Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Desa Melalui Bimbingan Teknis Perencanaan Master Plan Desa Wisata Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Ma’ruf, Annas; Kadir, Ishak; Hasan, La Ode Amrul; Ahdiyani, Wisdha; Firdausah, Azzahra Miftahul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i2.46180

Abstract

Desa Leppe berada di wilayah pesisir dan lautan yang digunakan untuk berbagai kegiatan seperti Pelabuhan penyebrangan, industri, agrobisnis dan agroindustri rekreasi dan pariwisata. Berbagai potensi diupayakan menjadi desa yang mandiri dengan memaksimalkan potensi desa, membangun dan meningkatkan perekonomian warga desa. Masterplan harus dipersiapkan dengan baik dan melibatkan peran perangkat desa dan masyarakat dalam penyusunannya, agar rencana tata ruang desa dapat menjadi arahan yang tepat dalam mengambil keputusan untuk membangun desa. Metode pelaksanaan pada tahap pertama dilakukan kegiatan urun rembuk, perkenalan para dosen pengabdi, tujuan kegiatan, program-program kegiatan kepada para apparat desa, serta beberapa warga. Tahap kedua dilakukan pengumpulan Data, hal ini ditujukan untuk mengetahui data Primer, sekunder data lokasi dan pendukung. Tahap ketiga dilakukan analisis kebutuhan perencanaan/ akar permasalahan. Kemudian tahap ke empat dilakukan bimbingan teknis perencanaan master plan, menekankan keterlibatan masyarakat sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan pendidikan untuk pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan kegiatan bimbingan teknis perencanaan masterplan desa bahwa anggota masyarakat, tokoh masyarakat dan aparat desa dalam memahami posisi desa yang nantinya bisa dikembangkan menjadi desa wisata pesisir. Pelaksanaan pkm di desa Leppe telah berjalan sesuai dengan rencana kegiatan dalam program kerja yang telah disusun yaitu membangun desa melalui bimbingan teknis perencanaan master plan desa wisata Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.
Pusat Pendidikan dan Terapi Anak Autis di Yogyakarta (Penekanan pada Ruang Ekspresi Bermusik Anak Autis) Ahdiyani, Wisdha; Saptorini, Hastuti
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i1.9005

Abstract

Autis merupakan gangguan perkembangan anak yang mengganggu komunikasi, interaksi social dan gangguan perilaku. Departemen Kesehatan memperkirakan bahwa ada antara 150.000 dan 200.000 anak autis di Indonesia. Dengan potensi D.I Yogyakarta sebagai tempat dengan jumlah penderita autis yang cukup besar. Di Yogyakarta, penderita autis belum terfasilitasi oleh bangunan terapi secara terpadu. Perilaku khusus anak autis yang berlebihan dan berkekurangan membutuhkan pengarahan untuk menyalurkan dan mengekspresikan perilaku mereka dengan terapi bermusik. Musik merupakan kegiatan terapi yang rutin dilakukan dan banyak menarik minat anak. Melalui metode survey lapangan dan observasi partisipatif, peta perilaku mereka mengindikasikan ketertarikan anak saat mengekspresikan kegiatan bermusik. Perilaku anak autis yang berlebihan dan cenderung membahayakan serta perilaku anak berkekurangan yang memerlukan stimulasi meningkatkan respon mereka terhadap suatu hal. Temuan karateristik perilaku mereka yang dijadikan landasan analisis dalam memformulasikan konsep rancangan pusat pendidikan dan terapi yang diaplikasikan pada rancangan ampiteater dengan sisi yang dapat memantulkan bunyi karena adanya kemiringan disatu sisi untuk mencegah suara bising keluar dari ruang bermusik outdoor. Serta studio musik dan ruang audio visual pada wilayah indoor yang menerapkan akustik ruang sesuai dengan volume suara yang dihasilkan saat bermusik.--------------------------------------------------------------------------------------------Autism is a development disorder in child that interferes with communication, social interaction and behavioral disorders. The Ministry of Health estimates autistic children in Indonesia between 150.000 and 200.000. Potential of D.I Yogyakarta as a place with a large number of autistic patients. In Yogyakarta, autism have not facilitated by an integrated building therapy. Autistic children's special behavior that is excessive and deficient requires direction to channel and express their behavior with music therapy. Music is a activity therapy routinely carried out and attracts a lot with interest children's. Through field survey methods and participatory observation, their behavior maps indicate children's interest in expressing musical activities. The behavior of autistic children that is excessive and tends to be harmful and the behavior of children with disabilities that require stimulation increase their response to something. The findings of their behavioral characteristics are used as the basis for analysis in formulating the concept of an education and therapy center design which is applied to the design of an amphitheater with a side that can reflect sound due to a slope on one side to prevent noise from coming out of the outdoor music room. As well as a music studio and audio-visual room in the indoor area that applies room acoustics according to the volume of sound produced when making music. 
Evaluasi Kesesuaian Potensi Kontekstual dalam Penerapan konsep Kontemporer Revitalisasi Pasar Sarijadi Ahdiyani, Wisdha; Azzahra Miftahul Firdausah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2823

Abstract

Pasar tradisional yang sangat lekat dengan citra kumuh, becek dan tidak menarik. Akibatnya masyarakat kelas menengah atas lebih memilih berbelanja dan berwisata di mall dan pasar modern. Revitalisasi Pasar Sarijadi merupakan pilot project bagi revitalisasi pasar lainnya di Kota Bandung. Setelah proses pembangunan pasar hasil revitalisasi, diperlukan sebuah evaluasi untuk melihat ketepatsasaran fasilitas ini bagi masyarakatnya. Lingkungan Pasar Sarijadi merupakan pemukiman berupa kompleks perumahan dan gated community mengindikasikan lingkungan kalangan menengah atas yang memiliki daya beli tinggi dan animo untuk berbelanja. Potensinya berdampingan dengan tiga perguruan tinggi dimana mahasiswa membutuhkan makanan, tempat berkumpul dan mengerjakan tugas. Secara konteks lingkungan Sari Jadi selain membutuhkan pasar juga membutuhkan pusat konsumsi baru bagi kaum muda. Semangat baru ini berupaya menarik minat  warga untuk berkunjung ke pasar dengan tiga konsep utama revitalisasi pemerintah yaitu: keren, kreatif, dan multifungsi. Kebutuhan ruang berdasarkan pangsa pasar mendorong pemerintah merevitalisasi pasar dengan konsep keren, kreatif dan multifungsi yang menambahkan fasilitas-fasilitas untuk kaum menengah atas dan kaum muda. Terakhir, perwujudan konsep keren, kreatif dan multifungsi ditejemahkan dalam penyediaan fasilitas pada pasar, yaitu : koperasi, pasar basah (yang menjual sayur-mayur, daging dan sembako), produk kerajianan atau art and craft, pakaian, cafe, food court dan coworking space.