Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP MUAL MUNTAH AKUT AKIBAT KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER; A RANDOMIZED CLINICAL TRIAL Hilman Syarif
Idea Nursing Journal Vol 2, No 2 (2011): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.438 KB) | DOI: 10.52199/inj.v2i2.6372

Abstract

ABSTRAKAkupresur merupakan salah satu terapi komplementer pada pasien yang mengalami mual muntah akut akibat kemoterapi. Tindakan tersebut dapat menurunkan mual muntah akut akibat kemoterapi, tetapi di Indonesia belum diapilkasikan untuk menurunkan mual muntah akibat kemoterapi. Tujuan riset ini untuk mengidentifikasi pengaruh akupresur terhadap mual muntah akut pada pasien kanker di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUP Fatmawati Jakarta. Penelitian ini merupakan randomized clinical trial dengan metode single blind. Pengambilan sampel dengan cara concecutive sampling dan penentuan kelompok intervensi dan kontrol menggunakan randomisasi alokasi subjek sederhana. Sampel penelitian berjumlah 44 orang responden, terdiri dari 22 responden sebagai kelompok intervensi yang dilakukan terapi akupresursebanyak tiga kali sehari, dan 22 responden sebagai kelompok kontrol. Pengujian perbedaan penurunan ratarata skor mual, muntah dan mual muntah akut pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan uji T test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata- rata mual muntah akut setelah akupresur pada kelompok intervensi signifikan lebih besar dibanding dengan kelompok kontrol (p value=0,000). Kesimpulan secara signifikan akupresur dapat menurunkan mual muntah akut akibat kemoterapi pada pasien kanker yangdilakukan akupresur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Disarankan kepada manejemen rumah sakit terutama manajemen keperawatan agar menerapkan akupresur sebagai bagian dari intervensi keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami mual muntah akut akibat kemoterapi.Kata Kunci: Akupresur, Kemoterapi, Mual Muntah AkutABSTRACTAcupressure is one of the complementary theraphies for patients with acute chemotherapy-induced nauseaand vomiting (CINV). The objective the study was to identify the effect of acupressure to acute CINV onpatients with cancer at RSUPN Cipto Mangunkusumo and RSUP Fatmawati in Jakarta This research was arandomized clinical trial with single blind method. A concecutive sampling was used as the samplecollection method and simple randomization allocation subject used to identify sampel in intervention orcontrol group. The number of samples was 44 respondents, consisted of twenty two subjects who were givenan acupressure theraphy, three times a day; and the remaining was as the control group.. A t-test wasemployed to examine the differences of the mean nausea scores and vomiting scores. Also, to examine thenausea and vomiting scores between the intervention and the control groups. Further, result also showedthat there is a signifant decrease of the mean acute nausea and vomiting scores after acupressure betweenthe two groups (p value=0,000). The conclusion was that the acupressure can decrease acute CINV onpatients with cancer significantly in intervention group if compared with control group. Based on thefindings, recommendation is directed to hospital management especially nursing management to applyacupressure as a nursing intervention to patients with acute CINV.Keywords: Acupressure, Chemotherapy, Acute Nausea and Vomiting.
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI; A RANDOMIZED CLINICAL TRIAL Hilman Syarif; Ardia Putra
Idea Nursing Journal Vol 5, No 3 (2014): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.354 KB) | DOI: 10.52199/inj.v5i3.6560

Abstract

ABSTRAKKemoterapi adalah salah satu terapi pilihan untuk pasien kanker, tetapi memiliki banyak efek samping yang sering membuat pasien cemas. Salah satu terapi perilaku yang digunakan untuk mengatasi kecemasan adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Sampai saat ini, PMR belum pernah diaplikasikan dalam rangka menurunkan kecemasan dan belum ada penelitian yang menguji pengaruh PMR terhadap penurunan kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di BLU RSUDZA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh PMR terhadap penurunan kecemasan pada pasien kanker yang menjalani  kemoterapi di BLU RSUDZA. Desain penelitian adalah randomized clinical trial. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang responden yang menjalani kemoterapi di ruang Mamplam III BLU RSUDZA, 15 pada kelompok intervensi dan 15 pada kelompok kontrol. Pengambilan sampel mengggunakan random sampling. Kuesioner penelitian menggunakan Kuesioner Kecemasan yang diadopsi dari Spielberger. Data akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan t-test.  Hasil penelimenunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan pada pengukuran kedua pada kelompok intervensi sebesar 42,27 dengan standar deviasi 7,41 sementara pada kelompok kontrol sebesar 50,80 dengan standar deviasi 6,7. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan skor kecemasan pada pengukuran kedua antara kelompok intervensi dan kontrol (p value = 0,003).  Kesimpulan penelitian adalah PMR efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Diharapkan kepada manajemen rumah sakit terutama bidang keperawatan agar mempertimbangkan PMR sebagai salah satu tindakan mandiri keperawatan dalam menurunkan kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.Kata kunci : kecemasan, kemoterapi, PMR
CHEMOBRAIN ITU NYATA Hilman Syarif
Idea Nursing Journal Vol 10, No 3 (2019): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v10i3.19755

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil telaah secara kritis beberapa artikel tentang chemobrain yang menitikberatkan pada insidensi, faktor etiologi, mekanisme, gejala, pengukuran, penatalaksanaan non-farmakologis, dan pertimbangan keperawatan. Sumber yang digunakan sebanyak 55, terdiri dari artikel dan buku yang terbit dalam kurun waktu terbit 1983 sampai 2019. Analisis dan sintesis berbagai sumber tersebut menghasilkan informasi yang relevan. Hasil menunjukkan insidensi chemobrain yang bervariasi pada berbagai referensi. Beberapa mekanisme telah diyakini memiliki kontribusi seperti efek neurotoksik langsung dari agen kemoterapi, kerentanan genetik, efek stres oksidatif, ketidakseimbangan sitokin, gangguan hormonal, dan stres psikologis. Masalah yang paling sering adalah ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau fokus, mudah lupa, ketidakmampuan multitasking, gangguan dalam menentukan kata, dan pemikiran yang tidak terorganisir. Penatalaksanaan non-farmakologis diantaranya rehabilitasi kognitif dan exercise. The theory of unpleasant symptom dapat memfasilitasi perawat memahami masalah ini. Kesimpulan, chemobrain adalah masalah nyata yang dialami oleh penyintas kanker payudara pascakemoterapi. Keyword: chemobrain, kognitif, penyintas ABSTRACT This article is the result of analysis critically some articles about chemobrain that emphasized on incidence, etiology, mechanism, symptoms, measurements, non-farmacologic interventions, and nursing consideration. The sources that is used as many as 50, consisting of articles and books that published during 1983-2019. Analysis and synthesis of various sources resulted relevant information. Results showing incidence of chemobrain varying on various reference. Several mechanism have been assumed have contribution, as the direct effects of chemotherapy agents, the susceptibility of genetic, oxidative stress, the disproportionof the cytokine, hormonal disorders, and psychological stress. A problem that reported most frequently are an inability to concentrate, loss of memory, an inability multitasking, communication disorders, and unorganized of idea. Some of non-farmacologic intervention are cognitive rehabilitation and exercise. The theory of unpleasant symptoms able to facilitate the nurses to understand about this problem. A conclusion, chemobrain is a factual problem that is experienced by post-chemotherapy breast cancer survivors. Keywords: chemobrain, cognitive, survivors 
PERILAKU MEROKOK MAHASISWA LAKI-LAKI PADA INSTITUSI PENDIDIKAN NERS DI PROVINSI ACEH Hilman Syarif; Nova Fajri; Mira Rizkia
Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v12i1.22119

Abstract

Persentase perokok yang berusia diatas 15 tahun di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi. Data merokok tersebut didominasi oleh laki-laki. Perilaku merokok juga ditemukan pada mahasiswa pada bidang kesehatan. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena seharusnya mereka menjadi role model bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku merokok pada mahasiswa keperawatan laki-laki di Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan jenjang sarjana berjenis kelamin laki-laki di Provinsi Aceh. Jumlah populasi diperkirakan lebih kurang 339 orang yang terdistribusi pada 10 institusi. Besar sampel sebanyak 30% dari populasi, sehingga besar sampel 101 orang. Penentuan sampel menggunakan metode snow ball. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Semua prosedur dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan prinsip etik penelitian pada subjek manusia, diantaranya Surat lolos uji etik dan informed consent. Metode pengambilan data menggunakan fasilitas Google form sebagai bentuk upaya pencegahan penularan Covid-19. Analisis data menggunakan analisis univariat, berupa frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47,6% responden pada penelitian ini berusia 21-25 tahun, sebanyak 68,3% responden masuk ke program sarjana keperawatan dari lulusan sekolah menengah umum/sederajat. Responden yang belum menikah 91,1% dan 54,5% tidak bekerja. Sebanyak 31,7% responden pada penelitian ini merokok, sebanyak 53,1% dari yang merokok menghabiskan 5-8 batang rokok perhari, dan sebanyak 37,5% dari yang merokok memulai merokok pada usia 5-10 tahun. Rekomendasi, kepada institusi pendidikan untuk menggalakkan promosi kesehatan dan program kawasan tanpa asap rokok, sehingga dapat meminimalkan kesempatan para mahasiswa untuk merokok.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 DAN 6 BANDA ACEH Hilman Syarif; Mastura, Mastura
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.406 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6535

Abstract

ABSTRAKSekolah adalah  salah satu area yang memiliki resiko tinggi adanya korban jiwa pada saat terjadi bencana gempa bumi dan tsunami dikarenakan merupakan tempat berkumpulnya siswa, guru dan sivitas akademika lainnya terutama pada jam sekolah, sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana. Self efficacy terbukti memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 dan 6 Banda Aceh tahun 2015. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan cross sectional study. Populas adalah seluruh siswa SMAN 2 dan 6 Banda Aceh sebanyak 748 siswa. Sampel sebesar 171 siswa dengan teknik proportionate stratified simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan angket. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner self efficacy yang dikembangkan oleh Schwarzer Jerussalem dan kuesioner kesiapsiagaan yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO/ISDR. Analisa data menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata self efficacy pada responden adalah 27,89 (±6,42) dan rata-rata kesiapsiagaan bencana adalah 64,44 (± 16,24). Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara self efficacy dengan kesiapsiagaan bencana (r 0,756; p 0,000). Pengaruh self efficacy terhadap kesiapsiagaan bencana sebesar 57% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran penelitian ini kepada pimpinan sekolah serta pihak terkait agar melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan self efficacy siswa terhadap bencana, misalnya simulasi; drill dan kampanye kesiapsiagaan bencana.Kata kunci : Kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami, siswa, SMA