Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN POTENSI PEMASARAN BENGKEL DLWK DENGAN PELATIHAN DAN PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN Lestari, Alvera Sinta; Wawolangi, Kristian Yosua; Adriel, Nicholas; M. Djae, Zaim Katarabumi; Halim, Winda; Leony, Florence; Christina, Christina; Hermawan, Melina; Elizabeth, Elizabeth
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.46050

Abstract

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting karena UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian negara. Jenis dan bidang usaha yang dimiliki oleh UMKM sangat beragam, mulai dari bidang yang menghasilkan barang hingga jasa. Salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang jasa adalah bengkel. Bengkel yang menjadi mitra adalah bengkel yang berlokasi di daerah Cibogo Bandung yang dikelola oleh sepasang suami istri dengan 2 orang staf yang membantu. Kendala yang dimiliki oleh UMKM ini adalah lokasi yang kurang strategis dan pemilik memiliki keinginan untuk memperkenalkan bengkelnya secara lebih luas. Berdasarkan kebutuhan yang dimiliki oleh mitra maka tim pengabdi berusaha membantu dengan melakukan beberapa hal, antara lain melakukan rebranding terhadap nama bengkel yang semula bernama Bengkel DLWK menjadi New DLWK Racing Team, sehingga nama bengkel menjadi lebih komersial. Selain itu, diusulkan juga untuk pembuatan topi, sticker, dan banner untuk lebih memperkenalkan bengkel tersebut saat mengikuti event tertentu. Pelatihan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengembangkan media sosial Instagram yang telah mereka miliki dengan jumlah pengikut yang cukup banyak. Selain itu, juga dilakukan pemberian usulan untuk membuat media sosial lainnya seperti pembuatan konten pada Youtube, Tik Tok, Facebook, dan Whatsapp.
Media Sosial sebagai Katalis Pemahaman Agama dan Toleransi Generasi Muda Kartolo, Seraphine; Adriel, Nicholas; Paskah, Timotius Rievaldo; Armando, Luis; Sagiyono, Andhika Permana; Piter, Nicholas Aldrich; Hermawati, Oki
Jurnal Silih Asah Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Silih Asah
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasah.v3i1.123

Abstract

 Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan dan toleransi antarumat beragama di kalangan generasi muda Indonesia, yang semakin intens berinteraksi dengan wacana keagamaan melalui platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengakses pengetahuan agama, tetapi juga sebagai ruang interaksi lintas iman yang memungkinkan pertemuan berbagai perspektif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan berupa misinformasi, konten provokatif, serta echo chamber berbasis algoritma yang berpotensi mendistorsi penafsiran ajaran agama dan memperkuat polarisasi. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu bagaimana generasi muda menafsirkan pesan-pesan keagamaan yang ditemui di media sosial, serta faktor digital dan sosial apa saja yang memengaruhi apakah keterlibatan tersebut mendorong sikap toleran atau justru memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam yang didukung oleh observasi awal untuk menggali pengalaman hidup pemuka agama dan generasi muda yang aktif dalam kegiatan keagamaan serta penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan keagamaan yang positif, kemampuan berpikir kritis, serta keteladanan figur agama dan publik berperan penting dalam memperkuat perspektif keagamaan yang moderat dan meningkatkan keterbukaan antariman. Sebaliknya, rendahnya literasi digital dan paparan informasi yang homogen berkontribusi terhadap kesalahpahaman serta terbatasnya dialog lintas agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara praktik digital generasi muda dan perspektif otoritas keagamaan, sehingga memberikan pemahaman kontekstual mengenai dinamika komunikasi keagamaan di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat mendorong harmoni antarumat beragama dan pendalaman pemahaman agama apabila didukung oleh produksi konten yang etis dan literasi digital yang kuat.