Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metode Pembelajaran Inquiry dalam Perspektif Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Syafruddin, Muhammad Andi; Idawati; Safari
HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hjie.2023.31-08

Abstract

Berbagai model pembelajaran dan pengajaran dalam dunia pendidikan dapat dijadikan kajian menarik untuk diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran di sekolah, hal ini digunakan untuk mencapai tujuan bagi para perancang pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang menekankan pada peserta didik adalah model pembelajaran inquiry. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran inquiry dalam pespektif pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode literatur review yang berfokus pada teori dan hasil penulisan yang berkaitan dengan variabel penulisan. Metode inquiry merupakan metode pengajaran yang memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menemukan sendiri pengetahuan dengan berpikir kritis dan analisis dari suatu masalah yang dipertanyakan. Melalui metode inquiry, peserta didik diajak untuk berfikir kritis dan diajak mengenal Islam lebih dalam. Dalam proses pembelajaran pendidikan Islam, metode Inquiry ini sering kali diwujudkan dalam bentuk diskusi; sedangkan materi pendidikan Islam yang biasanya menggunakan metode ini adalah mata pelajaran Fiqih. Oleh karenanya, melalui pembelajaran inquiry pendidik bisa memastikan peserta didik benar-benar memaknai pelajarannya. Pendidik berusaha memahamkan peserta didik secara perlahan melalui pengalaman mengkaji konsep, membuktikan statement, menarik kesimpulan temuan dan mengkomunikasikan hasil.
KERANGKA DASAR TEORI KEILMUAN AUGUSTE COMTE POSITIVISME LOGIS Wahyu Saputra; Faizal; Safari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/y0x5rv07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka dasar teori keilmuan positivisme Auguste Comte serta keterkaitannya dengan positivisme logis yang berkembang pada abad ke-20. Positivisme Comte dipahami sebagai aliran filsafat yang menempatkan fakta empiris dan pengamatan inderawi sebagai sumber utama pengetahuan, sekaligus menolak metafisika dan spekulasi abstrak yang tidak dapat diverifikasi. Melalui konsep hukum tiga tahap, Comte menjelaskan perkembangan pemikiran manusia dari tahap teologis, metafisis, hingga tahap positif yang menandai dominasi ilmu pengetahuan ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan menganalisis berbagai buku dan artikel jurnal yang relevan dengan topik kajian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa positivisme Comte memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lahirnya positivisme logis, terutama dalam penekanan pada verifikasi ilmiah dan penolakan terhadap metafisika. Meskipun demikian, positivisme logis lebih menekankan analisis logika dan bahasa ilmiah dibandingkan orientasi sosial yang ditekankan oleh Comte. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kontribusi positivisme dalam perkembangan filsafat ilmu dan metode ilmiah modern
Learning Interest in Islamic Religious Education: Examining the Effectiveness of the Synectics, Mind Maps, and Cooperative Learning (SM2CL) Model Sauwitri, Nadia Eka; Safari; Baharudin
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 11 No 2 (2026): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/

Abstract

Learning interest in Islamic Religious Education (PAI) remains suboptimal in many Indonesian junior high school contexts, primarily attributable to the dominance of conventional, lecture-based instructional approaches that fail to foster affective engagement and intrinsic student motivation.This study examined the effectiveness of the Synectics, Mind Maps, and Cooperative Learning (SM2CL) integrated model in enhancing seventh-grade students' learning interest—specifically the 'feeling of enjoyment' indicator—in PAI instruction at SMP Negeri 31 Bandar Lampung. A quasi-experimental posttest-only control group design was employed, involving 62 seventh-grade students allocated to an experimental class receiving SM2CL instruction (n = 30, Class VII C) and a control class receiving conventional instruction (n = 32, Class VII D). Data were collected using a validated 15-item learning interest questionnaire (Cronbach's α = 0.842) and subjected to normality (Shapiro–Wilk), homogeneity (Levene), and independent-samples t-test analyses. Statistical analysis revealed no statistically significant difference between the two groups (t = −0.414; df = 60; p = .681), with posttest means of M = 50.60 (SD = 7.70) and M = 51.40 (SD = 7.90) for the experimental and control classes, respectively. Sub-dimensional analysis of the enjoyment indicator similarly yielded negligible between-group differences across all five thematic clusters. Although SM2CL theoretically integrates three complementary pedagogical frameworks—Synectics, Mind Maps, and Cooperative Learning—its implementation in this context did not produce significant gains in students' learning interest. Structural constraints including limited affective readiness, habituation to didactic instruction, and inadequate learning infrastructure are identified as primary moderating factors. These findings contribute to the contextual literature on innovative PAI instruction and underscore the necessity of adaptive implementation strategies.