Yuliandari, Susi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas dari Tindakan Kekerasan oleh Orang dengan Gangguan Jiwa Yuliandari, Susi; Chomariyah, Chomariyah; Asmuni, Asmuni
Yustitiabelen Vol. 10 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/yustitiabelen.v10i2.1165

Abstract

Meningkatnya kasus di beberapa daerah di Indonesia menandakan bahwa penyebaran tindak kekerasan yang dilakukan oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) semakin meluas. Kekerasan yang dialami oleh ODGJ seringkali dialami oleh petugas kesehatan karena adanya stigma negatif yang melekat pada mereka dan kurangnya pemahaman terhadap gangguan jiwa. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan upaya perlindungan hukum apa yang dilakukan terhadap pelaksana program kesehatan jiwa di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dari tindakan kekerasan yang dilakukan ODGJ dan lembaga manakah yang berwenang memberikan perlindungan kepada pelaksana program kesehatan jiwa di Puskesmas dari kekerasan yang dilakukan ODGJ. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan regulasi, konseptual, dan komparatif. Dengan penelitian pustaka, peneliti menggunakan Undang Undang kesehatan, KUHPidana sebagai instrumen penelitian penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kesehatan jiwa meliputi kegiatan yang bertujuan untuk mencapai kesehatan jiwa masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Hal ini terus diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan dilaksanakan oleh pelaksana program kesehatan jiwa di Puskesmas, termasuk dokter dan perawat. Pada saat pelaksana program kesehatan jiwa merawat atau mengevakuasi ODGJ, mereka didampingi oleh aparat TNI dan polisi masyarakat untuk menjamin keselamatan mereka dan memungkinkan terlaksananya program kesehatan jiwa secara optimal.
Assessment of Kitchen Feasibility Based on Hygiene–Sanitation Aspects and Food Microbiological Quality at Nutrition Fulfillment Service Units (SPPG) in Kediri Regency, East Java, Indonesia Yuliandari, Susi; Oktaviasari, Dianti Ias; Fahmi, Mohamad Anis
Ficco Public Health Journal Vol. 2 No. 03 (2025): December 2025
Publisher : Ficco Scientific Corner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Food safety is a crucial aspect in the implementation of nutrition fulfillment services. Kitchens at the Nutrition Fulfillment Service Units (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) play an important role in providing safe, high-quality, and consumable food. This study aimed to assess kitchen feasibility based on hygienic–sanitation aspects and the microbiological quality of food at SPPG in Kediri Regency, East Java, Indonesia. Methods: This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of all SPPG operating in Kediri Regency, selected using a total sampling technique. Data were collected through direct observation using a hygienic–sanitation checklist, short interviews, and microbiological examination of ready-to-eat food, including Total Plate Count (TPC), Escherichia coli, and Salmonella sp. Data were analyzed descriptively and compared with applicable standards. Results: The average hygienic–sanitation score of SPPG kitchens was 77%, which was categorized as feasible. The lowest scoring aspect was food handlers’ hygiene, which had not yet optimally met the required standards. Microbiological analysis indicated that all food samples met food microbiological quality standards, with TPC values below the permissible limits and no contamination by E. coli or Salmonella sp. detected. Conclusion: SPPG kitchens in Kediri Regency are generally feasible based on hygienic–sanitation aspects and microbiological food quality. However, improvements in food handlers’ hygiene through continuous training and supervision are necessary to ensure food safety.