Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi Asi Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Pejamben Wilayah Kerja Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Marbun, Henny Theresia; Anwar, Ade; Mardianti, Lina; Amelia, Rosni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.2225

Abstract

Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakansumber nutrisi yang paling ideal dan makanan terbaikbagi bayi. ASI sebaiknya diberikan kepada bayisetidaknya hingga usia 6 bulan dan dapat diteruskanhingga usia 2 tahun. ASI mengandung zat pelindung, dan pemberian ASI eksklusif berarti hanyamemberikan ASI tanpa tambahan cairan lain sepertisusu, air, jus jeruk, dan sebagainya. Sari KacangHijau adalah minuman yang mengandunglaktagogum, yaitu zat yang dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Tujuan : untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan sebelum dan sesudah meminum Sari Kacang Hijau di Desa Pejamben Wilayah kerja Puskesmas Carita KabupatenPandeglang Tahun 2024. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan desain one group pretest-posttest. Hasil : Berdasarkan uji Wilcoxon didapati p-velue = 0,002 < 0,05. Ini menunjukan Ha diterima, terdapatPengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau TerhadapProduksi ASI Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Pejamben Wilayah kerja Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Tahun 2024. Kesimpulan: pemberian Sari Kacang Hijau sangat kuat pengaruhnya untuk memproduksi ASI pada ibumenyusui bayi 0-6 bulan. Saran: menjadi salah satu pertimbangan bagiresponden untuk menjadikan sari kacang hijausebagai pilihan untuk menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Kata kunci: Sari Kacang Hijau, Produksi ASI.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pratek Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Nembol Wilayah Kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024 Zuniawati S, Lilis; Marbun, Henny Theresia; Anwar, Ade; Putri, Riska Mitalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2230

Abstract

Payudara adalah sel-sel yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ terdekat payudara atau kebagian tubuh lainnya. Penyakit kanker payudara dapat menyebabkan kematian, yang ditandai dengan benjolan atau penebalan pada payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel tumbuh secara abnormal di kelenjar susu pada payudara wanita usia subur. Mengetahui faktor yang mempengaruhi praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di desa Nembol, wilayah kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Adapun variabel usia WUS, pendidikan WUS, dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan WUS Berdasarkan uji Chi-Square test didapatkan hasil statistic pada variabel berdasarkan usia , terdapat 85,4% dengan kelompok usia resiko kecil (<35 tahun) dan 14,6% dengan usia resiko besar (35-49 tahun), berdasarkan tingkat pendidikan umumnya pada kategori pendidikan dasar (SD,SMP) 36,5%, pendidikan menengah (SMA) 36,5% dan tingkat pemdidikan pada jenjang perguruan tinggi sebesar 1%, berdasarkan dukungan keluarga, terdapat 97,4% tidak mendapatkan dukungan keluarga dan sisanya 2,6% mendapatkan dukungan keluarga, berdasarkan tingkat pengetahuan terhadap praktek pemeriksaan SADARI diperoleh data sekitar 69,3% tingkat pengetahuan kurang, 72,4% pengetahuan cukup, 8,3% pengetahuan baik. Didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan WUS dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) P value (>0,05), pengetahuan dan dukungan keluarga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan , dukungan keluarga dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). P value (<0,05). Introduction: Breasts are cells that grow and develop uncontrollably so that they can spread between tissues or organs closest to the breast or to other parts of the body. Breast cancer can cause death, which is characterized by a lump or thickening in the breast. Breast cancer occurs when cells grow abnormally in the mammary glands in the breasts of women of childbearing age.Objective: To determine the factors that influence the practice of breast self-examination (SADARI) in women of childbearing age (WUS) in Nembol village, Mandalawangi Health Center working area in 2024. Method: This research uses quantitative analytical methods, with a cross sectional approach. The variables are WUS age, WUS education, WUS knowledge and family support. Results: Based on the Chi-Square test, statistical results were obtained on variables based on age, there were 85.4% with a low risk age group (<35 years) and 14.6% with a high risk age (35-49 years), based on general education level in the basic education category (SD, SMP) 36.5%, secondary education (SMA) 36.5% and education level at the tertiary level of 1%, based on family support, there were 97.4% who did not get family support and the remaining 2.6% received family support, based on the level of knowledge of SADARI examination practices, data was obtained about 69.3% of knowledge was lacking, 72.4% had sufficient knowledge, 8.3% had good knowledge. Conclusion: There was no significant relationship between the age and education of WUS with the practice of breast self-examination (SADARI) P value (>0.05), knowledge and family support there was a significant relationship between knowledge, family support with the practice of breast self-examination (SADARI). P value (<0.05).
Edukasi tentang Personal Hygiene pada Remaja Putri di SMAN 1 Pandeglang Ashari, Elva Febri; Marbun, Henny Theresia; Nengsih, Intan Ayu
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 7 (2025): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/x0nfaz57

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa remaja disebut juga masa mencari jati diri, remaja hendak mencari perhatian dan pada masa ini terjadi perubahan fisik, psikologi dan sosial. Pada remaja putri perubahan yang dialami adalah ditandai dengan remaja putri mengalami menstruasi, payudara membesar, munculnya rambut ditempat tertentu seperti dikemaluan dan ketiak. Pada masa menstruasi remaja putri masih memiliki pengetahuan yang minim terkait kebersihan diri, dan bagaimana menjaga area kewanitaan saat menstruasi. Masalah kesehatan organ reproduksi pada remaja perlu mendapat perhatian yang serius, karena masalah tersebut paling sering muncul pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Edukasi terkait personal hygiene sangat membantu bagi remaja putri agar kebersihan diri tetap terjaga. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui sosialisasi edukasi tentang personal hygiene untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kebersihan diri/ personal hygine. Kegiatan ini dilakasanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di SMAN 1 Pandeglang dan dihadiri oleh 40 remaja putri. Hasil adanya peningkatan pengetahuan tentang personal hygiene pada remaja putri di SMAN 1 Pandeglang. Diharapkan SMAN 1 Pandeglang bisa membuat program Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja sehingga para siswi bisa selalu mendapat informasi terkait kesehatan reproduksi sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit gangguan reproduksi
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskemas Ciomas Kabupaten Serang Tahun 2025 Fairuza, Filda; Halimatusyadiah , Leni; Marbun, Henny Theresia; Imas, Anisa Ratna Kania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2850

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada kehamilan dan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Upaya penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan pendekatan nutrisi berbasis pangan lokal, salah satunya buah pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat. Tujuan: dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dan untuk mengetahui kadar hemolobin ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian buah papaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 ibu hamil trimester I sampai trimsetser III  dengan anemia ringan yang dipilih dengan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Ciomas pada tahun 2025. Intervensi berupa konsumsi buah pepaya sebelum mengkonsumsi buah pepaya ibu hamil diperiksa kadar hemoglobinya dan diberikan selama 14 hari dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasi uji stasitik ada 25 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan dengan rata-rata kadar haemoglobin 9,19 gr/% melalui test normalitas terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah intervensi, dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa konsumsi buah pepaya efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Dengan mengkonsumsi buah pepaya selama 14 hari berturut-turut banyaknya buah papaya 140 gram  perhari setelah makan  pagi, ada peningkatan kadar haemoglobin rata-rata 2,5 gr/%. Melalui Test uji Wilcoxon. Buah pepaya California mengandung vitamin C sehingga  baik untuk mengurangi anemia, maka ini layak untuk digunakan sebagai bahan penelitian, sangat berbeda jauh dengan pepaya lokal, yaitu sekitar 78 mg per 100 gram, sedangkan pepaya lokal hanya mengandung sekitar 72 mg per 100 gram.Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Pemberian buah pepaya dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nutrisi alami dalam pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi Asi Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Pejamben Wilayah Kerja Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Marbun, Henny Theresia; Anwar, Ade; Mardianti, Lina; Amelia, Rosni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i1.2225

Abstract

Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakansumber nutrisi yang paling ideal dan makanan terbaikbagi bayi. ASI sebaiknya diberikan kepada bayisetidaknya hingga usia 6 bulan dan dapat diteruskanhingga usia 2 tahun. ASI mengandung zat pelindung, dan pemberian ASI eksklusif berarti hanyamemberikan ASI tanpa tambahan cairan lain sepertisusu, air, jus jeruk, dan sebagainya. Sari KacangHijau adalah minuman yang mengandunglaktagogum, yaitu zat yang dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Tujuan : untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan sebelum dan sesudah meminum Sari Kacang Hijau di Desa Pejamben Wilayah kerja Puskesmas Carita KabupatenPandeglang Tahun 2024. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan desain one group pretest-posttest. Hasil : Berdasarkan uji Wilcoxon didapati p-velue = 0,002 < 0,05. Ini menunjukan Ha diterima, terdapatPengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau TerhadapProduksi ASI Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Pejamben Wilayah kerja Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Tahun 2024. Kesimpulan: pemberian Sari Kacang Hijau sangat kuat pengaruhnya untuk memproduksi ASI pada ibumenyusui bayi 0-6 bulan. Saran: menjadi salah satu pertimbangan bagiresponden untuk menjadikan sari kacang hijausebagai pilihan untuk menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Kata kunci: Sari Kacang Hijau, Produksi ASI.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pratek Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Nembol Wilayah Kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024 Zuniawati S, Lilis; Marbun, Henny Theresia; Anwar, Ade; Putri, Riska Mitalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2230

Abstract

Payudara adalah sel-sel yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ terdekat payudara atau kebagian tubuh lainnya. Penyakit kanker payudara dapat menyebabkan kematian, yang ditandai dengan benjolan atau penebalan pada payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel tumbuh secara abnormal di kelenjar susu pada payudara wanita usia subur. Mengetahui faktor yang mempengaruhi praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di desa Nembol, wilayah kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Adapun variabel usia WUS, pendidikan WUS, dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan WUS Berdasarkan uji Chi-Square test didapatkan hasil statistic pada variabel berdasarkan usia , terdapat 85,4% dengan kelompok usia resiko kecil (<35 tahun) dan 14,6% dengan usia resiko besar (35-49 tahun), berdasarkan tingkat pendidikan umumnya pada kategori pendidikan dasar (SD,SMP) 36,5%, pendidikan menengah (SMA) 36,5% dan tingkat pemdidikan pada jenjang perguruan tinggi sebesar 1%, berdasarkan dukungan keluarga, terdapat 97,4% tidak mendapatkan dukungan keluarga dan sisanya 2,6% mendapatkan dukungan keluarga, berdasarkan tingkat pengetahuan terhadap praktek pemeriksaan SADARI diperoleh data sekitar 69,3% tingkat pengetahuan kurang, 72,4% pengetahuan cukup, 8,3% pengetahuan baik. Didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan WUS dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) P value (>0,05), pengetahuan dan dukungan keluarga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan , dukungan keluarga dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). P value (<0,05). Introduction: Breasts are cells that grow and develop uncontrollably so that they can spread between tissues or organs closest to the breast or to other parts of the body. Breast cancer can cause death, which is characterized by a lump or thickening in the breast. Breast cancer occurs when cells grow abnormally in the mammary glands in the breasts of women of childbearing age.Objective: To determine the factors that influence the practice of breast self-examination (SADARI) in women of childbearing age (WUS) in Nembol village, Mandalawangi Health Center working area in 2024. Method: This research uses quantitative analytical methods, with a cross sectional approach. The variables are WUS age, WUS education, WUS knowledge and family support. Results: Based on the Chi-Square test, statistical results were obtained on variables based on age, there were 85.4% with a low risk age group (<35 years) and 14.6% with a high risk age (35-49 years), based on general education level in the basic education category (SD, SMP) 36.5%, secondary education (SMA) 36.5% and education level at the tertiary level of 1%, based on family support, there were 97.4% who did not get family support and the remaining 2.6% received family support, based on the level of knowledge of SADARI examination practices, data was obtained about 69.3% of knowledge was lacking, 72.4% had sufficient knowledge, 8.3% had good knowledge. Conclusion: There was no significant relationship between the age and education of WUS with the practice of breast self-examination (SADARI) P value (>0.05), knowledge and family support there was a significant relationship between knowledge, family support with the practice of breast self-examination (SADARI). P value (<0.05).
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskemas Ciomas Kabupaten Serang Tahun 2025 Fairuza, Filda; Halimatusyadiah , Leni; Marbun, Henny Theresia; Imas, Anisa Ratna Kania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2850

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada kehamilan dan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Upaya penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan pendekatan nutrisi berbasis pangan lokal, salah satunya buah pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat. Tujuan: dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dan untuk mengetahui kadar hemolobin ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian buah papaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 ibu hamil trimester I sampai trimsetser III  dengan anemia ringan yang dipilih dengan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Ciomas pada tahun 2025. Intervensi berupa konsumsi buah pepaya sebelum mengkonsumsi buah pepaya ibu hamil diperiksa kadar hemoglobinya dan diberikan selama 14 hari dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasi uji stasitik ada 25 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan dengan rata-rata kadar haemoglobin 9,19 gr/% melalui test normalitas terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah intervensi, dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa konsumsi buah pepaya efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Dengan mengkonsumsi buah pepaya selama 14 hari berturut-turut banyaknya buah papaya 140 gram  perhari setelah makan  pagi, ada peningkatan kadar haemoglobin rata-rata 2,5 gr/%. Melalui Test uji Wilcoxon. Buah pepaya California mengandung vitamin C sehingga  baik untuk mengurangi anemia, maka ini layak untuk digunakan sebagai bahan penelitian, sangat berbeda jauh dengan pepaya lokal, yaitu sekitar 78 mg per 100 gram, sedangkan pepaya lokal hanya mengandung sekitar 72 mg per 100 gram.Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Pemberian buah pepaya dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nutrisi alami dalam pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.
Efektifitas Massage Punggung dan Relaksasi Nafas dalam Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Primigravida Ashari, Elva Febri; Skania, Pratiwi Cahya; Marbun, Henny Theresia
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/ttevdr86

Abstract

Nyeri persalinan merupakan respon yang kompleks, subjektif, multidimensi terhadap rangsangan sensorik yang terjadi selama persalinan. Nyeri persalinan kerap menjadi salah satu ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu khususnya pada ibu primigravida. Oleh sebab itu untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut penatalakasanaan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode non farmakologis yaitu melakukan relaksasi nafas dalam. Tujuan Penelitian untuk menganalisis efektifitas relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada primigravida. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan desain two group pre test and post test dengan teknik pengambilan sampel adalah exhaustive sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji Uji Mann-Whitney massage lebih efektif dari relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada primigravida dengan nilai p-value 0.003<0.05. Kesimpulan penelitian massage punggung dan relaksasi nafas dalam efektif terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada persalinan normal namun massage punggung lebih berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif terhadap persalinan normal.