Muhammad Dwi Kurniawan
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Modalitas Short Wave Diathermy (SWD) dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Low Back Pain Myogenic Rizqi Indika; Mianti Nurrizky Sutejo; Muhammad Dwi Kurniawan
Jurnal Anestesi Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Anestesi
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v2i4.1404

Abstract

Background: Myogenic low back pain is a common musculoskeletal disorder often triggered by repetitive or sustained incorrect body movements, leading to mild to moderate pain. Physiotherapy interventions, such as Short Wave Diathermy (SWD) and Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), are frequently utilized for pain management. Objective: This study aimed to investigate the comparative effectiveness of SWD and TENS in reducing pain intensity in individuals with myogenic low back pain. Method: A quasi-experimental pre-test and post-test group design was employed. Thirty-eight participants were allocated to either the SWD or TENS intervention group. The Numeric Rating Scale (NRS) was utilized to assess pain levels before and after the interventions. Results: Both SWD and TENS interventions demonstrated significant reductions in pain levels within their respective groups (p < 0.005). However, the Mann-Whitney U test revealed no statistically significant difference in pain reduction between the SWD and TENS groups (p = 0.259). 2Conclusion: While both SWD and TENS are effective in alleviating myogenic low back pain, this study found no significant difference in their efficacy.
PENGARUH PEMBERIAN DYNAMIC STRECHING DAN RESISTANCE BAND EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT PADA CEDERA ANKLE Daniel Saka Pratama; Ragil Aidil Fitriasari Addini; Devina Puspa Wulandari; Muhammad Dwi Kurniawan
Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal Vol. 3 No. 2 (2024): November: Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal 
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/pprj.v3i2.654

Abstract

Latar Belakang: Pada olahraga futsal, tempo bermain dan pergerakan yang cepat memicu potensi cedera cukup tinggi disebabkan benturan body contact maupun mobilitas yang tinggi. Sehingga pemain futsal rentan terhadap terjadinya cedera baik otot, tulang, ligamen, maupun persendian salah satunya adalah cedera ankle. Seorang atlet futsal yang mengalami cedera ankle secara tidak langsung akan berdampak pada penurunan fleksibilitas otot tungkai bawah. Fleksibilitas otot yang menurun diakibatkan terjadinya pemendekan dan kelelahan otot. Banyak cara untuk mengatasi penurunan fleksibilitas otot pada atlet salah satunya dengan pemberian dynamic stretching dan resistance band exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dynamic stretching dan resistance band exercise terhadap peningkatan fleksibilitas otot pada cedera ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre and post test design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 12 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Sit and Reach Test. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu di Nafas Bintang Barat FC Semarang. Hasil: Berdasarkan hasil uji pengaruh menggunakan paired sample test, pada kelompok I diperoleh nilai p = 0,000 yang memiliki arti p < 0,05 sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh nilai sit and reach test yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan intervensi dynamic stretching dan resistance band exercise. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian dynamic stretching dan resistance band exercise terhadap peningkatan fleksibilitas otot pada atlet futsal.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN THAI WAND EXERCISE DAN STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL DENGAN OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA Dita Setyaningrum; Muhammad Dwi Kurniawan; Ragil Aidil Fitriasari Addini; Mianti Nurrizky Sutejo
Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal Vol. 3 No. 2 (2024): November: Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal 
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/pprj.v3i2.656

Abstract

LATAR BELAKANG: Osteoarthritis (OA) lutut pada lansia merupakan penyakit degeneratif dimana sendi lutut mengalami peradangan yang menimbulkan gejala nyeri, krepitasi, pembengkakan sendi, kekakuan sendi, menurunnya fungsi sendi, keterbatasan lingkup gerak sendi. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan aktivitas fungsional pada pasien penderita osteoarthritis lansia. Salah satu intervensi fisioterapi yang dapat diberikan pada pasien osteoarthritis lutut lansia yaitu terapi latihan Thai Wand Exercise dan Strengthening Exercise. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Thai Wand Exercise dan Strengthening Exercise terhadap aktivitas fungsional dengan osteoarthritis pada lansia. METODE: Jenis penelitian quasi eksperimental dengan desin penelitian two group pre and post test. Teknik pengambilan data purposive sampling sejumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 Thai Wand Exercise sebanyak 10 responden dan kelompok 2 Strengthening Exercise sebanyak 10 responden. Alat ukur yang digunakan untuk menilai aktivitas fungsional yaitu kuesioner WOMAC. HASIL PENELITIAN: Hasil uji beda pengaruh t-independent menunjukan nili sig.(2 tailed) 0,135 > 0,05 yang berarti data tidak perbedaan pengaruh signifikan. KESIMPULAN: Tidak ada perbedaan pengaruh antara kelompok Thai Wand Exercise dan Strengthening Exercise terhadap aktivitas fungsional dengan osteoarthritis pada lansia.
PENGARUH KOMBINASI PEMBERIAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS), STRETCHING HAMSTRING, DAN QUADRICEPS SETTING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENU Yoel Kristian Adi Candra; Mianti Nurrizky Sutejo; Muhammad Dwi Kurniawan; Ragil Aidil Fitriasari Addini
Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal Vol. 3 No. 2 (2024): November: Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal 
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/pprj.v3i2.660

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis merupakan penyakit sendi bersifat kronik, berjalan progresif lambat yang ditandai menipisnya tulang rawan sendi dan timbulnya osteofit pada permukaan sendi/tulang yang berdampak pada gangguan gerak dan fungsi seperti berjalan, jongkok, menaiki tangga, dan aktivitas sehari-hari lainnya. Masalah yang sering ditemukan pada kasus OA yaitu timbulnya nyeri lutut, penurunan kekuatan otot, krepitasi, dan penurunan fleksibilitas otot. Pasien osteoarthritis genu diberi intervensi berupa TENS, Stretching Hamstring, dan Quadriceps Setting. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi pemberian TENS, Stretching Hamstring, dan Quadriceps Setting terhadap penurunan nyeri pada kasus osteoarthritis (OA) genu. Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis quasi eksperimental research dengan metode penelitian one grup pretest and posttest design. Sampel penelitian sebanyak 10 pasien dengan klinis osteoarthritis genu dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu. Penelitian ini menggunakan skala ukur Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat keparahan nyeri pasien sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil: Penelitian uji pengaruh dengan menggunakan uji Wilcoxon test diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,005 (P<0,05) artinya terdapat pengaruh penurunan tingkat nyeri. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kombinasi pemberian TENS, Stretching Hamstring, dan Quadriceps Setting terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien osteoarthritis genu.
Hubungan Penerimaan Seksual terhadap Kepuasan Penggunaan Kontrasepsi di wilayah Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Dwi Kurniawan; Devuna Puspa Wulandari; Alifa Dinda Nurrina; Laksmita Dewi Adzillina; Ema Suliyusti
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5736

Abstract

Sexual aspects play a crucial role in the long-term success of family planning programs, necessitating their inclusion in all related interventions and policies. Health service providers must be equipped with sufficient knowledge and skills to openly and sensitively discuss the sexual effects of various contraceptive methods. Furthermore, gender biases that hinder communication regarding women’s sexual rights should be addressed to ensure family planning programs provide more optimal and inclusive benefits. This study aims to examine the correlation between contraceptive use among mothers and the intensity of sexual relations among couples in the working area of Community Health Centers across Paser Regency. The study employed an observational design with a survey technique conducted among 320 family planning acceptor couples. Data were collected through questionnaires and observation, and analyzed using Chi-square tests. The findings reveal a fairly even distribution of sexual intensity across age groups, with no significant negative correlation between the use of oral contraceptive pills and sexual activity intensity (p=0.18). The study concludes that the use of contraceptive pills does not significantly affect the decrease in sexual frequency or intensity, suggesting that other factors such as individual characteristics and social context should be considered in evaluating sexual satisfaction among family planning acceptors.