Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pembelajaran Literasi Sejarah Memakai Cerita Pendek Nugraha, Dipa; Suyitno, Suyitno; Sabardila, Atiqa; Sunanda, Adyana
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i1.23765

Abstract

Historical literacy learning in Indonesia has developed quite well. Innovative learning has begun to be implemented in historical literacy learning by using interactive applications, films and novels to overcome student boredom. However, existing research shows that historical literacy learning experiences problems with the availability of time when films or novels are used. Meanwhile, the use of short stories in historical literacy learning is not yet commonly implemented in Indonesia. This article, using a literature review, attempts to discuss aspects related to historical literacy learning using short stories. This article also provides three examples of short stories that have the potential to be used in historical literacy learning as an alternative in innovative historical literacy learning. Based on the existing discussion, there are three short stories that can be used in this context, namely “Heiho” by Idrus, “Tamu” by Budi Darma, and “Bapak Presiden yang Terhormat” by Agus Noor.
Efektivitas Pemanfaatan Novel Karya Tere Liye sebagai Sumber Belajar Bahasa Indonesia Berbasis Nilai Sosial di SMA Rismawati, Amanda Eka; Sunanda, Adyana
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3892

Abstract

Karya sastra merupakan hasil karya manusia dengan mendayungkan imajinasi yang terdapat dalam diri pengarangnya. Keberadaan karya sastra dalam kehidupan manusia dapat mengisi “kebahagiaan jiwa” karena membaca karya sastra bukan saja memberikan hiburan, tetapi juga dapat memberikan pencerahan jiwa. Novel didefinisikan sebagai suatu karya sastra yang menggambarkan pengalaman hidup yang kompleks melalui penceritaan yang imajinatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur nilai-nilai sosial dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye sebagai media pengajaran bahasa Indonesia di SMA. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kajian sosiologi sastra. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan nilai sosial masyarakat dan nilai sosial (a) loves (kasih sayang) yang terdiri atas cinta dan kasih sayang, tolong-menolong, kekeluargaan, dan kepedulian; (b) responsibility (tanggung jawab) yang terdiri atas nilai tanggung jawab terhadap masyarakat dan nilai tanggung jawab terhadap hukum; (c) life harmony (keserasian hidup) yang terdiri atas nilai nilai empati, toleransi, dan kerjasama. Hasil penelitian ini dapat diterapkan pada siswa SMA. Hal ini dapat meningkatkan variasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan cara mempelajari karya sastra sehingga dapat menarik minat siswa untuk lebih mendalami karya sastra. Berdasarkan hasil analisis struktur novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye dengan pendekatan sosiologi sastra dapat disimpulkan bahwa tema dari novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar adalah perjuangan dalam melawan ketidakadilan konflik pertanahan agraria. Alur yang menjadi kerangka dari novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar dibuat dengan alur campuran. Terdapat 14 tokoh yang dimunculkan dari novel Teruslah bodoh Jangan Pintar. Latar waktu antara tahun 1990-2020.
Pembelajaran Literasi Sejarah Memakai Cerita Pendek Nugraha, Dipa; Suyitno, Suyitno; Sabardila, Atiqa; Sunanda, Adyana
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i1.23765

Abstract

Historical literacy learning in Indonesia has developed quite well. Innovative learning has begun to be implemented in historical literacy learning by using interactive applications, films and novels to overcome student boredom. However, existing research shows that historical literacy learning experiences problems with the availability of time when films or novels are used. Meanwhile, the use of short stories in historical literacy learning is not yet commonly implemented in Indonesia. This article, using a literature review, attempts to discuss aspects related to historical literacy learning using short stories. This article also provides three examples of short stories that have the potential to be used in historical literacy learning as an alternative in innovative historical literacy learning. Based on the existing discussion, there are three short stories that can be used in this context, namely “Heiho” by Idrus, “Tamu” by Budi Darma, and “Bapak Presiden yang Terhormat” by Agus Noor.
Revitalisasi Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca dan Budaya Literasi Siswa MI Muhammadiyah Jambangan, Sragen Sunanda, Adyana; Salma, Inas Aulia; Nugroho, Yudi Setyo; Aulia, Kharisa Matori; Wilartono, Riefki Yusri; Farisa, Deasy; Susilowati, Eny; Kusumaningrum, Hanifah; Puspitasari, Nurrul Hidayati; Imaduddin, Zulhani
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 2, Desember 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i2.11842

Abstract

Era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, anak-anak cenderung lebih suka bermain-main dengan telepon pintar ketimbang membaca buku, padahal buku merupakan jendela dunia. Dimana melalui buku, kita dapat mengetahui banyak informasi di dunia luar. Memang tak dapat dipungkiri sekolah pun saat ini menggunakan telepon pintar dalam pembelajaran, namun peranan buku tentu tak dapat dilupakan begitu saja. Anak-anak saat ini menjadi asing dengan buku karena adanya hal tersebut. Penulis ingin menghidupkan kembali budaya literasi melalui revitalisasi perpustakaan. Revitalisasi perpustakaan dilakukan di MI Muhammadiyah Jambangan. Revitalisasi ini menggunakan metode difusi ipteks. Difusi ipteks yang dimaksud ialah membangun kembali perpustakaan MI Muhammadiyah Jambangan yang telah lama tidak aktif agar dapat memberikan manfaat bagi peserta didik khususnya dan warga sekolah pada umumnya. Perpustakaan MI Muhammadiyah Jambangan didukung dengan buku penunjang seperti buku pelajaran, cerita atau buku lainnya yang berhubungan dengan pendidikan. Dengan adanya sarana dan prasarana tersebut, kegiatan membaca di perpustakaan menjadi lebih menyenangkan. Peserta didik sangat antusias dengan adanya perpustakaan ini. Setiap hari selalu ada peserta didik yang berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku. Hal ini tentu dapat mempengaruhi peningkatan minat baca peserta didik di MI Muhammadiyah Jambangan. Peningkatan minat baca diperlukan agar peserta didik mampu menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya sehingga mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS CERITA RAKYAT (HIKAYAT) MELALUI MEDIA CANVA PADA SISWA KELAS X SMA N 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Wahyuni, Sri; Sunanda, Adyana; Ismana, Gandhung
Asas: Jurnal Sastra Vol. 13 No. 1 (2024): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v13i1.57301

Abstract

Pembelajaran menulis kembali teks hikayat atau cerita lintas zaman ke dalam  bentuk cerpen merupakan salah satu tujuan pebelajaran di kelas X mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa SMA. Penulisan yang masih kovensional atau sederhana masih menimbulkan kurangnya minat siswa dalam menuliskan teks hikayat. Sehingga diperoleh nilai yang tidak mencapai ketentuan atau pada batas minimal yang telah ditentukan. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti berusaha mencoba menggunakan media canva agar siswa memiliki daya ketertarikan dan siswa dapat menjadi kreatif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kreativitas menulis teks hikayat pada siswa di kelas XD dengan menggunakan media canva, dan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk secara akurat menguraikan kejadian berdasarkan kesesuaian suatu objek.  Pengumpulan data selama penelitian menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Tes ini dimaksudkan sebagai alat untuk mengukur hasil belajar siswa dalam menulis cerita rakyat (cerita) dengan menggunakan media canva. Studi ini menemukan bahwa siswa memperoleh skor rata-rata 78 poin pada tes pertama dan skor rata-rata 85 poin pada tes akhir. Oleh karena itu, pembelajaran menulis cerita rakyat (hikayat) dengan menggunakan media layar sudah sangat meningkat.
The Language Function on Youth's Motivating Discourse Nugroho, Abdillah; Wahyudi, Agus Budi; Sunanda, Adyana; Sabardila, Atiqa; Faizah, Naimul
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2020: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.201 KB) | DOI: 10.23917/iseth.1279

Abstract

Purpose: This research was aimed at identifying the language function on youth’s motivating discourse. . It was carried out by describing the language function on youth’s motivating discourse.Methodology: The research belonged to qualitative research. The primary data were the language functions on youth’s motivating discourse. Technique of the data collection was documentation by collecting the students’ writings at SMP Muhammadiyah 6 Surakarta, such as motivating discourse, particularly discourse containing the language function. Technique of the data analysis was done by making use of the referencial and critical reading technique and small groud discussion.Results: The research result found 4 functions of the language on youth’s motivating discourse, such as (1) the instrumental function i.e. order, offer, and request, (2) the personal function that describes emotion, spirit, happiness, good mood, (3) the representation function, and (4) the regulation function.
Evaluasi Kelayakan Penyajian Materi dan Kegrafikan Buku Teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA Kelas XI Bella Eka Wardhayani Bella Eka Wardhayani; Aisya Almaas; Coirunisa Putri Alifadillah; Adyana Sunanda
Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran 2025: Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bppp.v7i2.11538

Abstract

Ketersediaan bahan ajar yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penyajian materi dan aspek kegrafikan pada buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas XI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi dan tampilan grafis berdasarkan instrumen penilaian standar BSNP. Aspek yang dikaji meliputi akurasi dan kemutakhiran materi, sistematika penyajian, koherensi antar bab, kesesuaian ilustrasi, serta kualitas desain grafis seperti format, desain sampul, tata letak, penggunaan font, kualitas kertas, cetakan, dan jilid. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyajian materi dalam buku ini sudah sangat baik, tercermin dari urutan materi yang sistematis, koheren, serta relevan dengan kurikulum Merdeka. Selain itu, buku ini juga mendukung pengembangan kompetensi siswa melalui penyajian contoh, latihan, dan penilaian autentik. Dari aspek kegrafikan, buku ini memenuhi seluruh indikator kelayakan yang ditetapkan BSNP, seperti desain sampul yang menarik, tata letak yang rapi, penggunaan ukuran yang konsisten, serta kualitas kertas dan cetakan yang baik. Ilustrasi yang disajikan juga dinilai mampu memperjelas materi dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, buku teks "Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia" SMA Kelas XI dinyatakan layak dari segi penyajian materi dan kegrafikan, serta direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.