Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK KUANTITATIF SAPI BALI JANTAN DAN BETINA DI KECAMATAN GADUNG KABUPATEN BUOL Yusuf, Dzaqwan Zait Y; Taha, Siswatiana R; Rokhayati, Umbang Arif
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian sebagai informasi ilmiah dan pengamatan bagi penulis dan masyarakat petani/peternak tentang. Karakteristik Kuantitatif Sapi Bali Jantan dan Betina di Kecamatan Gadung. Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, yaitu pada bulan Oktober-Desember 2023. Penelitian menggunakan metode kuantitatif berupa pengukuran langsung pada sapi Bali sebanyak 100 ekor dengan umur ternak 2-4 tahun. Hasil penelitian adalah sapi Bali jantan memiliki ukuran panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul dan bobot badan masing-masing memilki nilai rataan sebesar: 154.39 cm, 154.39 cm, 112.83 cm, 111.70 cm, 236.02 kg,  sapi Bali betina memiliki ukuran panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul, dan bobot badan masing-masing memilki nilai rataan sebesar:106.80 cm, 148.43 cm, 109.35 cm, 108.03 cm, 219.72 kg. Disimpulkan bahwa karakteristik kuantitatif sapi Bali jantan dan betina di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, menunjukan perbedaan ukuran tubuh pada parameter panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul dan bobot badan. Kata Kunci : Betina Jantan; Sapi Bali; Karakteristik Kuantitatif
KECERNAAN BAHAN KERING DAN PROTEIN KASAR PAKAN AYAM KAMPUNG BERBAHAN DASAR LUMPUR SAWIT TERFERMENTASI Djunu, Sri Suryaningsih; Mukhtar, Muhammad; Saleh, Ellen J; Fathan, Suparmin; Taha, siswatiana R
Gorontalo Journal of Equatorial Animals Vol 2, No 2 (2023): Gorontalo Journal of Equatorial Animals
Publisher : Gorontalo Journal of Equatorial Animals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the digestibility of dry matter and crude protein digestibility of balitnak superior village chicken fed non-fermented palm sludge and fermented palm sludge. Using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications, consisting of P0: rations without palm sludge, P1: rations + 10% non-fermented palm sludge, P2: rations + 10% fermented palm sludge, P3: rations + 20% sludge non-fermented palm oil, P4: Ration + 20% fermented palm sludge. The study used 15 balitnak superior village chicken aged 8 weeks. Parameters measured included dry matter digestibility and crude protein digestibility. The results showed that the administration of palm sludge had a significant effect (P0.05) on dry matter digestibility, the highest percentage of dry matter digestibility was when using 20% fermented palm sludge (P4: 89.24%). The digestibility value of crude protein had a significant effect (P0.05) with the highest percentage of crude protein digestibility in the ration without palm oil sludge (P0: 21.03%).Keywords: Fermented Palm Sludge; Dry Matter Digestibility; Crude Protein Digestibility; Balitnak Superior Village Chicken 
EDUKASI JAJANAN PANGAN ASAL HEWAN YANG SEHAT DAN BERGIZI UNTUK MENIGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI TEMPAT WISATA PENTADIO RESORT Taha, Siswatiana R; Zainudin, Srisukmawati; Tine, Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat memberikan manfaat bagi masyarakat berupa kegiatan seperti edukasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Lokasi wisata merupakan tempat yang selalu ramai di kunjungi oleh masyarakat dari semua kalangan dan selalu ramai oleh penjual berbagai makanan dan jajanan. Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang dipersiapkan atau dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat umum yang langsung dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut (WHO, 2006). Jajanan sehat dan bergizi sangat penting dalam berperan memberikan asupan energi dan gizi bagi anak khususnya usia sekolah. Namun seiring perkembangan zaman semakin banyak bahan kimia yang dikembangkan dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam jajanan dan makanan. Kasus keracunan Indonesia yang paling sering dilaporkan dari tahun 2004-2014 adalah keracunan akibat pangan jajanan dan keracunan akibat pangan olahan. Pada Tahun 2014, Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan pengujian terhadap pangan jajanan dan hasilnya adalah dari 13.536 sampel terdapat 11.871 (87,69%) sampel yang memenuhi syarat dan 1.665 (12,31%) sampel tidak memenuhi syarat (Rahayu, 2014). Pengabdian ini dilaksanakan pada hari 6 Juli 2024 bertempat di Pentadio Resort Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah dengan bantuan power point dan diskusi kepada masyarakat sebagai peserta. Adapun yang menjadi peserta adalah kelompok Ibu-ibu, Remaja dan anak-anak.