Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Logistik

Model Dinamika Sistem Untuk Analisis Resiliensi Pelabuhan (Port Resilience) (Studi Kasus: Pelabuhan Pantoloan) Puspa Wangi, Intan
LOGISTIK Vol. 16 No. 02 (2023): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v16i02.38289

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur vital dalam perannya sebagai pintu gerbang dalam kegiatan perekonomian. Namun sayangnya, pelabuhan rentan terekspos oleh bencana, baik bencana alam maupun non-alam. Salah satu contohnya adalah bencana gempabumi dan tsunami yang menghantam Palu Sulawesi pada 2018 mengakibatkan lumpuhnya Pelabuhan Pantoloan yang merupakan pelabuhan terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk itulah, perlu adanya kesadaran meningkatkan resiliensi pelabuhan sebagai upaya mitigasi bencana di masa depan. Metodologi yang digunakan adalah dengan model dinamika sistem dengan menggunakan software VENSIM. Penelitian ini diawali dengan identifikasi besarnya kerusakan akibat bencana kemudian dilakukan survei sekunder untuk mengetahui upaya pemulihan yang dilakukan untuk mengembalikan performa pelabuhan. Performa yang ditinjau adalah kapasitas container crane yang bekerja di pelabuhan. Kemudian dilakukan uji skenario. Skenario pertama adalah robustness yaitu meningkatkan kemampuan untuk menahan tingkat kegagalan tertentu dalam bentuk tanggul laut (sea wall). Skenario kedua adalah rapidity yaitu meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan secara tepat waktu untuk mencegah kerugian di masa depan dalam bentuk kesiapsiagaan bencana di pelabuhan. Dan skenario ketiga adalah penggabungan antara skenario robustness+rapidity. Hasil pada pemodelan base case adalah pelabuhan baru bisa kembali normal seperti sedia kala adalah pada hari ke-140 pascabencana dengan kerugian total sebesar 16.872 box. Angka ini setara kerugian sebesar nyaris 50% per harinya. Sedangkan pada kondisi robustness+rapidity merupakan skenario terbaik dimana pelabuhan berfungsi normal pada hari ke-60 dan total kerugian hanya 9.467 box.
DISTRIBUSI ANGKUTAN BARANG MELALUI LAUT DENGAN MODEL GRAVITI DUA BATASAN UNTUK PELABUHAN UTAMA ANTAR PULAU DI INDONESIA BERDASARKAN DATA BPS Mulyono, Tri; Hadi, Winoto; Puspa Wangi, Intan
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pola pola distribusi pergerakan barang angkutan laut di pelabuhan utama dengan sumber data sekunder dari Badan Pusat Statistik dengan cara pemodelan. Hal ini krusial mengingat bahwa mengetahui bangkitan perjalanan barang sangat penting untuk memprediksi volume pergerakan barang di masa depan. Metode pemodelan menggunakan model dengan-batasan-bangkitan dan tarikan atau Model Double Constraint Gravity (DCGR). Data bangkitan pergerakan sebagai total volume muat di pelabuhan dan tarikan sebagai total volume bongkar. Estimasi parameter model menggunakan metode kuadrat terkecil untuk mengkalibrasi parameter model dan fungsi hambatan menggunakan fungsi exponensial negatif.  Variabel terikat merupakan volume bongkar-muat barang angkutan laut antar pulau di pelabuhan utama; dan variabel bebas merupakan faktor sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pertumbuhan pergerakan barang. Hasil pemodelan dapat menjelaskan  lebih lanjut informasi bongkar/muat asal-tujuan barang di pelabuhan, karena data BPS tidak mencantumkan asal-tujuan bongkar/muat di pelabuhan utama antar pulau.
PERSEPSI KEBUTUHAN SNI DESAIN TEKNIS PADA PELABUHAN DI INDONESIA Puspa Wangi, Intan; Tri Mulyono; Nur Azisah
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan memerlukan standarisasi desain teknis karena beberapa alasan penting yang mendukung kelancaran dan efektivitas operasional, serta peningkatan daya saing dalam skala global. Meskipun begitu, Indonesia belum memiliki SNI atau standarisasi desain teknis pelabuhan yang berlaku secara nasional. Selama ini dalam pembangunan Pelabuhan, standar yang digunakan masih mengacu pada SNI terkait konstruksi struktur beton, ketahanan terhadap gempa, dan juga standar internasional (OCDI 2009 dan BS-6349). Untuk itu diperlukan analisis kebutuhan mengenai perlunya penyusunan standarisasi desain teknis pelabuhan yang diaplikasikan secara nasional. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket (kuesioner) yang diberikan kepada stakeholder yaitu operator dan regulator bidang pelabuhan sebagai sampelnya. Analisis menggunakan skala likert, tes validitas dan tes reliabilitas untuk mengetahui hasil analisis kebutuhan standar teknis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa evaluasi standarisasi yang berlaku saat ini hanya memenuhi 68% kepuasan stakeholder dan sebanyak 92% responden memberikan dukungan penuh adanya standar desain teknis Pembangunan Pelabuhan di Indonesia.