Background: Stunting is defined as the failure of physical growth in children under five years of age due to chronic malnutrition and infection, resulting in short stature. Stunting in toddlers can cause various problems, such as impaired physical growth, mental development, and health status, requiring special attention. Several factors contribute to stunting, including malnutrition during pregnancy, cessation of breastfeeding before 6 months, insufficient feeding frequency, incomplete vaccinations, and parental height. Purpose: To explore public perceptions of stunting. Method: This qualitative, descriptive phenomenological study was conducted in Lhokseumawe City. The sample consisted of 10 participants (mothers of toddlers). The sample was selected using a purposive sampling technique, and data collection was conducted through in-depth interviews. Data analysis was conducted using content analysis of interview transcripts and notepads using the Giorgi analysis method. Results: The analysis yielded three themes: the meaning of stunting, which consists of three categories: failure to thrive, malnutrition, and growth disorders; The factors causing stunting are divided into 12 categories, including child malnutrition, breastfeeding practices, incomplete immunization, genetic factors, malnutrition during pregnancy, child physical activity, socioeconomic status, education and knowledge, exposure to cigarette smoke, environmental factors, and stress. The impacts of stunting include an increased risk of degenerative diseases, parental anxiety disorders, impaired growth and development, and low self-confidence. Conclusion: Public perception of stunting is relatively good, but needs to be further improved by increasing the active role of health workers in providing information related to stunting, thereby preventing and reducing the incidence of stunting in the community. Suggestion: Health workers are expected to be more active in providing information about stunting, its meaning, influencing factors, and its impact. This information can be provided through community outreach, particularly to young couples and families with infants and toddlers. Keywords: Public Perception; Stunting; Toddlers. Pendahuluan: Stunting didefinisikan sebagai kegagalan pertumbuhan fisik pada anak di bawah usia lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi, yang mengakibatkan perawakan pendek. Stunting pada balita dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan status kesehatan pada anak, sehingga memerlukan perhatian khusus. Beberapa faktor penyebab stunting terjadi sejak kehamilan karena kekurangan gizi selama periode tersebut, penghentian pemberian ASI <6 bulan, frekuensi pemberian makan yang tidak mencukupi, dan tidak lengkapnya vaksinasi serta tinggi badan orang tua. Tujuan: Untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat mengenai stunting. Metode: Penelitian kualitatif fenomenologi deskriptif, dilaksanakan di kota Lhokseumawe. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 partisipan (ibu yang mempunyai anak balita). Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan analysis conten pada transkrip wawancara dan lembaran catatan dengan menggunakan metode analisis Giorgi. Hasil: Analisis menghasilkan tiga tema, yaitu makna stunting yang terdiri dari 3 kategori, meliputi gagal tumbuh, kekurangan gizi, dan gangguan pertumbuhan; faktor-faktor penyebab stunting, terdiri dari 12 kategori, meliputi kekurangan gizi pada anak, praktik pemberian ASI, imunisasi tidak lengkap, faktor genetik, kekurangan gizi selama kehamilan, aktivitas fisik anak, status sosial ekonomi, pendidikan dan pengetahuan, paparan asap rokok, lingkungan, dan stres; dan dampak stunting terdiri dari peningkatan risiko penyakit degeneratif, gangguan kecemasan orang tua, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, dan rendahnya kepercayaan diri. Simpulan: Persepsi masyarakat tentang stunting relatif baik, tetapi perlu ditingkatkan lebih lanjut melalui peningkatan peran aktif petugas kesehatan dalam memberikan informasi terkait stunting, sehingga mencegah dan mengurangi kejadian stunting di masyarakat. Saran: Petugas kesehatan diharapkan untuk lebih aktif dalam memberikan informasi terkait stunting, makna stunting, faktor-faktor yang memengaruhi stunting serta dampak stunting. Pemberian informasi dapat dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya bagi pasangan muda dan keluarga yang mempunyai bayi dan balita. Kata Kunci: Anak di Bawah Lima Tahun; Persepsi Masyarakat; Stunting.