Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Pekanbaru mengalami peningkatan dari segi jumlah pelaku usaha, namun kondisi tersebut belum diikuti dengan peningkatan tingkat penjualan. Hal ini menunjukkan adanya persaingan usaha yang semakin ketat serta pemanfaatan strategi pemasaran digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan media sosial terhadap tingkat penjualan UMKM kuliner di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sampel jenuh yang melibatkan 33 UMKM kuliner di Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Bina Widya. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara offline dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa influencer marketing termasuk dalam kategori baik. Media Sosial berada pada kategori sangat baik dan tingkat penjualan tergolong sedang. Analisis regresi menunjukkan bahwa influencer marketing dan media sosial berpengaruh positif secara simultan terhadap tingkat penjualan. Secara parsial, influencer marketing dan media sosial masing-masing berpengaruh positif terhadap tingkat penjualan UMKM kuliner. Temuan ini membuktikan bahwa influencer marketing dan media sosial merupakan strategi pemasaran digital yang efektif dalam meningkatkan tingkat penjualan UMKM kuliner.