Lubis, Mhd Iskandar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SMPN 29 PONDOK GEDE KOTA BEKASI Lubis, Mhd Iskandar
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v11i1.320

Abstract

BSTRAKHubungan antara Konsep Diri  dan dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru SMPN 29 Pondok Gede Kota Bekasi, Tesis, Jakarta :  Pascasarjana UNIVERSITAS ISLAM  ATTAHIRIYAH (UNIAT) 2014. Berdasarkan hasil survei dalam penelitian ini dunia kerja sekarang ini belum sepenuhnya menunjukan keadaan yang diharapkan, terutama tentang mutu kerja para penyandang profesi di instansi pendidikan. Hal ini yang merupkan salah satu faktor rendahnya mutu layanan pendidikan. Kenyataan yang ada digambarkan dengan adanya guru yang mangkir kerja, terlambat datang kesekolah, pulang sebelum jam kerja habis dengan tanpa alasan yang tepat. Tulisan ini melaporkan tentang bagaimana pengaruh budaya organisasi sekolah terhadap mutu layanan pendidikan, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah  dan mutu Kinerja Guru  terhadap mutu layanan pendidikan. Metode deskriptif analitik, pengumpulan data mengenai budaya organisasi sekolah, motivasi kerja guru dilakukan melalui penyebaran angket terhadap 100 responden dan data diolah dengan menggunakan program SPSS for windows. Hasil analisa data menunjukan semakin baik (kondusif) budaya organisasi sekolah dan semakin tinggi motivasi kerja guru cenderung semakin tinggi mutu layanan pendidikan. Sehubungan dengan hasil penelitian di atas, disampaikan saran-saran : (1) perlu adanya upaya menciptakan dan menumbuhkembangkan budaya organisasi yang lebih kondusif karena dengan menciptakan budaya organisasi yang baik dan kondusif cenderung meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu pendidikan, (2) perlu adanya upaya lebih meningkatkan tingkat motivasi kerja guru, karena dengan adanya peningkatan motivasi kerja guru yang semakin baik cenderung meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu pendidikan pula, (3) perlu adanya upaya menciptakan dan menumbuhkembangkan kedua variabel tersebut secara terpadu dan berkesinambungan agar mutu layanan pendidikan semakin meningkat dan (4) perlu ada penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap upaya peningkatan mutu layanan pendidikan.