months and health cadres. This activity will be carried out in the Cililitan area, Kramat Jati District, East Jakarta, in 2023. The results of the community service activities that have been carried out are increasing participants' knowledge about the effectiveness of oxytocin massage.
Hubungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan Anggraeni, Legina; Lubis, Dinni Randayani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v5i1.137

Abstract

Latar belakang: Dalam menjalani proses belajar, banyak orang yang beranggapan bahwa untuk meraih prestasi yang baik harus memiliki kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient/IQ) yang tinggi. Namun, kenyataannya kecerdasan intelektual bukan satu-satunya keberhasilam dalam mengukur prestasi akademik seseorang. Kecerdasan intelektual yang tinggi seyogyanya  harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner dan data indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September tahun 2020. Data dianalisis menggunakan uji chi-square Hasil: hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan p-value 0,001 dan OR 12,000 dan kecerdasan spiritual  dengan p-value 0,0001 dan OR 21,111. Simpulan: Ada hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan.
Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian ASI Dan MP-ASI Terhadap Risiko Kejadian Stunting Pondok Kelapa Jakarta Timur: Levels Of Knowledge Mothers In Giving Breast Milk And MP-ASI Towards Risk Stunting Incident In Pondok Kelapa East Jakarta Lubis, Erika; Lubis, Dinni Randayani; Khalifahani, Risma
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 3 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i3.856

Abstract

Stunting masalah kesehatan yang terjadi pada anak yang diakibatkan kurangnya asupan gizi kronis Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Anak yang mengalami stunting mudah sakit, memiliki postur tidak maksimal saat dewasa sehingga meningkatkan mortality bayi dan anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dan MPASI terhadap resiko kejadian stunting. Tehnik pengambilan sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 100 responden pada Ibu yang memiliki bayi/balita berusia 0-24 bulan di Wilayah Kerja Kelurahan Pondok Kelapa Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden berpengetahuan baik (67%), dan mayoritas responden (69%) tidak beresiko mengalami stunting. ada hubungan pengetahuan ibu tentang ASI dan MPASI terhadap resiko kejadian stunting (r: 0.713) dengan nilai p-value 0.000 (<0.05). Saran pemberian informasi melalui penyuluhan  pada ibu yang memiliki balita ataupun calon ibu tentang pentingnya memberikan ASI dan MP-ASI yang bergizi yang dapat mencegah stunting.
Hypnobirthing sebagai Self Hypnosis dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Legina Anggraeni; Dinni Randayani Lubis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.1912

Abstract

Hypnobirthing is a way to reduce anxiety and has no effect on fetal growth and development. The purpose of this study was to determine the effect of hypnobirthing as self hypnosis in reducing anxiety in pregnant women. This study used a quasi-experimental design with a sample size of 50 people. The location for data collection was the Independent Practice Midwife in the Jakarta area. Mother's anxiety level was measured before and after being given hypnobirthing using the HARS questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon sign test. The results of the analysis showed that the p-value = 0.0001 or there was a difference in the level of anxiety between before and after being given hypnobirthing. Furthermore, it is concluded that hypnobirthing is effective for reducing anxiety in pregnant women.Keywords: hypnobirthing; pregnancy; worryABSTRAK Hypnobirthing merupakan cara untuk mengurangi kecemasan dan tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing sebagai self hypnosis dalam menurunkan kecemasan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan ukuran sampel 50 orang. Lokasi pengambilan data adalah Bidan Praktik Mandiri wilayah Jakarta. Tingkat kecemasan ibu diukur sebelum dan sesudah diberikan hypnobirthing menggunakan kuesioner HARS. Data dianalisis menggunakan adalah Wilcoxon sign test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,0001 atau ada perbedaan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah diberikan hypnobirthing. Selanjutnya disimpulkan bahwa hypnobirthing efektif untuk menurunkan kecemasan ibu hamil.Kata kunci: hypnobirthing; kehamilan; kecemasan
Analisis Motivasi Siswa SMK dalam Membangun Karir Keperawatan di Kancah Global Maryuni, Maryuni; Rahmawati, Apriana; Setiyadi, Agung; Septiani, Septiani; Gustina, Irwanti; Lubis, Dinni Randayani
Empowerment: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Empowerment
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/empowerment.v5i1.979

Abstract

Salah satu bidang yang memiliki peluang besar di tingkat internasional adalah keperawatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan hanya 5% siswa SMK yang berhasil mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Rendahnya minat untuk berkarir di luar negeri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya motivasi serta kurangnya pemahaman mengenai langkah-langkah untuk bekerja di luar negeri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Service Learning (SL) yaitu pelayanan kepada masyarakat dengan proses pembelajaran yang dilakukan oleh tim pengabdi dari perguruan tinggi. Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi beberapa tahapan yang dirancang untuk memastikan keberhasilan penyuluhan yaitu pre-test, sosialisasi, dan post-test. Hasil penelitian ini terjadi peningkatan pada hasil post-test sebanyak 97% siswa termotivasi untuk berkarir di luar negeri. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan, seperti penyuluhan atau pembekalan terkait karir keperawatan di luar negeri memberikan dampak positif terhadap motivasi siswa.
Efektifitas Edukasi Comfort Positioning  Pada Pengetahuan Perawat Anak Di RSUD Koja: Effectiveness Of Comfort Positioning Education On The Knowledge Of Pediatric Nurses At Koja Hospital Saliman, Yuli Utami; Lubis, Dinni Randayani; Hijriyati, Yoanita; Muriani
Binawan Student Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/ey63v283

Abstract

Salah satu aspek penting dalam perawatan anak di rumah sakit adalah comfort positioning atau posisi nyaman, yang merupakan teknik dalam keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan pasien anak. Comfort positioning ini dapat diterapkan pada berbagai situasi, seperti saat anak dirawat di rumah sakit dan menjalani prosedur medis. Tindakan pemberian comfort positioning pada umumnya di lakukan oleh perawat dan keberhasilan tindakan tersebut sangat tergantung pada kemampuan perawat untuk memahami teknik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas edukasi comfort positioning pada pengetahuan perawat anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimen dengan one group Pretest-Postest Design. Intervensi dilakukan pada satu kelompok berupa edukasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampling yaitu seluruh perawat di Ruang anak RSUD Koja berjumlah 51 orang. Berdasarkan hasil penelitian edukasi comfort positioning di RSUD Koja terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan perawat anak.. Edukasi comfort positioning yang efektif dapat membantu perawat anak untuk memberikan perawatan yang lebih optimal kepada pasien anak-anak yang sedang di rawat. Edukasi comfort positioning sangat penting untuk diaplikasi pada tiap tenaga kesehatan maka diharapkan edukasi ini diperluas dengan membahas topik-topik yang lebih kompleks.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): Increasing Knowledge Of Health Cadres About Long Term Contraception Method Dinni Randayani Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v2i01.203

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan jenis kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan. Berdasarkan data Profile Keluarga Indonesia pada tahun 2018, berdasarkan jenis alat kontrasepsi yang dipilih oleh peserta KB penggunaan MKJP masih sangat rendah yaitu 17,8% dari keseluruhan jumlah peserta KB modern dan 82,19% penggunaan KB non MKJP. Rendahnya cakupan penggunaan kontrasepsi jangka Panjang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat lebih dari metode MKJP. Dalam upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang metode MKJP maka perlu peran serta kader. Dimana peran serta kader kesehatan sebagai penyedia fasilitas kesehatan dalam melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, agar dapat memberikan motivasi untuk ikut serta dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Salah satu cara yang dapat dilakukan tenaga Kesehatan adalah dengan memberikan informasi tentang MKJP terlebih dahulu kepada kader, dan selanjutnya kader dapat menyampaikan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang MKJP. Kegiatan dilakukan di Universitas Binawan, peserta kegiatan ini adalah perwakilan kader kesehatan di kelurahan Cililitan berjumlah 20 orang. Hasil dari kegiatan ini adanya peningkatan pengetahuan kader tentang MKJP dari sebelum kegiatan dan setelah kegiatan dilaksanakan. Dengan danya kegiatan ini dapat mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat, sehingga meningkatkan penggunaan metode (MJKP).
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Kecemasan pada Ibu Hamil di Tiga Wilayah Fungsional Anggraeni, Legina; Dinni Randayani Lubis
Optimal Midwife Journal Volume 1 No. 2 Desember 2024
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875616

Abstract

Kehamilan adalah hal yang fisiologis terjadi pada seorang wanita, namun perubahan fisik dan psikologis yang terjadi dapat memicu timbulnya kecemasan dalam menjalani kehamilan terutama bagi ibu yang tinggal di wilayah fungsional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil di tiga wilayah fungsional. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Lokasi penelitian berada di Kota Jakarta, Depok dan Bekasi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah penelitian dengan sampel yang digunakan sebanyak 303 ibu hamil dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data yang digunakan adalah uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan sebesar 69,3% ibu mengalami kecemasan. Variabel usia (p-value 0,024), pendidikan (p-value 0,012) , graviditas (p-value 0,018) dan riwayat keguguran (p-value 0,02) memiliki hubungan bermakna dengan kecemasan. Faktor dominan yang mempengaruhi kecemasan adalah usia, pendidikan, graviditas dan riwayat keguguran dengan riwayat keguguran merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi kecemasan dengan nilai OR 4,207 (95% CI: 1,377-12,857). Saran yang diberikan agar tenaga kesehatan dapat terus melakukan pendampingan dan kelas ibu hamil di berbagai wilayah.